Mas Nizam, 
 
Banyaknya bilangan wanita dibanding pria, tidak menjadi dasar diperbolehkan 
(halal?) poligami. Tentu, masalahnya akan menjadi semakin rumit kalau itu 
(bilangan) dijadikan dasar. Sebab, orang akan membantah  dengan fakta bahwa 
jumlah perempuan akan diserap dengan adanya trend baru yaitu kawin (hidup) 
dengan sesama jenis. Menurut suatu studi di Australia dan begitu juga di AS, 
jumlah pasangan kawin sesama jenis antara perempuan dengan perempuan (lesbian) 
lebih besar ketimbang pria dengan pria (homo). Artinya surplus jumlah perempuan 
akan memperoleh jalan keluar. Hanya saja, belum banyak negara yang mengakui 
secara resmi perkawinan sejenis ini, kendati kenyataannya di bawah tangan 
perkawinan sejenis itu sudah menggejala di mana-mana (entah lah di Indonesia?). 
 
Oleh karena itu, Mas Nizam, sebagai antisipasi, pembahasan kita selayaknya 
bergerak maju dengan melihat perkembangan yang ada, tidak lagi terpaku dengan 
hal-hal usang dan basi.  Saya percaya sebentar lagi gejala perkawinan sejenis 
akan menjalar ke Indonesia.
 
FB
 
 
  
 
            
 
  

A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Allah menghalalkan poligami. Bukan mewajibkan atau
mengharamkan poligami.

Jadi poligami adalah satu pilihan.

Pada pemilu kemarin, jumlah pemilih wanita di
Indonesia 4% lebih banyak dari pemilih pria, atau ada
4 juta lebih wanita dibanding pria. Kalau dipaksa
monogami, akan ada 4 juta wanita yang jomblo seumur
hidup.

Allah Maha Tahu itu, sehingga poligami diperbolehkan,
jadi tidak ada wanita yang tidak kebagian jodoh...:)

Ayu Utami mungkin tidak menikah karena tidak kebagian
jodoh...:)

--- Ambon <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Saya baru tahu bahwa Alloh menghalalkan poligami.
> Rupanya waktu  Adam 
> diciptakan dilupakan dibuat beberapa wanita oleh
> Alloh dan hanya Hawa 
> dihadirkan, atau bagaimana?
> 
> ----- Original Message ----- 
> From: "A Nizami" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[email protected]>;
> <[email protected]>; "sabili" 
> <[EMAIL PROTECTED]>; "padhang-mbulan"
> <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Thursday, April 28, 2005 8:16 AM
> Subject: [ppiindia] Islam Liberal Mengharamkan yang
> Halal - Re: Meneguhkan 
> Kembali Gerakan Anti-Poligami
> 
> 
> > Allah saja dalam Al Qur'an membolehkan poligami.
> > Kemudian Nabi dan beberapa sahabat juga
> berpoligami.
> >
> > Hebatnya, Islam Liberal mengharamkan poligami.
> Mungkin
> > kelompok Islam Liberal ini merasa lebih hebat dari
> > Allah dan Rasulnya, sehingga berani mengharamkan
> yang
> > halal....:)
> >
> > "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu
> haramkan
> > apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi
> kamu,
> > dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya
> Allah
> > tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas."
> [Al
> > Maa-idah:87]
> >
> >
> > TIDAK ADA KONTRADIKSI DI DALAM AYAT POLIGAMI
> >
> > Oleh
> > Syaikh Abdul Aziz bin Baz
> >
> > Pertanyaan.
> > Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya : Di dalam
> Al-Qur'an
> > ada satu ayat suci yang berbicara tentang poligami
> > yang mengatkan.
> >
> > "Artinya : Kemudian jika kamu takut tidak akan
> dapat
> > berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja"
> [An-Nisa
> > : 3]
> >
> > Dan pada ayat yang lain Allah berfirman.
> >
> > "Artinya : Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat
> > berlaku adil di antara istri-istri(mu), walaupun
> kamu
> > sangat ingin berbuat demikian" [An-Nisa ; 129]
> >
> > Pada ayat yang pertama tadi dinyatakan bahwa
> > berpoligami itu dengan syarat adil, sedangkan pada
> > ayat yang kedua dijelaskan bahwa adil yang menjadi
> > syarat berpoligami itu tidak mungkin tercapai.
> Apakah
> > ini berarti bahwa ayat yang pertama di-nasakh
> (dihapus
> > hukumnya) dan tidak boleh menikah lebih dari satu,
> > sebab syarat harus adil tidak mungkin tercapai ?
> Kami
> > mohon penjelasannya, semoga Allah membalas
> kebaikan
> > syaikh.
> >
> > Jawaban.
> > Tidak ada kontradiksi antara dua ayat tadi dan
> juga
> > tidak ada nasakh ayat yang satu dengan yang lain,
> > karena sesungguhnya keadilan yang diperintahkan di
> > dalam ayat itu adalah keadilan yang dapat
> dilakukan,
> > yaitu adil dalam pembagian mu'asyarah dan
> memberikan
> > nafkah. Adapun keadilan dalam hal mecintai,
> termasuk
> > didalamnya masalah hubungan badan (jima') adalah
> > keadilan yang tidak mungkin. Itulah yang dimaksud
> dari
> > firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.
> >
> > "Artinya : Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat
> > berlaku adil di antara istri-istri(mu), walaupun
> kamu
> > sangat ingin berbuat demikian" [An-Nisa ; 129]
> >
> > Oleh karena itulah ada hadits Nabi yang bersumber
> dari
> > riwayat Aisyah Radhiyallahu anha. Beliau berkata.
> >
> > "Artinya : Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
> sallam
> > melakukan pembagian (di antara istri-istrinya) dan
> > beliau berlaku adil, dan beliau berdo'a : 'Ya
> Allah
> > inilah pembagianku menurut kemampuanku, maka
> janganlah
> > Engkau mencercaku di dalam hal yang mampu Engkau
> > lakukan dan aku tidak mampu melakukannya"
> > [Diriwayatkan oleh Abu Daud, At-Timidzi,
> An-Nasa'i,
> > Ibnu Majah dan dinilai Shahih oleh Ibnu Hibban dan
> > Al-Hakim]
> >
> > [Fatawal Mar'ah, hal.62 oleh Syaikh Ibnu Baz]
> >
> >
> > [Disalin dari. Kitab Al-Fatawa Asy-Syar'iyyah Fi
> > Al-Masa'il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad
> > Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, hal
> > 435-436 Darul Haq]
> >
>
http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1379&bagian=0
> > --- Ambon <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >>
> http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=808
> >>
> >> Refleksi Hari Kartini
> >> Meneguhkan Kembali Gerakan Anti-Poligami
> >> Oleh Faizah SA
> >> 25/04/2005
> >> Momentum Hari Kartini sudah sepantasnya dijadikan
> >> media refleksi untuk merenungkan kembali
> kesahihan
> >> poligami yang tersembul dalam UU RI Nomor 1 Tahun
> >> 1974 tentang Perkawinan. Di situ diterangkan
> >> kebolehan poligami selama mengantongi ijin istri
> >> sebelumnya. Keterangan itu malah dikuatkan UU RI
> No.
> >> 7/1989 pasal 49 yang menugasi Pengadilan Agama
> untuk
> >> menangani poligami.
> >>
> >> 21 April 2005, seabad lebih wafatnya RA Kartini.
> >> Namun, prosesi tahunan -apa yang lazim
> ditahbiskan
> >> sebagai Hari Kartini- yang seremonial, tanpa
> >> substansi, justru potensial mereduksi sosok dan
> >> ide-ide Kartini. Kartini dikenal dan disajikan
> >> sebagai tokoh teladan bukan dari dirinya sendiri,
> >> melainkan dari pandangan orang lain mengenai
> >> dirinya. Tak heran, jika mitologisasi atas
> Kartini
> >> justru mengurangi kebesaran Kartini itu sendiri
> >> serta menempatkannya dalam dunia dewa-dewa.
> Semakin
> >> kurang pengetahuan seseorang tentangnya, makin
> kuat
> >> mitologisasi terhadap Kartini. Gambaran orang
> >> tentangnya dengan sendirinya lantas menjadi
> palsu,
> >> karena kebenaran tidak dibutuhkan, orang hanya
> >> menikmati candu mitos. Padahal Kartini sebenarnya
> >> jauh lebih agung daripada total jendral
> mitos-mitos
> >> tentangnya." (Pramoedya Ananta Toer dalam
> pengantar
> >> Panggil Aku Kartini Saja, 1997).
> >> Untuk itu, diperlukan napak tilas Kartini sebagai
> >> sosok perempuan yang terbelenggu tradisi pada
> >> jamannya. Ketika itu, Kartini hidup di jaman yang
> >> sama sekali tidak menghargai eksistensi kaum
> >> perempuan. Betapa tidak, Kartini disunting Bupati
> >> Rembang, RTAA Djojohadiningrat, sebagai garwa
> padmi
> >> setelah tiga istri Bupati itu. Ini artinya
> praktik
> >> poligami telah tumbuh subur pada masa itu. Di
> >> manapun sangat sedikit perempuan yang merelakan
> >> dirinya dimadu oleh laki-laki. Kebanyakan mereka
> >> menolak jika laki-laki menjadikan dirinya bukan
> >> sebagai istri yang pertama, atau juga tidak
> >> menginginkan laki-laki (suaminya) menyunting
> >> perempuan lain setelah dirinya. Kartinipun
> >> sesungguhnya demikian. Hanya saja Kartini tak
> >> memiliki cukup kekuatan untuk melakukan
> perlawanan
> >> mendobrak tradisi yang melecehkan kaum perempuan
> >> itu. Bahkan Kartini sendiri dengan sangat
> terpaksa
> >> harus memperpanjang matarantai tradisi itu dengan
> >> disunting RTAA Djojohadiningrat sebagai istri
> >> keempat.
> >>
> >> Dus, Kartini seperti mendaur ulang elegi
> kehidupan
> >> dua perempuan yang sangat dicintainya di mana
> sangat
> 
=== message truncated ===


Bacalah artikel tentang Islam di:
http://www.nizami.org

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




---------------------------------
Yahoo! Groups Links

   To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
  
   To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
  
   Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 


                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
 Yahoo! Small Business - Try our new resources site! 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give the gift of life to a sick child. 
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke