Prelude: saya termasuk penikmat kolom azyumardi azra di republika tidak hanya krn. bahasanya yg enak--ciri khas seorang kolomnis-- tapi juga karena dia seorang profesor "muda" yg mumpuni di bidangnya (ttg dinamika islam indonesia).
kali ini azra bercerita ttg pengalamannya sebagai prof. tamu di univ. australia ttg rentetan pertanyaaan ketidakpahaman masyarakat aussie pada dinamika islam indonesia. membaca kisah dlm kolom ini (ketidak pahaman publik aussie pada islam dan kesukaan menggenarilis) mengingatkan saya pada cara berpikir sejumlah rekan2 nonmuslim di milis ini yg sudah kelamaan tinggal di luar negeri. mudah jump to conclusion dan mudah menghakimi dan pukul rata. salam, Kamis, 28 April 2005 'Panas-Dingin' Indonesia dan Australia Oleh : Azyumardi Azra http://www.republika.co.id/kolom.asp?kat_id=19 Pada tingkat pemerintahan dan politik, hubungan Indonesia dan Australia tidak selalu mulus. Banyak kalangan Indonesia jengkel pada kebijakan Perdana Menteri John Howard yang bagi kalangan Indonesia mencampuri urusan dalam negeri Indonesia, khususnya dalam hal Timor Timur, dan kemudian juga dukungan setia Pemerintah Australia kepada Amerika Serikat dalam serangan ke Afghanistan dan Irak. Pada pihak lain, bukan rahasia lagi, terdapat kalangan di Australia yang menganggap Indonesia sebagai ancaman bagi keamanan Australia. Walaupun Indonesia tidak memiliki ambisi teritorial maupun kemampuan militer yang memadai, Indonesia dipandang dapat mengganggu Australia. Karena itu, perubahan-perubahan politik dan bahkan sosial-ekonomi yang terjadi di Indonesia, khususnya sejak masa pasca-Soeharto, mendapat pengamatan khusus dari Pemerintah Australia. Di antara hal yang mendapat perhatian khusus di Australia umumnya adalah perkembangan dan dinamika Islam di Indonesia. Tetapi, kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Australia pekan pertama April 2005 mencairkan hubungan yang 'panas-dingin' tersebut. Di tengah suasana duka di Australia karena tewasnya sembilan tentaranya dalam insiden jatuhnya helikopter mereka di Pulau Nias dalam misi kemanusiaan, kunjungan Presiden SBY yang menunjukkan simpatinya yang dalam, mendapat sambutan luar biasa di Benua Kanguru. Media cetak dan eletronik menempatkan kunjungan tersebut pada berita utama. Presiden SBY, seperti bisa diduga, juga ditanya wartawan Australia, misalnya, tentang organisasi 'Jamaah Islamiyah' (JI); kenapa Pemerintah Indonesia tidak melarang JI, seperti telah dilakukan Pemerintah Malaysia dan Singapura. Menjawab pertanyaan ini, Presiden SBY menyatakan, belum terdapat bukti-bukti yang memadai dan kuat tentang eksistensi JI di Indonesia. Karena itu, bagaimana Pemerintah Indonesia melarang organisasi yang belum jelas ada. Jawaban Presiden SBY itu tidak memuaskan bagi banyak kalangan di Australia. Saya sendiri, dalam kunjungan ke Universitas Melbourne sebagai honorary professor dalam waktu berbarengan dengan kedatangan Presiden SBY, juga mendapat pertanyaan serupa. Bagi mereka, kurang masuk akal jika Pemerintah Indonesia tidak melarang JI dan juga pesantren tertentu yang mereka anggap sebagai sumber radikalisme dan militanisme. Menghadapi pertanyaan dan skeptisisme seperti itu, saya memandang perlunya kesabaran dan ketekunan untuk menjelaskan Indonesia, khususnya tentang Islam, kepada publik Australia. Harus diakui, peristiwa-peristiwa tragis seperti 11 September 2001, pengeboman di Bali (2002), Marriot (2003), dan di depan Kedutaan Besar Australia di Jakarta (2004) telah menciptakan distorsi dan citra yang tidak benar tentang Islam, termasuk di Indonesia. Ketika memberikan public lecture di Universitas Melbourne sebagai Miegunyah Distinguished Visiting Fellow yang sangat prestisius karena sebelumnya diberikan juga kepada beberapa pemenang hadiah Nobel, saya menjelaskan panjang lebar tentang dinamika Islam di Indonesia dengan berbagai konteksnya. Dalam dinamika tersebut memang terdapat fenomena dan kecenderungan yang bagi sejumlah kalangan di Australia mendapat perhatian, misalnya saja tentang kemunculan kelompok-kelompok garis keras dan upaya dari kalangan tertentu Muslim Indonesia untuk menegakkan syariah, khususnya hudud, sebagai hukum positif, dan bahkan berusaha untuk mendirikan negara Islam di Indonesia. Menjawab pertanyaan dan sorotan tentang hal-hal terakhir ini, bagi saya fenomena tersebut merupakan gejala alamiah dan bukan sesuatu yang baru dalam dinamika Islam Indonesia. Bahkan, tidak lama setelah kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, sudah muncul usaha-usaha seperti itu, baik melalui jalur legal-konstitusional maupun pemberontakan seperti dilakukan gerakan DI/TII. Tetapi, sejarah juga membuktikan bahwa karena berbagai faktor --khususnya tidak adanya dukungan mayoritas kaum Muslimin-- usaha-usaha tersebut mengalami kegagalan. Jelas bahwa dalam dua dasawarsa terakhir terdapat kecenderungan meningkatnya attachment kaum Muslimin Indonesia kepada Islam, yang terlihat misalnya dalam kian meluasnya pemakaian jilbab, meningkatnya jumlah jamaah haji dan umrah, serta merebaknya berbagai lembaga baru Islam. Tetapi, jelas pula bahwa semua perkembangan ini tidak menimbulkan implikasi dan reperkusi politik yang signifikan di Indonesia. Karena itu, akhirnya, Islam di Indonesia tetap merupakan Islam yang damai, toleran, dan committed pada kehidupan keislaman dan keindonesiaan yang plural dan multikultural. Khairurrazi Aligarh Muslim University Uttar Pradesh, India -- India.com free e-mail - www.india.com. Check out our value-added Premium features, such as an extra 20MB for mail storage, POP3, e-mail forwarding, and ads-free mailboxes! Powered by Outblaze ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Does he tell you he loves you when he's hitting you? Abuse. Narrated by Halle Berry. http://us.click.yahoo.com/aFQ_rC/isnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

