http://www.sinarharapan.co.id/berita/0504/28/sh05.html
"ATM" Kondom Dioperasikan di Papua SENTANI-Mau pakai kondom? Saat ini pengguna kondom di Papua tidak perlu malu-malu lagi pergi ke apotek untuk membeli kondom, karena sekarang telah ada mesin otomatis penjual kondom. Cukup dengan tiga keping uang logam Rp 500 Anda sudah bisa membeli satu dos kondom berisi tiga buah. Tinggal pilih saja, mau aroma jeruk, strawberi, vanila atau coklat, bahkan ada juga yang beraroma durian. Caranya, masukkan tiga koin Rp 500, lalu pencet tombol aroma kondom favorit pilihan Anda, maka akan langsung keluar kondom dari mesin itu. "Satu dos ada tiga piecies, berarti satunya seharga Rp 500, jadi tiga pieces hanya Rp 1.500, berarti lebih murah kan," kata seorang pegawai Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dengan nada setengah promosi. Namun BKKBN Provinsi Papua sepertinya harus bekerja keras untuk mempromosikan mesin otomatis kondom yang disebut mesin ATM Kondom ini. Pasalnya, merek kondom yang tersimpan di dalam mesin ini tidak terbiasa dipakai oleh para pekerja seks komersial (PSK) di lokalisasi-lokalisasi seperti di Tanjung Elmo, Sentani. "Mereka sudah terbiasa pakai merek Sutra, katanya lebih enak dipakainya, seperti tidak pakai kondom," katanya lagi. Mungkin kekakuan menggunakan kondom dari produk mesin otomatis ini karena para PSK belum terbiasa saja memakainya. "Nanti kalau sudah terbiasa pasti enak juga," kata petugas BKKBN lainnya. Lain lagi komentar salah seorang tamu pria, sebut saja bernama Roni, yang pernah mencoba memakai kondom dari produk yang tersimpan di dalam mesin ini. "Saya paling senang pakai aroma coklat, tidak tahu kenapa. Enak aja, mungkin baunya sama seperti coklat benaran," ujarnya kepada SH sambil cengar cengir. Perkataan Roni ini ada benarnya. Ketika Deputi Keluarga Berencana Kesehatan Reproduksi (KBKR) BKKBN Pusat Siswanto A Wilopo membuka salah satu kemasan kondom yang beraroma coklat, aroma coklat langsung menebar. "Seperti bau aroma coklat Cadbury," kata pramuwisma di lokalisasi Tanjung Elmo. Mesin otomatis kondom untuk wilayah Kabupaten Jayapura dapat ditemui di lokalisasi Tanjung Elmo, atau oleh masyarakat Jayapura dikenal dengan sebutan Sentani Kiri. Sebuah areal lokalisasi yang sudah puluhan tahun berdiri dan menjadi tempat favorit para pria "hidung belang". Kota Timika menjadi tempat pertama yang dipasangi mesin ini, terletak di lokalisasi Kilo 10 yang juga banyak penghuni PSK berasal dari berbagai macam suku di Indonesia. Dirjen Institusi dan Peran Serta BKKBN Pusat Hardiyanto mengatakan untuk Papua sendiri telah ada tujuh kabupaten yang dipasang mesin otomatis kondom, di antaranya Kabupaten Mimika dimana satu mesin telah dipasang di lokalisasi Km 10 dan satu mesin lagi akan menyusul dipasang. Selain itu di Kabupaten Jayapura, Sorong, Biak. Sedangkan yang akan dipasang di Kabupaten Manokwari dan Merauke. Untuk satu mesin harganya berkisar Rp 7 juta - Rp 10 juta. Tanggulangi HIV/AIDS Penggunaan mesin otomatis kondom yang diupayakan BKKBN pusat ini sebagai salah satu upaya untuk menanggulangi tingginya angka HIV/AIDS di Papua yang menduduki peringkat pertama di Indonesia. Dari data Dinas Kesehatan Papua per 31 Maret 2005 jumlah kasus HIV/AIDS sudah mencapai 1.874 kasus, dimana penularannya lebih banyak disebabkan lewat hubungan seks. Sekadar informasi, Kabupaten Jayapura masuk lima besar peringkat penderita kumulatif HIV/AIDS di Papua per kabupaten/kota, dengan jumlah 103 kasus, di bawah Kabupaten Merauke (700), Mimika (592), Kota Jayapura (171) dan Sorong (131). Jumlah kasus HIV/AIDS yang telah meninggal dunia sebanyak 244 kasus di seluruh Papua, peringkat pertama adalah Kabupaten Merauke dengan 104 kasus, disusul Sorong, Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura. Sedangkan kumulatif kasus menurut kewarganegaraan, untuk warga negara Indonesia yang terserang HIV mencapai 1.050 kasus, AIDS 730 kasus. Untuk warga asing yang terkena HIV sebanyak 79 kasus dan AIDS 12 kasus, sedangkan yang tidak diketahui untuk HIV 2 kasus dan 1 kasus AIDS. Deputi KBKR BKKBN Pusat Siswanto A Wilopo usai meresmikan mesin otomatis kondom di areal lokalisasi Tanjung Elmo, Sentani, mengatakan mesin kondom bukan hanya diperuntukkan di lokalisasi-lokalisasi seperti Tanjung Elmo, namun juga dipasang di berbagai tempat lain seperti di perusahaan, kantor, asrama Polri dan TNI. "Pokoknya kita pasang pada tempat yang banyak laki-lakinya," katanya. Menurut Siswanto, dipasangnya mesin otomatis kondom dikarenakan tingkat penggunaan kondom di masyarakat meningkat. "Masyarakat sebenarnya mau beli ke apotek tetapi mungkin karena malu atau letak apotek itu jauh, padahal mau dipakai bersama-sama dengan istrinya sendiri," tuturnya lagi. Melihat perkembangan kampanye kondom di Papua, sepertinya kodom sudah bukan hal tabu lagi bagi rakyat Papua, karena Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Papua terus mengampanyekan penggunaan kondom terutama di lokalisasi dan tempat-tempat yang terdapat PSK berisiko terjangkit penyakit menular seksual (PMS). Bahkan baru-baru ini pada acara Media Gathering yang rutin digelar KPAD Papua setiap bulan untuk para wartawan di Jayapura, peran media massa juga ikut dilibatkan dalam kampanye penggunaan kondom di Papua. Mudah-mudahan keberadaan mesin otomatis kondom ini dapat berguna dan awet. Karena disamping praktis dan pembeli tidak perlu malu-malu lagi, juga diharapkan dapat mengurangi perkembangan HIV/AIDS yang sampai saat ini belum ditemukan obat penangkalnya. Semoga saja! (SH/odeodata H J vanduk) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Dying to be thin? Anorexia. Narrated by Julianne Moore . http://us.click.yahoo.com/FLQ_sC/gsnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

