Dari milist tetangga:

----- Original Message ----- 
From: H.T Sie 
To: [EMAIL PROTECTED] 
Sent: Sunday, May 01, 2005 11:24 AM
Subject: [HKSIS] Latar belakang meminjamkan mobil untuk Konperensi A-A 1955


LATAR BELAKANG

MEMINJAMKAN MOBIL UNTUK KAA 1955

Pak Chan CT yb,

Suasana masa dulu lain sekali dengan sekarang. Kenalan-kenalan generasi orang 
tua saya (ayah lahir 1897 dan ibu 1904) bertindak tanpa ideologi maupun 
kesadaran politik, tidak terorganisasi dalam suatu partai. Mereka melakukan 
hal-hal yang dianggap perlu tanpa mendapat nama untuk dirinya, tidak mencari 
publikasi, malahan mengeluarkan banyak uang dari kantong sendiri. Ini dianggap 
layak dan setelah lewat, tidak dibicarakan lagi. Demikian juga dengan alm. 
mertua meminjamkan 200 (dua ratus) mobil Belvedere baru-gres untuk keperluan 
KAA 1955.

Latar belakangnya, etnik Tionghoa jaman itu didalam hatinya menyesalkan keadaan 
akibat kelemahan Tiongkok menghadapi agresor Barat + Jepang. Padahal Tiongkok 
negara besar dengan kebudayaan yang ulung. Didalam pikiran saya pun nancap 
kekurang-ajaran Inggris memasang papan dengan "Dogs and Chinese not allowed" 
didepan pintu masuk taman umum yang dikuasainya di Shanghai. Dr. Kwa Tjoan Sioe 
dokter lulusan Negeri Belanda dilarang masuk tempat kolam renang di Cikini 
Jakarta. Hanya isterinya karena dia seorang wanita Belanda akan diperbolehkan 
masuk, tetapi isterinya menolak. Tempat kolam renang Selecta dekat Batu/Malang 
juga ingin tiru-tiru orang Tionghoa tidak boleh masuk. Tetapi disitu pemiliknya 
bernama de Ruyter de Wild sial. Dia ditempeling Oei Boen Pong. Redaktur 
beberapa koran terkenal Kwee Thiam Tjing lulusan Europese School menulis kritik 
yang dianggap "penghinaan" terhadap Belanda. Beliau ditelanjangi, digiring 
dengan rantai pakai pakaian penjara tanpa celana dalam, jalan kaki telanjang 
tanpa sepatu dari penjara ke pengadilan di Surabaya. Untuk menjalani hukumannya 
di Jakarta, beliau diangkut dengan kereta api tiap 5 (lima) orang tahanan 
dirantai menjadi satu. Lih.: Tjamboek Berdoeri (nama samaran Kwee Thiam Tjing) 
dalam "Indonesia dalam api dan bara", penerbitan gelap 1947 di Malang. Terbitan 
ke II: ELKASA Jakarta 2004 e-mail [EMAIL PROTECTED]

Golongan tua kita tidak memandang tinggi kebudayaan Barat. Mak saya (ibu ayah) 
sering memperingatkan "awas matroos mabuk (anggauta Angkatan Laut Belanda yang 
sering berkeluyuran di jalanan dalam keadaan mabuk)." Saudaranya mak bila 
dengar konser musik Barat komentarnya, dia "brebekan koyoh kucing kerah" 
(kebrisikan, lagu yang dimainkan dengan biola itu kedengarannya tidak merdu 
melainkan seperti kucing bercakaran). Seorang oom saya sebelum perang 
Tiongkok-Jepang telah belajar di Jepang. Kalau melihat peta negeri Belanda, 
selalu mengomel "biangane silit negoro sah ipet koyoh yoh-yoh-o" (simpekne 
negara kecil sekali berlagak besar). Oom-oom lain banyak yang belajar di 
Tiongkok.

Bila kita mengutarakan memihak perang kemerdekaan, maka veteran Indonesia 
condong mengira kita hendak membonceng setelah revolusi berhasil. Ini tidak 
betul. Sebagai orang Tionghoa kita dulu solider dengan bangsa Asia yang 
sama-sama menghadapi tindasan kekuatan Barat. Untuk terjun ikut revolusi secara 
fisik tidak mudah. Banyak orang Tionghoa dibunuh di Tangerang. Bagansiapi-api 
di Sumatera yang sebelum perang dunia ke II terhitung kota nelayan no. 2 di 
dunia (yang terbesar adalah kota Bergen di Norwegia) dengan penduduk hampir 
semuanya etnik Tionghoa, tanpa mereka tahu apa sebabnya telah diserang TRI, AL 
dan PM. Waktu pertempuran di Surabaya saya kebetulan satu-satunya orang 
Tionghoa didalam suatu bus menuju setasiun kereta api ingin ikut membantu 
menampung orang-orang yang luka. Dari belakang saya dengar suara "kae Tjino ola 
opo?" (Mau apa itu Tjina?). Melihat suasananya, saya pulang jalan kaki. 

Terhadap Jepang kami berperasaan ganda. Disatu pihak Jepang ikut negara-negara 
Barat merampok, menghina dan menindas Tiongkok, tetapi dilain pihak Jepang 
berjasa pada thn.1942 menjatuhkan kolonialis Belanda. 

Lain daripada dunia Barat, golongan etnik Tionghoa mengabaikan Public Relation 
(P.R.), bahkan tidak bersedia menyebut jasa dari pihak sendiri. Ini kelemahan 
fatal, merupakan sikap yang ketinggalan jaman. Sekarang berlaku pepatah 
Inggris: "untold truth can be poisonous." Hampir tidak ada orang mengetahui, 
bahwa komandan tertinggi Laskar Rakyat Magelang dan Kebumen, adalah Kho Sien 
Hoo/Surjo Budihandoko. Sama halnya Lauw Kim Seng/Sukrisna Lukman, orang 
Tionghoa Totok yang oleh Wakil Presiden Moh. Hatta 3 (tiga) kali dianugerahi 
Bintang Gerilya untuk jasa-jasanya menyelundupkan senjata api dari Singapura ke 
daerah Cirebon. Tahun 1945, oom saya Yap Wie Tjhing yang tadinya belajar di 
Jepang mengetahui bahwa dikalangan Angkatan Laut Jepang banyak simpati terhadap 
perjuangan kemerdekaan. Maka akhirnya di Jawa Timur yang termasuk daerah 
kekuasaan Kaigun (AL-Jepang) ada persepakatan dengan perwira-perwira Jepang. 
Pihak Jepang menunjuk tempat-tempat persembunyian senjata api mereka. Pihak 
Indonesia berjanji senjata tsb tidak dipergunakan terhadap mereka, men-supply 
bahan makanan dan menjamin free-passage ke pelabuhan. Memang diketahui pihak RI 
memiliki banyak senjata di Jawa Timur (untuk seluruh Indonesia diperkirakan 
sebanyak seribu orang Jepang ikut serta revolusi kemerdekaan). Lain halnya di 
Semarang, dimana untuk memperoleh senjata, tentara elit Jepang diserang dengan 
memakan banyak korban.

Persepakatan di Jawa Timur terjadi berkat kombinasi beberapa faktor.

  1.. Yap Wie Tjhing yang mengetahui perwira-perwira Kaigun menaruk simpati 
pada perang kemerdekaan, adalah seorang pemburu dan mengerti urusan senjata. 
Yap Wie Tjing kenal Dul Arnowo (saya tidak tahu apa kedudukannya waktu itu, 
tetapi jelas salah satu tokoh revolusi. Pada tahun 1953 Dul Arnowo menjabat 
sebagai Gubernur Jawa-Timur.) 
  2.. Ayah ada hubungan dengan Pangeran Jepang Mizuno. Asal-usulnya, rumah 
tinggal kami di Jalan Pandan 11 Malang diambil alih militer Jepang untuk 
ditinggali Pangeran Mizuno dengan selirnya seorang wanita Jerman. Kami 
dipindahkan ke no. 9 disebelahnya. Selama perang, Pangeran Mizuno melindungi 
kami. Ayah saya, Sie Bian Tik, dicari di desa Batu dekat Malang (tempat tinggal 
kami sebelum Jepang masuk Indonesia) berkaitan dengan kegiatannya dalam Tjin 
Tjay Hwee organisasi membantu Tiongkok dalam perang melawan Jepang. Pengusutan 
terhadap ayah saya ditiadakan oleh Mizuno. Dikalangan atas militer Jepang, 
Mizuno mempunyai wibawa. Mizuno ikut membantu usaha persepakatan. 
  3.. Kami ada ikatan famili dengan Regent (Bupati)/Residen/ Walikota Malang 
Sam. Ayah menyapa dengan "oom" dan Bupati Sam menyapa ayah "neef". Orang tua 
saya banyak kenalan dikalangan Pribumi. 
  4.. Yang aktip sebagai koordinator ketika itu Han Kang Hoen, ketua Kakyo 
Sokai/Hua Chiao Chung Hui. 
  5.. Semua ini bersama dengan pihak militer RI setempat menghasilkan 
persepakatan tsb. Ketika saya sekeluarga tinggal gelap di Nederland 1968 hingga 
ketahuan pada thn. 1971 dan dapat ijin tinggal thn. 1972, Panglima pertama 
Jawa-Timur, pangkat terakhir Major Jendral K.R.M.H. Jonosewojo Handajaningrat 
mencari kami di Amsterdam. Hubungan dengan beliau baik sekali hingga wafatnya 
pada tahun 1994.
Thn. 1946 Mr.Tan Poo Goan, kenalan baik orang tua saya, berkunjung ke Malang 
dan menginap dirumah kami. Ketika itu beliau menjabat sebagai Menteri 
Pemerintah RI di Jokja. Beliau mengundang makan para pembesar RI di rumah kami. 
Pertemuan tsb berbuntut ayah ditunjuk menjadi kepala Fonds Kemerdekaan RI di 
Malang. Waktu tentara Belanda masuk, keluarlah maklumat semua karet dll bahan 
ekspor diharuskan jual kepada penguasa Belanda dengan harga rendah sekali. Ini 
perampokan resmi. Dibidang lain ayah masih mendapat keputusan hakim Belanda 
harus diberi ganti kerugian f.120.000,- untuk kerusakan-kerusakan yang diderita 
(diobrak-abrik). Ini tidak pernah dibayar. Dinilai uang sekarang dan ditambah 
bunga 58 tahun paling sedikit beberapa juta USDollar.

Ini saja dulu Pak Chan. Menceritakan pengalaman-pengalaman jaman dulu bisa 
mengisi satu buku penuh.

Kirim salam,

Sie Hok Tjwan 

  ----- Original Message ----- 
  From: HKSIS 
  To: HKSIS-Group 
  Sent: Tuesday, April 26, 2005 10:56 AM
  Subject: [HKSIS] Fw: mobil Konperensi A-A 1955


      Iya sayang, kenapa tak ada yang cerita dan mengangkat bagaimana peranan 
pengusaha etnis Tionghoa dalam Konferensi Asia-Afrika 1955 itu. Dan, .... siapa 
lagi yang mumpung masih hidup dan ingatan cukup baik, bisa cerita 
peristiwa-peristiwa bersejarah yang terjadi seperti ini, ya.

      Apakah pak Sie bisa menulis dengan cerita lebih detail dari semangat Khoe 
Boe Djiang (alm) dalam mendukung KAA, sampai meminjamkan 200 mobil baru-nya 
itu. Bahkan kalau mungkin juga cerita sumbangan dan peranannya dalam menunjang 
Pemerintah RI yang baru merdeka. Biar kita-kita, yang lebih muda dan generasi 
muda bisa mengetahui "sejarah" yang terjadi sesungguhnya, yang tidak pernah 
tertulis dan diceritakan orang.

  Terimakasih dan salam,
  ChanCT


  ----- Original Message ----- 
  From: H.T Sie 
  To: [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Tuesday, April 26, 2005 3:17 PM
  Subject: mobil Konperensi A-A 1955


  Hampir tidak diketahui orang, bahwa untuk keperluan Konperensi Asia-Afria 
1955 ayah isteri saya, mendiang Khoe Boe Djiang pemilik, penggerak dan otak Tek 
Lie Kongsie, telah meminjamkan 200 (duaratus) mobil Belvedere yang ketika itu 
baru di-impor (baru-gres). 

  Sie Hok Tjwan



  Berita dan Tulisan yang disiarkan HKSIS-Group, sekadar untuk diketahui dan 
sebagai bahan pertimbangan kawan-kawan, tidak berarti pasti mewakili pendapat 
dan pendirian HKSIS. 



  Berita dan Tulisan yang disiarkan HKSIS-Group, sekadar untuk diketahui dan 
sebagai bahan pertimbangan kawan-kawan, tidak berarti pasti mewakili pendapat 
dan pendirian HKSIS. 



------------------------------------------------------------------------------
  Yahoo! Groups Links

    a.. To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/HKSIS/
      
    b.. To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]
      
    c.. Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give underprivileged students the materials they need to learn. 
Bring education to life by funding a specific classroom project.
http://us.click.yahoo.com/4F6XtA/_WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke