Refleksi: Dulu zaman Pak Harto nan jaya ada direktur Pertamina punya anak kawin. Pesta kawinnya berlaku beberapa hari. Dapur pesta kawin bukan di Jakarta atau Surabya tetapi di Hong Kong. Untuk pesta tsb tiap hari airlift non-stop membawa makanan pesta dari Hong Kong. Kemudian waktu krisis minyak semua perusahaan minyak di dunia memperoleh laba berlipat ganda, terkecuali Pertamina rugi buuusaar, hampir saja bangkrut kalau tidak disubsidi dengan pinjaman luar negeri. Sekarang harga minyak di pasar dunia melonjak tinggi seperti roket ke bulan, pasti perusahaan minyak dan gas untung besar, Pertamina seharus juga untung besar. Tetapi, sayang seribu sayang Pertamina perlu disubsidikan. Harga BBM dinaikan dengan alasan duit kenaikan harga disubsidikan kepada bidang pendidikan dan kesehatan. Apakah Pertamina adalah sapi perahan ditangan para penyamun???
http://www.suarapembaruan.com/News/2005/05/06/index.html SUARA PEMBARUAN DAILY Subsidi ke Pertamina Tunggu Verifikasi JAKARTA - Pemerintah belum dapat memastikan jumlah subsidi yang akan diberikan kepada Pertamina untuk memenuhi pengadaan bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri. Selisih antara kemampuan produksi dalam negeri dengan kebutuhan dalam negeri harus dicocokkan terlebih dulu. ''Harus ada verifikasi antara pemerintah dan Pertamina untuk perhitungan yang dilakukan Pertamina. Jadi kebutuhan 1,1 miliar dollar AS itu kebutuhan total atau neto? Kan ini ada masalah utang piutang Pertamina, pemerintah, setoran dan sebagainya. Itu yang perlu diverifikasi dulu,'' kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Purnomo Yusgiantoro di Jakarta, Rabu (4/5). Dalam kesempatan itu, Purnomo justru mempertanyakan kembali angka US$ 1,1 miliar untuk kebutuhan impor minyak oleh Pertamina. Sebelum ada persetujuan pemerintah dan DPR, angka kebutuhan Pertamina harus ada verifikasinya dahulu. Verifikasi dilakukan oleh Departemen Keuangan (Depkeu) dan Pertamina, bukan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. ''Pada prinsipnya, Pertamina melakukan public service obligation (kewajiban pelayanan publik). Itu adalah tugas yang diberikan pemerintah pada Pertamina untuk BBM dengan ongkos dan fee. Tentu juga disesuaikan hitung-hitungan antara Pertamina dengan pemerintah. Ada hitung-hitungan yang perlu dicocokkan,'' katanya. Namun penjelasan Purnomo itu berbeda dengan penjelasan Dirjen Perbendaharaan Negara Depkeu, Mulia P Nasution, saat dihubungi terpisah, Rabu (4/5). Menurut Mulia, pemerintah menyiapkan anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) senilai Rp 3,3 triliun, yang akan segera dikucurkan ke Pertamina. Permintaan Pertamina itu tengah diproses Direktorat Jenderal Anggaran Depkeu, guna keperluan impor minyak (Pembaruan 4/5) OPEC Pada kesempatan tersebut Purnomo menanggapi usulan sejumlah pihak agar Indonesia segera keluar dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) karena sudah berstatus net importer. Menurutnya, para pengurus OPEC sejauh ini tidak mempermasalahkan keanggotaan Indonesia dengan kondisi yang lebih banyak menjadi importir. Namun semua keputusan diserahkan pada Indonesia. ''Prinsipnya kami sudah cek, kalau Indonesia menjadi net importir bagaimana? OPEC katakan waktu masuk Indonesia memang eksportir. Tapi pada waktu sudah masuk berubah, kami tidak mempermasalahkan. Nah kami akan terus kalau OPEC tidak mempermasalahkan. Tapi kami juga mendapat aspirasi dari bawah,'' ujarnya. Menurut Purnomo, pihaknya sudah membentuk tim kajian. Mereka ditugaskan untuk menilai untung rugi status keanggotaan Indonesia di OPEC. Status keanggotaan di OPEC mempermudah Indonesia mengetahui kondisi perminyakan. (U-5) Last modified: 6/5/05 [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> In low income neighborhoods, 84% do not own computers. At Network for Good, help bridge the Digital Divide! http://us.click.yahoo.com/HO7EnA/3MnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

