--- In [email protected], Mas Bagong <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Thanks Broer...


Sami2 Broer.. :))


> Kalau saja hal ini terus-menerus dimunculkan, saya malah khawatir 
> hal ini justru memperlebar jurang perbedaan antara etnis tionghoa 
> dengan etnis 'pribumi'...


Mungkin itulah yg diinginkan segelintir "the real brain behind the
screen" yg mengkomandoi segalanya dari negeri seberang nun jauh
disana.. ya supaya lebih gampang memvisualisasinya, begini: mirip
seperti main video game! Kita yg pegang kendali, prajurit2 yg dilayar
monitor kita yg ber-darah2 dan mayat2 bergelimpangan di-mana2 sampai
kita sebagai playernya menang pada akhirnya. Nama kita yg masuk
sebagai "Top Player" setelah kita "menikmati" pertunjukan berdarah itu
dari sisi lain layar monitor. Paling2 kerugian kita sebagai "the real
player" hanya kerugian materi, yaitu: harga software, biaya listrik
dll. Nah... kalau dalam dunia nyata, ekor2nya juga nggak beda jauh:
kita yg "didalam monitor" (baca: didalam negeri) yg mati-matian
berperang diantara sesama untuk "sang panglima" yg dipercayai lebih
tahu dan melihat segalanya dengan lebih jelas dari nun jauh diseberang
sana. Saya kira gak perlu kasih contoh juga kita sering baca di koran.
Sebuah fakta yg menyedihkan memang, tapi begitulah kenyataan hidup yg
keras, yg walaupun sudah jauh membaik dibandingkan dgn jaman dulu,
tapi tetap saja masih banyak masyarakat kita yg masih cukup dangkal
kesadarannya sehingga masih mudah untuk diprovokasi dan terprovokasi.


> Di Bogor kemarin, saya melihat ada spanduk yang dikeluarkan oleh 
> Front Pribumi dengan lambang serem (tengkorak dengan dua pedang 
> menyilang di bawah, busyet dah!)
> Bayangin mau jadi apa kita ya?
> Masak sih, orang lain makan duren kita suruh mebersihin durinya?
> DG


Ya begitulah kenyataannya, semoga para toy soldiers dinegeri ini bisa
segera tersadar dari mimpinya dan menyadari bahwa jika kita hancur
lebur di dalam negeri sendiri, buaanyak pihak2 yg bermuka dua yg akan
menyesali kehancuran negeri ini pada satu sisi tapi pada sisi lainnya
bersyukur bahwa mereka telah berhasil menaklukkan negara yg kaya dan
menggiurkan ini tanpa harus mengirimkan pasukannya sendiri. Dua kali
untung kan?!? Belum lagi kalo ntar "rumah tangga" kita udah babak
belur karena baru habis berantem sendiri, pasti deh banyak yg bakal
masuk dengan super gampang dan ekstra leluasa ke "rumah" kita karena
pake "topeng bantuan kemanusiaan" sambil semakin mudahnya memperalat
kita "jadi budak dirumah sendiri". Lha, bukannya jadi ber-kali2 untung
tuh "panglima2" kita? Udah ah.. ntar malah ada yg nuduh saya paranoid
lah, ini lah, ono lah...

Salam damai dan sejahtera dalam kebersamaan untuk kita2 yg berjuang
membangun Indonesia yg lebih baik, langsung dari dalam negeri...

WK




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke