kelakuan pak suti spt ABG deh padahal  udah Angkatan Babe Gue..hihihihihihihi..
jd enek liatnya..

zalwa setiyadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Polri Izinkan Gubernur Jakarta Pakai B 1 DKI
Sejak beberapa waktu lalu, Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso nekad 
menggunakan kendaraan dinasnya dengan nomor polisi (nopol) B 1 DKI. 
Aneh memang. Bahkan jelas menyalahi aturan, karena terdapat tiga 
huruf di belangkang angka 1 yang menunjukkan jabatannya sebagai orang 
nomor satu di Pemda DKI ini.

Selama ini, di kota manapun di Indonesia, aturannya memang hanya 
dikenakan satu atau paling banyak dua huruf untuk akhiran nopol semua 
jenis kendaraan bermotor. Sementara bagi pejabat Pemda, nopol mobil 
dinasnya hanya terdiri dari huruf depan yang menunjukkan kota 
bersangkutan dan satu angka tanpa ada akhiran huruf di belakangnya.

Lalu pers pun sempat memberitakan 'kebandelan' gubernur yang mantan 
Pangdam Jaya itu. Tetapi pemberitaan itu bagai anjing menggonggong 
kafila berlalu, Sutiyoso tetap menggunakan plat nomor B 1 DKI itu. 
Polisipun tak menindaknya walau jelas nopol itu buatan sendiri, bukan 
produksi Polda Metro Jaya seperti aturan yang digariskan.

Soal nomor polisi mobil dinas yang digunakan, tampaknya Gubernur DKI 
Jakarta Sutiyoso sangat iri dengan sejawatnya. Karena kepala Daerah 
Tingkat I di seluruh Tanah Air berhak menggunakan nomor polisi D 1 
misalnya, untuk gubernur Jawa Barat, atau H 1 untuk gubernur Jawa 
Tengah, dan L 1 untuk gubernur Jawa Timur. 

Sementara, Sutiyoso tak mungkin menggunakan mobil dinasnya dengan 
nopol B 1 atau B 2, karena telah dipakai oleh presiden dan wakil 
presiden. Nopol B dengan satu angka lainnya juga tak mungkin 
dipakainya karena dijatahkan buat mobil dinas petinggi pemerintah 
pusat lainnya. 

Namun, jelas karena keinginan menunjukkan dirinya sebagai orang nomor 
satu di DKI Jakarta --yang antara lain bisa tampak dari nopol 
mobilnya-- maka sejak beberapa tahun lalu Sutiyoso nekad menggunakan 
nopol mobil dinasnya dengan B 1 DKI. Kabarnya kenekatan itu dilakukan 
sambil terus mengusahakan legalitas penomoran mobil dinas jajaran 
Muspida DKI Jakarta dengan akhiran tiga huruf, DKI itu.

Dari sisi legalitas, nopol mobil dinas Muspida Tingkat Satu di 
seluruh Tanah Air memang diatur oleh sejumlah perundangan. Dalam UU 
Lalu Lintas No 14/1992, UU Otonomi Daerah No 22/1999, dan PP 44/1993, 
serta Kepmen Perhubungan tahun 1993, dinyatakan gubernur beserta 
pimpinan Muspida lainnya dijatahkan menggunakan nopol mulai dengan 
nomor satu dan seterusnya. Namun ketentuan tersebut tak berlaku bagi 
Muspida Jakarta karena alasan pemakaian nomor tersebut oleh pejabat 
pemerintah pusat.

Kenekatan Sutiyoso yang tetap menggunakan nopol tiga huruf itu 
ternyata membuat pihak kepolisian harus mencari jalan keluar. 
Ujungnya melalui Surat Keputusan Kapolri yang ditandatangani Jenderal 
Da'i Bachtiar, diputuskan bahwa pimpinan Muspida Jakarta bisa 
menggunakan akhiran tiga huruf yakni DKI untuk nopol mobil dinasnya. 

Maka sejak 1 Maret lalu muncullah secara sah no
pol B 1 DKI untuk gubernur, dan berurutan B 2 DKI untuk wakil 
gubernurnya. Angka tiga untuk ketua DPRD, angka empat ketua Kejaksaan 
Tinggi, lima Pangdam Jaya, enam Pangmabar, tujuh Pangops AU, delapan 
Kapolda Metro Jaya, dan sembilan digunakan ketua Pengadilan Tinggi 
Jakarta.

Perjuangan Sutiyoso yang juga dikenal gemar dunia otomotif itu tak 
sia-sia. Dan mimpinya beraktualisasi bersama mobil dinasnya dengan 
memakai nomor satu pun telah sah digunakan. Ternyata keputusan itu 
membuat 'iri' masyarakat Jakarta. Mereka juga ingin menggunakan tiga 
huruf di akhir nopol mobilnya. 

Kabarnya sejumlah pesanan nopol dengan tiga huruf pun kini banyak 
berdatangan. Tiga huruf yang paling sering digunakan nama keluarga 
untuk kalangan Cina seperti antara lain, SHE, TAN, LIM telah diblokir 
karena pemesanan pihak tertentu. Bahkan pemesanan itu langsung masuk 
ke Direktorat Lantas Mabes Polri, tidak melalui Polda Metro Jaya.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Drs Sulistyo Ishak SH mengatakan, 
hingga kini keputusan tiga huruf di belakang nopol Jakarta hanya 
diperuntukkan pejabat Muspida. ''Jadi setahu saya Polda Metro hanya 
mengeluarkan sembilan nopol tersebut,'' terang Sulistyo.

Namun demikian, lanjutnya, karena banyaknya jumlah mobil di Jakarta 
memang tidak menutup kemungkinan pengenaan tiga huruf di akhiran 
nopol Jakarta bakal diterapkan untuk mobil khalayak ramai. ''Tapi 
mungkin belum dalam waktu dekat ini,'' tambahnya. bid

Nopol, Hoki, dan Gengsi

Bagi sejumlah kalangan, nomor mobil dapat menjadi bagian dari 
kegiatan yang membawa keberuntungan. Seperti misalnya kebanyakan 
masyarakat Cina percaya, mobilnya akan banyak membawa keberuntungan 
bila mengenakan angka 9 atau berjumlah 9 pada nomor polisinya 
(nopol). 

Maka nopol B 99 ....atau B 999.... bahkan B 8181 ... menjadi favorit 
bagi kalangan ini.Ada lagi kalangan yang suka gagah-gagahan dengan 
menggunakan huruf di belakang angka pada nopol yang sebetulnya hanya 
diperuntukkan bagi pejabat negara. 

Ambil contoh pejabat sipil negara diberi hak menggunakan akhiran 
nopol dengan huruf BS (bantuan sipil). Sedang pejabat TNI Angkatan 
Darat dengan kode BD, BU (TNI-AU), BL (TNI-AL), dan terakhir BP 
(Polisi).

Namun, kini banyak sekali mobil di Jakarta yang menggunakan akhiran 
nopol BD, BU, atau bahkan BP, misalnya. Mereka yang menggunakannyapun 
jelas bukan tentara atau pegawai negeri. Mereka masyarakat yang 
bisa 'membeli' akhiran nopol itu. Bedanya angka yang digunakan pada 
mobil mereka sebagian tiga huruf, sebagian lain empat huruf namun 
tidak dimulai dengan angka satu dan dua.

Kepada pejabat negara angka awal nopol satu dan dua adalah hak 
mereka. Jadi semisal pejabat sipil akan berhak menggunakan B 1504 BS 
untuk mobil dinasnya. Sementara masyarakat hanya boleh menggunakan 
angka enam ke atas. Maka kalau Anda ingin, bisa langsung meminta 
dengan nopol B 8686 BS, misalnya.

Terdapat kalangan lain yang beruntung nama panggilannya dapat terbaca 
dalam nopolnya. Mereka ini lalu membuat tatanan huruf dan angka pada 
nopol dengan jarak sama sehingga namanyapun terbaca. Ambil contoh 
Bagas, dia beruntung dapat menggunakan nopol B 464 S, tinggal diatur 
saja hingga bisa terbaca seperti namanya. 

Kegiatan serupa dapat dilakukan pula oleh pria bernama Timbo dengan 
menggunakan nopol Karawang, yakni T 1111 BO. Dia tinggal menyusunnya 
menjadi T 1 111 B O, jadi seakan terbaca namanya.
(Diambil dari Republika Online--otohobi)



Get your Free E-mail at http://balita.zzn.com
___________________________________________________________
Get your own Web-based E-mail Service at http://www.zzn.com



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links







                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
 Yahoo! Mail - Helps protect you from nasty viruses.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
What would our lives be like without music, dance, and theater?
Donate or volunteer in the arts today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/MCfFmA/SOnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke