Koran Mingguan TokohDenpasar=============== Tren Meningkatnya Prestasi Akademik 
dan Nonakademik  Siswi di Bali Siswa cenderung  tak Tekun dan Malas
 ADA tren menarik di dunia pendidikan di Bali belakangan ini. Kaum perempuan 
mulai unjuk gigi dalam bidang prestasi akademik maupun nonakademik. Kenyataan 
ini menunjukkan gambaran Ajang pemilihan siswa dan guru berprestasi di 
Singaraja, Buleleng, utara Pulau Bali pekan lalu bisa menjadi contohnya. 
Prestasi kaum wanita tampak lebih menonjol. Mereka tidak lagi ketinggalan dalam 
dari segi akademis maupun  nonakademis. Melihat perkembangan yang ada pada tiap 
sekolah, terlihat adanya kecenderungan lebih banyak siswi yang memiliki 
prestasi daripada siswa. Bagaimana pihak sekolah menyikapi hal tersebut?

Persentase  perempuan di masyarakat lebih banyak dari laki-laki. Adanya budaya 
yang lebih banyak mengekang perempuan dalam bertingkah laku di masyarakat 
membuat mereka sulit berapresiasi. �Itu dulu. Kini perempuan lebih berani 
tampil di berbagai ajang perlombaan. Mereka tidak mau ketinggalan,� ungkap Drs. 
Ida Bagus Bhaktiasa Kepala Sekolah SMUN 4 Singaraja. 

Adanya budaya masyarakat yang lebih mendisiplinkan perempuan dalam berbagai 
kesempatan --baik  waktu maupun tempat-- dipandangnya juga mempengaruhi  
tingkat intelektualitas perempuan.  Kedisiplinan  anak laki-laki juga lebih 
minim dibandingkan anak putri. �Contohnya tentang  absensi sekolah, anak putri 
lebih rajin daripada anak putra,� jelas Bagus Bhaktiasa. Hal senada juga 
diungkap Kepala Sekolah SMUN 2 Singaraja, Pande Nyoman Sumarta Yoga. �Dari segi 
disiplin, laki-laki memang kalah dari perempuan, bukan tidak ada laki-laki yang 
disiplin. Hanya saja, lebih banyak perempuan yang menonjol,� ungkapnya. 

Lebih lanjut Pande Nyoman mengatakan, anak laki-laki  memiliki daya pikir yang 
bagus dalam menyerap pelajaran. Namun dari segi keseriusan pun mereka kurang. 

Adanya keterbatasan perempuan dalam melakukan segala aktivitas yang berhubungan 
dengan dunia luar dinilai Pande Nyoman membuat mereka memilih untuk belajar di 
rumah. 

Namun berbeda dengan tanggapan I Gusti Ayu Indrawati, S.Pd, yang ikut dalam 
ajang Pemilihan Guru dan Siswa Berprestasi itu. Menurut �Bu Indra� --begitu ia 
disapa-- perempuan sekarang sudah tidak lagi terkekang oleh waktu. Asal 
kegiatan yang ia lakukan bersifat positif, orang tua pasti mengijinkan. 

Guru kimia SMUN 4 Singaraja ini mengatakan, "Masih banyak perempuan yang 
memiliki prestasi  tersembunyi, karena kurang berani mengekspresikannya. 
Menurut saya, banyaknya prestasi yang dicetak perempuan ketimbang laki-laki 
disebabkan karena aktivitas laki-laki yang lebih banyak. Laki-laki lebih 
disibukkan oleh dunianya sendiri.� 

Di sisi lain, Ketut Eresmawati, S.Pd, guru mata pelajaran ekonomi akuntansi di 
SMUN 1 Singaraja mengatakan, gambaran perempuan mencapai prestasi lebih tinggi 
dibandingkan laki-laki di dunia pendidikan disebabkan karena sifat bawaan. 
�Mungkin dari sifat bawaan, dimana putri biasanya lebih rajin dan tekun 
daripada putra,� ungkap guru yang ikut dalam ajang pemilihan tersebut. 

Ibu dari dua orang anak ini mengaku mengamati perkembangan tersebut. Selain 
pada anak didiknya di sekolah, ia juga melihat dari putranya di rumah. �Untuk 
belajar saja mereka harus dikasi tahu. Inisiatif juga kurang. Mungkin inilah 
yang menyebabkan tingkat intelektual  siswa putra lebih menurun. Namun tidak 
menutup kemungkinan, ada putra yang mengukir prestasi karena kedisiplinannya,� 
tambah Eresmawati (35). 

Melihat kondisi tersebut, Drs I Gusti Ngurah Agung memberikan pendapatnya. 
�Memang pertanyaan ini gampang-gampang susah. Menurut pengamatan saya selama 
ini, memang lebih banyak siswi yang berprestasi ketimbang siswa. Hal ini 
disebabkan karena mereka lebih tekun, cermat, dan rajin, dan dapat memotivasi 
dirinya. Anak  perempuan lebih cepat merasa malu jika prestasinya mundur 
ketimbang anak laki-laki. Untuk itu ia lebih memotivasi dirinya untuk 
meningkatkan prestasi,� ungkap Drs. I Gusti Ngurah Agung. 

Dalam hal ini Gusti Ngurah Agung juga menghapkan kepada orang tua agar 
memperhatikan anak-anaknya dalam hal peningkatan mutu pendidikan. Bukan hanya 
anak putri yang lebih diperhatikan, anak putra juga harus mendapkan perhatian 
yang sama. 

Dengan adanya persaingan antara siswa dan siswi dalam hal prestasi, mutu 
pendidikan akan semakin meningkat dan pembentukan SDM semakin banyak yang 
berkwalitas. -put

 




Untuk orang yang saya cintai, tak ada pengorbanan. Semuanya memang untuk dia, 
setulusnya.

 

 


                
---------------------------------
Yahoo! Mail Mobile
 Take Yahoo! Mail with you! Check email on your mobile phone.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke