Sebagai orang awam saya sich setuju saja pemakaian nomor kendaraan tsb, asalkan jangan disalah gunakan mentang-2 pakai mobil B 1 DKI trus main nyelonong aja ditengah kemacetan atau menerobos rambu-2 yang ada padahal yang pakai bukan sutiyoso/pejabat yang berhak (bisa aja istri/anaknya heehee....), disamping itu bisa juga sebagai kontrol bagi masyarakat kemana aja tuch pejabat dengan mobil dinasnya hehehehe..... siapa tahu pas kita lagi jalan-2 di mall, kafe, diskotik atau hotel remang-2 ada mobil pejabat yang nyelonong kesitu jadi kita bisa tahu khan..... pejabat macam apa dia itu hehehe..... okey gitu aja yach............... salam.........
zalwa setiyadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Polri Izinkan Gubernur Jakarta Pakai B 1 DKI Sejak beberapa waktu lalu, Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso nekad menggunakan kendaraan dinasnya dengan nomor polisi (nopol) B 1 DKI. Aneh memang. Bahkan jelas menyalahi aturan, karena terdapat tiga huruf di belangkang angka 1 yang menunjukkan jabatannya sebagai orang nomor satu di Pemda DKI ini. Selama ini, di kota manapun di Indonesia, aturannya memang hanya dikenakan satu atau paling banyak dua huruf untuk akhiran nopol semua jenis kendaraan bermotor. Sementara bagi pejabat Pemda, nopol mobil dinasnya hanya terdiri dari huruf depan yang menunjukkan kota bersangkutan dan satu angka tanpa ada akhiran huruf di belakangnya. Lalu pers pun sempat memberitakan 'kebandelan' gubernur yang mantan Pangdam Jaya itu. Tetapi pemberitaan itu bagai anjing menggonggong kafila berlalu, Sutiyoso tetap menggunakan plat nomor B 1 DKI itu. Polisipun tak menindaknya walau jelas nopol itu buatan sendiri, bukan produksi Polda Metro Jaya seperti aturan yang digariskan. Soal nomor polisi mobil dinas yang digunakan, tampaknya Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso sangat iri dengan sejawatnya. Karena kepala Daerah Tingkat I di seluruh Tanah Air berhak menggunakan nomor polisi D 1 misalnya, untuk gubernur Jawa Barat, atau H 1 untuk gubernur Jawa Tengah, dan L 1 untuk gubernur Jawa Timur. Sementara, Sutiyoso tak mungkin menggunakan mobil dinasnya dengan nopol B 1 atau B 2, karena telah dipakai oleh presiden dan wakil presiden. Nopol B dengan satu angka lainnya juga tak mungkin dipakainya karena dijatahkan buat mobil dinas petinggi pemerintah pusat lainnya. Namun, jelas karena keinginan menunjukkan dirinya sebagai orang nomor satu di DKI Jakarta --yang antara lain bisa tampak dari nopol mobilnya-- maka sejak beberapa tahun lalu Sutiyoso nekad menggunakan nopol mobil dinasnya dengan B 1 DKI. Kabarnya kenekatan itu dilakukan sambil terus mengusahakan legalitas penomoran mobil dinas jajaran Muspida DKI Jakarta dengan akhiran tiga huruf, DKI itu. Dari sisi legalitas, nopol mobil dinas Muspida Tingkat Satu di seluruh Tanah Air memang diatur oleh sejumlah perundangan. Dalam UU Lalu Lintas No 14/1992, UU Otonomi Daerah No 22/1999, dan PP 44/1993, serta Kepmen Perhubungan tahun 1993, dinyatakan gubernur beserta pimpinan Muspida lainnya dijatahkan menggunakan nopol mulai dengan nomor satu dan seterusnya. Namun ketentuan tersebut tak berlaku bagi Muspida Jakarta karena alasan pemakaian nomor tersebut oleh pejabat pemerintah pusat. Kenekatan Sutiyoso yang tetap menggunakan nopol tiga huruf itu ternyata membuat pihak kepolisian harus mencari jalan keluar. Ujungnya melalui Surat Keputusan Kapolri yang ditandatangani Jenderal Da'i Bachtiar, diputuskan bahwa pimpinan Muspida Jakarta bisa menggunakan akhiran tiga huruf yakni DKI untuk nopol mobil dinasnya. Maka sejak 1 Maret lalu muncullah secara sah no pol B 1 DKI untuk gubernur, dan berurutan B 2 DKI untuk wakil gubernurnya. Angka tiga untuk ketua DPRD, angka empat ketua Kejaksaan Tinggi, lima Pangdam Jaya, enam Pangmabar, tujuh Pangops AU, delapan Kapolda Metro Jaya, dan sembilan digunakan ketua Pengadilan Tinggi Jakarta. Perjuangan Sutiyoso yang juga dikenal gemar dunia otomotif itu tak sia-sia. Dan mimpinya beraktualisasi bersama mobil dinasnya dengan memakai nomor satu pun telah sah digunakan. Ternyata keputusan itu membuat 'iri' masyarakat Jakarta. Mereka juga ingin menggunakan tiga huruf di akhir nopol mobilnya. Kabarnya sejumlah pesanan nopol dengan tiga huruf pun kini banyak berdatangan. Tiga huruf yang paling sering digunakan nama keluarga untuk kalangan Cina seperti antara lain, SHE, TAN, LIM telah diblokir karena pemesanan pihak tertentu. Bahkan pemesanan itu langsung masuk ke Direktorat Lantas Mabes Polri, tidak melalui Polda Metro Jaya. Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Drs Sulistyo Ishak SH mengatakan, hingga kini keputusan tiga huruf di belakang nopol Jakarta hanya diperuntukkan pejabat Muspida. ''Jadi setahu saya Polda Metro hanya mengeluarkan sembilan nopol tersebut,'' terang Sulistyo. Namun demikian, lanjutnya, karena banyaknya jumlah mobil di Jakarta memang tidak menutup kemungkinan pengenaan tiga huruf di akhiran nopol Jakarta bakal diterapkan untuk mobil khalayak ramai. ''Tapi mungkin belum dalam waktu dekat ini,'' tambahnya. bid Nopol, Hoki, dan Gengsi Bagi sejumlah kalangan, nomor mobil dapat menjadi bagian dari kegiatan yang membawa keberuntungan. Seperti misalnya kebanyakan masyarakat Cina percaya, mobilnya akan banyak membawa keberuntungan bila mengenakan angka 9 atau berjumlah 9 pada nomor polisinya (nopol). Maka nopol B 99 ....atau B 999.... bahkan B 8181 ... menjadi favorit bagi kalangan ini.Ada lagi kalangan yang suka gagah-gagahan dengan menggunakan huruf di belakang angka pada nopol yang sebetulnya hanya diperuntukkan bagi pejabat negara. Ambil contoh pejabat sipil negara diberi hak menggunakan akhiran nopol dengan huruf BS (bantuan sipil). Sedang pejabat TNI Angkatan Darat dengan kode BD, BU (TNI-AU), BL (TNI-AL), dan terakhir BP (Polisi). Namun, kini banyak sekali mobil di Jakarta yang menggunakan akhiran nopol BD, BU, atau bahkan BP, misalnya. Mereka yang menggunakannyapun jelas bukan tentara atau pegawai negeri. Mereka masyarakat yang bisa 'membeli' akhiran nopol itu. Bedanya angka yang digunakan pada mobil mereka sebagian tiga huruf, sebagian lain empat huruf namun tidak dimulai dengan angka satu dan dua. Kepada pejabat negara angka awal nopol satu dan dua adalah hak mereka. Jadi semisal pejabat sipil akan berhak menggunakan B 1504 BS untuk mobil dinasnya. Sementara masyarakat hanya boleh menggunakan angka enam ke atas. Maka kalau Anda ingin, bisa langsung meminta dengan nopol B 8686 BS, misalnya. Terdapat kalangan lain yang beruntung nama panggilannya dapat terbaca dalam nopolnya. Mereka ini lalu membuat tatanan huruf dan angka pada nopol dengan jarak sama sehingga namanyapun terbaca. Ambil contoh Bagas, dia beruntung dapat menggunakan nopol B 464 S, tinggal diatur saja hingga bisa terbaca seperti namanya. Kegiatan serupa dapat dilakukan pula oleh pria bernama Timbo dengan menggunakan nopol Karawang, yakni T 1111 BO. Dia tinggal menyusunnya menjadi T 1 111 B O, jadi seakan terbaca namanya. (Diambil dari Republika Online--otohobi) Get your Free E-mail at http://balita.zzn.com ___________________________________________________________ Get your own Web-based E-mail Service at http://www.zzn.com *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------- Yahoo! Groups Links To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. --------------------------------- Do you Yahoo!? Yahoo! Mail - You care about security. So do we. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Has someone you know been affected by illness or disease? Network for Good is THE place to support health awareness efforts! http://us.click.yahoo.com/OCfFmA/UOnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

