Hehehehe... heran, dari mana anda dapat pengertian bahwa privatisasi berbanding lurus dg keuntungan? Anda salah besar menerjemahkan maksud privatisasi atau tepatnya pembukaan kompetisi. (kompetisi di Indonesia sering disamakan dg privatisasi)
Sederhananya saja seperti ini: perusahaan monopoli biasanya tidak efisien karena dg tidak adanya pesaing dia mempunyai bargaining position yang tinggi. Nah, perusahaan monopoli biasanya dimiliki oleh perusahaan negara. Membuka kompetisi antar produsen adalah effort untuk memaksa perusahaan2 ini berperilaku efisien dan menghilangkan keistimewaannya. Kasus lain adalah perusahaan negara ini mengurusi hal2 yg diluar core urusan pemerintah, misalnya punya toko dan hotel. Kalau kemudian ada privatisasi, atau menjual sebagian kepemilikan saham, ada berbagai tujuan dibalik itu: perubahan owner sehingga pihak manajemen lebih berhati2 (kalau pemiliknya negara, mau rugi juga ditalangi terus), melakukan benchmark atau justru sinergi/merged dg perusahaan sejenis/related yg dimiliki oleh owner baru tsb, mendapat fresh cash buat ekspansi usaha, atau bbrp kasus di Indonesia: nyari duwit buat nutup defisit APBN. Anda harus jeli melihat kasus per kasus. Saya pribadi ada yg setuju, ada yg tidak dg privatisasi yg terjadi di Indonesia. Ada yg saya tidak setuju caranya ada yg tidak setuju esensinya. Ada banyak BUMN yang cuma menggerogoti uang publik tanpa hasil, dan nature of businessnya bukanlah expertisenya pemerintah. Sebaliknya ada juga perusahaan yg karena nilai strategisnya penting, dilakukan semi kompetisi, misalnya listrik. Untuk transmisi nasional, dianggap lebih baik masih dimonopoli negara tetapi untuk pembangkit lebih baik dikompetisikan. Untuk kasus Paiton, itu terjadi karena adanya kebobrokan korupsi dimasa lalu dan sekarang sudah dikoreksi, sehingga harga beli pada harga yang wajar. Dinegara lain, ada juga BUMN yang bisa untung, tetapi mereka berkompetisi dg BUMN lainnya atau swasta. Untuk Temasek, tahukah anda bgm perusahaan ini beroperasi? Bgm KKN didalam perusahaan ini terjadi? Apakah lantas krn Temasek untung, kita menyimpulkan kalau perusahaan KKN itu bagus? Ini perlunya logika dan berpikir komprehensif. Jangan mudah menyimpulkan kalau A lantas B, dan mengabaikan faktor2 C,D,E dst yg mempengaruhi B ini. Bagi saya privatization is only one of the instruments, jadi sikapilah secara wajar saja. Ada kalanya perlu, ada kalanya tidak; namanya juga alat, kalo wajan dipake buat masak ok, tapi dipake buat bersihin kamar mandi? And it's not a monster created by the US. Sejarahnya panjang. So, privatisasi jangan dicampuradukkan dg hal2 diluar konteksnya. salam, fau --- In [email protected], A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Pendukung pro-privatisasi berpendapat BUMN pasti rugi > dan swasta pasti untung. Oleh karena itu, semua BUMN > harus diprivatisasi/diserahkan ke swasta agar untung, > tak peduli jika BUMN tsb mengelola barang yang vital > dan dibutuhkan rakyat banyak seperti air, listrik, dan > migas. > > Kenyataan menunjukkan sebaliknya. Temasek, BUMN > Singapura, menangguk untung besar yang hasilnya bisa > digunakan untuk memakmurkan rakyatnya. > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Ever feel sad or cry for no reason at all? Depression. Narrated by Kate Hudson. http://us.click.yahoo.com/LLQ_sC/esnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

