Salam,

Konflik internal partai ini membuktikan betapa partai politik 
sekarang ini telah menjadi milik dari pribadi-pribadi tertentu. 
peronalisasi partai politik yang pada tahun 1950an berakibat kepada 
munculnya demokrasi terpimpin bisa juga terulang pada masa yang akan 
datang apabila hal ini tidak segera berubah dan terus terjadi.

dan saya setuju bahwa hanya GOLKAR lah yang sekarang ini bisa 'main 
cantik' didalam kancah panggung politik nasional. karena meski dia 
pernah di cap sebagai partai diktator, setelah kran politik dibuka 
lagi terbukti dia bisa menyesuaikan diri dan mentransformasikan diri 
menjadi sebuah kekuatan yang bisa diperhitungkan.

Sementara PKS, dengan record para MP nya yang bersih serta tradisi 
kaderisasi yang lumayan terjaga, mungkin memang bisa menjadi 
penanding permainan cantik GOLKAR di panggung politik nasional.

Tentang ketakutan tentang kemungkinan masuknya kembali dwifungsi 
militer di panggung politik, saya kira adalah satu hal yang cukup 
wajar diungkapkan apabila kasus personalisasi politik ini terus 
berlanjut. tetapi selama masih ada kekuatan politik dalam bentuk 
partai-partai yang benar2 mengerti tugasnya didalam sebuah tatanan 
masyarakat yang demokratis, maka hal ini tidak akan pernah bisa 
terwujud. Dengan semakin meningkatnya kesadaran politik didalam 
masyarakat, dwifungsi militer bukanlah satu momok yang perlu untuk 
dicurigai.

Sebaliknya, yang perlu untuk dicurigai dan ditakuti adalah para elite 
politik yang tidak pernah mau mengakui adanya transformasi perubahan 
tradisi politik yang sedang bergulir di negeri ini. 

Karena apabila 'greed' dan 'selfishness' para elite politik ini terus 
menguasai jalannya proses politik yang ada, maka hanya kehancuran 
negara yang bisa diharapkan dimasa depan. Tidak akan pernah ada 
kemungkinan terjadinya kemajuan di negeri ini. 

Maukah kita menerimanya? 


Regards,

Qisa'i

AMU, Aligarh (UP) India


--- In [email protected], Carla Annamarie 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> konflik internal partai yang notabene untuk merebut kekuasaan,
> mempertahankan kekuasaaan, memperbanyak kolusi untuk memperkaya 
korupsi,
> orang2 yang duduk dipartai gak cuma  IQ nya rada jongkok tp EQ nya
> minus..:))..
> munkin diantara partai lain, partai golkar yang bisa 
maintain "bermain
> cantik..", banyak partai yang udah kehilangan power and confidence, 
tp
> kyknya golkar sampai sekarang masih team player dibanding partai 
lain...
> dilihat dari internal disputenya P3, PKB, even PDIP, kayaknya 
prediksi
> golkar akan semakin solid kedepan bisa jadi kenyataan.., or mungkin 
PKS
> saat ini lagi ngumpulin kekuatan n massa untuk menjegal 
Golkar..?..:))
> who knows...
> 
> 
> 
>                                                                     
                                       
>                       "irwank2k2"                                   
                                       
>                       <[EMAIL PROTECTED]        To:       
[email protected]                          
>                       e.com>                   
cc:                                                         
>                       Sent by:                 Subject:  [ppiindia] 
Re: Parpol sakit & predisksi dunia     
>                       [EMAIL PROTECTED]         politik ke 
depan: ???                                      
>                       
ups.com                                                               
               
>                                                                     
                                       
>                                                                     
                                       
>                       05/10/2005 
09:45                                                                 
    
>                       
PM                                                                    
               
>                       Please respond 
to                                                                    
>                       
ppiindia                                                              
               
>                                                                     
                                       
>                                                                     
                                       
> 
> 
> 
> 
> Maaf Bang Ikra,
> 
> Bukannya yang terlihat sekarang adalah kelanjutan dari 'rivalitas'
> kebangsaan dan kerakyatan saja?
> Yang satu mengklaim mengandalkan mesin parpol dan yang
> satunya mengklaim mengandalkan dukungan rakyat..
> Lihat saja uraian pengamat seperti Effendi Ghazali ('pakar' 
komunikasi)
> yang sering mengangkat tema 'pencitraan',  dll..
> Jelas terbaca kan..
> 
> Nah, kalau ada pelemahan parpol" lewat pintu atau jendela manapun,
> logikanya hal itu menjadi tidak aneh, toh..
> Atau jangan" (ekstrimnya) mengarahkan pada delegitimasi parpol
> di mata masyarakat.. Seperti yang selama ini berhasil ditanamkan
> ke masyarakat sebelum reformasi '97 kemarin..
> 
> Kita bisa lihat, bagaimana berhasilnya yang mengaku bukan partai
> itu berkiprah di depan masyarakat dengan lancar selama puluhan
> tahun..
> 
> Bukan begitu? Begitu bukan? CMIIW..
> 
> Wassalam,
> 
> Irwan.K
> 
> ========
> --- In [email protected], "Ikranagara" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Dear all;
> >
> > Di bawah ini saya kutipkan satu tulisan menarik untuk direnungi 
dari
> > MI. Intinya, nama militer naik daun. Militer pun kemudian merestui
> > anggotanya boleh ikut pemilihan kepala daerah.
> >
> > Di luar yang diungkapkan oleh Riswanda ini, saya melihat ada 
gejala
> > lain, yakni (1) semua partai mengalami kisruh di dalam dan pecah
> > atau melahirkan kelompok sempalan, dan (2) semua partai "dimasuki"
> > bekas-bekas Golkar. Nah, apakah ada hubungan antara dua gejala 
ini?
> > Siapa yang mengamati dengan jeli dan bisa mengungkai fenomena ini?
> >
> > Lalu, apakah yang bisa diprediksikan ke depan? Apakah ini akan
> > menjurus kepada bangkitnya kembali Dwifungsi Militer tapi dalam
> > bentuk lain yang lebih sofistikated alias terselubung?
> >
> > Ikra.-
> >
> >
> >
> > Prof Riswanda: Partai-partai di Indonesia Sakit
> >
> >  JAKARTA--MIOL: Gurubesar Ilmu Politik dari Universitas Gajahmada
> > (UGM) Prof Dr Riswandha Imawan menilai demokrasi Indonesia yang 
baru
> > tumbuh dan berkembang sejak runtuhnya Orde Baru kini layu, karena
> > partai-partai yang ada dalam keadaan sakit.
> >
> > "Tak ada demokrasi tanpa partai politik. Jadi, tak ada demokrasi
> > yang kuat tanpa partai-partai yang kuat, " katanya dalam pidato
> > politik sehubungan dengan peluncuran dua buku karya wartawan 
senior
> > Rosihan Anwar dan peneliti Sukardi Rinakit di Jakarta, Selasa.
> 
> 
> 
> 
> 
> 
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
> 
**********************************************************************
*****
> 
______________________________________________________________________
____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Yahoo! Groups Links




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources 
often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today!
http://us.click.yahoo.com/5F6XtA/.WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke