HARAPAN BUMI SEBAGAI TEMPAT HUNIAN HANYA PADA KACOAK!
Catatan singkat Ikranagara.-

Zaman dulu memang yang saling bunuh itu menggunakan kekuatan 
kerajaan, alasannya macem-macem deh, termasuk alasan agama dst. 
Intinya: saling bunuh! Korban manusia bergelimpangan, warna tinta di 
buku sejarah semua... merah karena darah!

Lalu zaman modern muncul dengan "agama baru" berupa ideologi modern 
yang merupakan hasil renungan Cartesan para filsuf Barat sono, lalu 
menglobal, melahirkan Perang Dingin, dst. Korban manusia 
bergelimpangan, warna tinta di buku sejarah semua... merah karena 
darah! Termasuk sejarah di negeri kita. Zaman itu, kalau di negara 
yang dimenangkan oleh kekuatan Marxis, maka yang anti 
Marxisme/Komunisme dibabat habis. Baca saja sejarah Uni Soviet, RRC, 
Kuba, Eropah Timur, dst. Karena di negeri kita yang menang adalah 
yang anti Marxisme, maka yang pro Marxisme/Komunisme dibabat habis. 
Sekarang alasannya terorisme. Dll. Kekerasan dan kekerasan.

Kok manusia suka sekali saling bunuh, ya? Kok asyik sekali melakukan 
tindak kekerasan, ya? Dan manusia umumnya paling suka nonton 
pertunjukan yang mengetengahkan kekerasan. Dulunya gladiator diadu 
sampai mampus salah satunya. Lalu ada manusia diadu dengan singa. Di 
negeri kita ada manusia diadu banteng liar, mirip dengan yang di 
Spanyol yang sampai sekarang dilestarikan itu. Lalu adu tinju. Adu 
gulat. Dll. Asyiiiiik deh manusia umumnya kalau lagi menyaksikan 
kekerasan demi kekerasan, entah itu di arena yang darat atau pun 
yang maya.

Kok manusia seperti itu, ya? Heronya adalah warrior and warrior! 
Maka saya cenderung menamakan manusia yang berbudaya kekerasan itu 
untuk disebut sebagai "Homo sapiens warrior-ensis"-lah! Dan umumnya 
kita memang dari jenis ini. Jenis ini paralel dengan mahkluk 
simpanzee-besar. 

Ya, jenis simpanzee itu terbagi dua: ada simpanzee-besar, ada juga 
yang simpanzee-kate. Nah, yang besar itu sukanya kekerasan dan 
ganas, pendek kata: asyik dengan kekerasan. Tapi yang kate, dan 
biasa disebut jenis Bonobo, sukanya bermain cinta dengan segala 
macam cara. Jadi, kalau para pengamat tidak mudah menemukan binatang 
bermain cinta, dan mereka harus nunggu "musim kawin" tiba, dst, 
tetapi kalau mengamati Bonobo mudah sekali mereka menyaksikan 
adegan "make love" dilakukan Bonobo dengan berbagai cara. Itu memang 
hobby-nya Bonobo, enggak yang male enggak yang female. "Make love 
Not war" sepertinya telah merupakan agama bagi para Bonobo.

Jadi, umumnya kita sejajar dengan simpanzee-besar, karena sama-sama 
suka kekerasan dalam menyelesaikan perselisihan antara sesama kita. 
Ya, ada juga yang sejajar dengan Bonobo, tentu saja. Nah, Anda pilih 
yang mana?

Dari kalangan manusia, jenis manusia yang sejajar dengan Bonobo itu  
saya menamakan "Homo sapiens ghandi-ensis." Ya, betul, nama ini dari 
Mahatma Ghandi, seorang tokoh sejarah yang nyata dan bukan dongeng 
atau berbau mitologi.

Sumber prilaku kekerasan manusia itu dari mana sih?

Sumber prilaku kekerasan manusia dan simpanzee-besar, juga binatang-
binatang lainnya, yang mammalia maupun yang bukan, itu ada di dalam 
Otak kecil-nya, di bagian belakang benak di craneum, yaitu di 
Modulla Oblongata-nya. Tapi cilakanya kontrol untuk bisa survive 
(sejalan dengan prinsip Darwinian "survival of the fittest") itu ada 
di sana itu! 

Jadi, pernah Profesor MacLean yang menetiti evolusi otak dan prilaku 
manusia itu mencoba membuang bagian itu dari monyet yang ganas di 
dalam laboratoriumnya. Apa hasilnya? Monyet liar dan ganas itu jadi 
jinak, tetapi tidak memiliki daya atau kebiasaan untuk bisa hidup 
lagi. Kalau lapar kan mestinya makan makangan yang disediakan. Dia 
tidak begitu. Kalau mau keluar dari kerangkeng mestinya lewat pintu 
keluar. Dia tidak lagi bisa begitu, emlainkan main tabrak saja. Dst. 
Akibatnya dia tidak bisa survive. Dia pun mati.

Dari mana sumber yang hilang dari monyet yang dieksperimen Profesor 
ini? Dia melakukan penyelidikan evolusi, dan ketemu: itu asalnya 
dari Reptelia! Nah, karena itulah dalam teori "Tri-une Brain"-nya 
dia menamakan sumber kekerasan itu adalah "R-Complex." Dan "R-
Complex" ini ada di dalam benak otak kita juga lho! Karenanyalah 
manusia punya potensi untuk melakukan kekerasan termasuk saling 
bunuh menumpahkan darah.

Kepada yang beragama islam, cobalah buka Surat Al Baqarah di dalam 
Al Qur'an, maka akan ditemukan di sana kenapa Malaikat pada mulanya 
menolak untuk bersujud kepada manusia ketika manusia diangkat 
menjadi Khalifah fil Ardhi, asalannya ya itu tadi: mekhluk yang 
bernama manusia ini akan menumpahkan darah sesamanya dan ... merusak 
lingkungan hidupnya alias bumi!

Tapi Tuhan punya rencana yang tidak diketahui oleh Malaikat.

Saya tahu rencana Tuhan itu: 

"Homo sapiens warrior-ensis" akan punah dan digantikan oleh "Homo 
sapiens ghandi-ensis." Dan hal ini saya ungkapkan dalam puisi saya 
berjudul "Di Bawah Sinar Bulan Purnama/Under the Full Moon Light" 
yang merupakan salah satu puisi dalam kumpulan puisi dengan judul 
dari puisi ini, akan segera terbit dalam dua bahasa Indonesia-
Inggeris.

Dan tema ini juga saya ungkapkan dalam novel trilogi "Abad demi 
Abad" di buku ketiga "Ada Kacoak di Ujung Jalan." Manusia jenis 
pertama akan punah, karena radiasi nuklir dari ledakan yang terus 
menerus berlangsung di Matahari tidak terbendung lagi akibat 
lenyapnya medan magnetik bumi. Tidak ada yang mampu bertahan 
terhadap sengatan nuklir dari matahari ini, semua makhluk hidup akan 
punah, kecuali ... kacoak! Ya, kacoak terbukti tahan terhadap 
radiasi nuklir! Dan kacoak inilah yang akan memulai evolusi baru di 
permukaan bumi yang tak punya medan magnit sebagai pelindung.


Bethesda, MD, USA, Mei 2005

 


--- In [email protected], "mohdsyissamsul" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> ooooo,,,,ternyata ada juga penyokong nya orang orang islam liberal 
> indonesia disini ya.........
> yang benar aja,,, itu kan cuma film, bisa nggak dipercaya keutuhan 
> sejarahnya?!!
> saya belum pernah jumpa sejarah yang mengatakan pasukan salib 
> berbaik baikan dengan pasukan muslim pada era perang salib.
> lihat saja, ketika pasukan salib masuk dan ingin menguasai baitul 
> maqdis di palestina,,, apa yang terjadi ???, dengan tanpa belas 
> kasihan mereka membunuh orang2 islam, ibu yang hamil ditusuk 
> perutnya sehingga keluar janin yang ada dalam perutnya, anak2 
kecil 
> yang tidak berdosa dibunuh dengan seenaknya seolah-olah membunuh 
> kecoa....
> setelah itu lihat lagi, bagaimana ketika solahuddin memasuki dan 
> mengambil alih kembali baitul maqdis palestina dari tangan 
> salibis.......menakjubkan!!!! tidak ada pertumpahan darah.......
> inilah kisah yang sebenarnya bung.....
> baca sejarah dulu sebelum nonton filem yang gituan..........
> barat membuat filem itu kan ada tujuan dan maksudnya......
> ok, sekian dan maaf kepada yang tersinggung,,,,but this is the 
> real....
> --- In [email protected], Robertus Budiarto 
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Dikau sungguh benar Bung!  Nggak di Kristen nggak di Islam. 
Selalu 
> saja ada yang memilih menjadi kecoak-kecoak kemanusiaan. 
> >  
> > Entah bagaimana kaum yg tekun membela Tuhan ini hobinya seperti 
> kecoak, berputar-putar dan bersarang di tempat pembuangan, yg bau 
> berisi campuran hasil Diare dan segala macam pembuangan reaksi 
> biokimia lainnya.
> >  
> > Menurut aliran Freudian, ini karena mereka sebenarnya masih 
> infantil, nggak mateng. Tanpa sadar mereka maunya mendominasi, 
> menguasai, melebihi yg lainnya. Merendahkan manusia lain. Karena 
> mereka tidak yakin akan dirinya sendiri yg sebenarnya fitrah 
Allah. 
> Mereka mengkotbahkan agamu lah yg paling hebat, sebenarnya yg 
> dimaksud akulah yg paling hebat.
> >  
> > Kalau gak ada umat agama lain, maka sasarannya ya umat agama 
> sendiri yg dianggap pengetahuan agamanya rendah atau nyeleneh lalu 
> rame-rame menjadi sok pahlawan, sok membela Tuhan....  he..he..  
> seakan-akan Tuhan itu impoten, guoblok, idiot...  he...he... 
he...  
> manusia-manusia ... lagak mu itu loh.... !!!!  Maka jadilah 
Kingdom 
> of Kecoak.....
> >  
> > By the way:  
> > Saladin si pahlawan perang salib itu orang Kurdi. Keturunannya 
di 
> Irak Utara pernah dibantai oleh Sadam dgn gas beracun dari Jerman. 
> Orang tua anak-anak bayi pada nyungsep semua. Makanya keturunan 
> Saladin ini guedhek buanget ama Sadam. Dan di Indonesia si Sadam 
> dijadikan pahlawan banyak orang. ...he..he... gara-gara Bush 
> goblok... orang-orang ini jd tambah goblok....he..he..he..
> >  
> > Itulah kalau sombong mencoba menjadi Pahlawan Suci meremehkan 
> Tuhan, kualat jadi Kecoak...
> >  
> > Negara kita sudah muomprot kaya gombal, mohon teman-teman sadar 
> hormatilah agama Islam hormatilah agama Kristen hormatilah manusia 
> walaupun dia tidak beragama...  atau anda-anda mau berpartisipasi 
> menjadikan tanah ai tercinta ini menjadi Kingdom of Kecoak??
> >  
> > Wassalam
> > Bobby B
> >  
> > 
> > 
> > Nugroho Dewanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > 
> > halo semua,
> > 
> > aku baru pulang nonton kingdom of heaven,
> > film yang keren banget....
> > 
> > teman-teman yang sering berdebat soal agama sebaiknya
> > nonton film itu.... ada banyak hal bagus yang bisa dipelajari...
> > 
> > kehalusan budi, kebijaksanaan dan toleransi salahudin
> > maupun pemimpin pasukan salib.... kalau ketemu mereka
> > saling bertukar sapa: asalamualaikun dan pemimpin pasukan
> > salib menjawab peace be upon you.... ademmmm
> > dengarnya...
> > 
> > tapi ada juga contoh buruk kelakuan provokator-provokator
> > yang ada di kedua belah pihak...
> > 
> > teman-teman tinggal memilih mau ikut contoh para pemimpin
> > atau para provokator...?
> > 
> > salam damai,
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> 
*********************************************************************
> ******
> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
> Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-
> india.org
> > 
> 
*********************************************************************
> ******
> > 
> 
_____________________________________________________________________
> _____
> > Mohon Perhatian:
> > 
> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
> otokritik)
> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
> dikomentari.
> > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> > 
> > 
> > 
> > 
> > ---------------------------------
> > Yahoo! Groups Links
> > 
> >    To visit your group on the web, go to:
> > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
> >   
> >    To unsubscribe from this group, send an email to:
> > [EMAIL PROTECTED]
> >   
> >    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of 
> Service. 
> > 
> > 
> >             
> > ---------------------------------
> > Yahoo! Mail
> >  Stay connected, organized, and protected. Take the tour
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
What would our lives be like without music, dance, and theater?
Donate or volunteer in the arts today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/MCfFmA/SOnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke