RUU SDA dan Mafia Emas Biru Utang telah menjadi candu bagi para pengambil keputusan di negeri ini. Demi mendapatkan utang, pemerintah dan DPR rela membuat peraturan yang memberi jalan masuknya mafia air kelas dunia ke tanah air. Rancangan Undang-Undang (RUU) Sumber Daya Air (SDA) adalah contoh mutakhir.
Utang yang tengah dibidik lewat pembuatan RUU SDA adalah 150 juta dolar AS (Rp 1,275 triliun) untuk menutup defisit APBN 2004. Menurut Koalisi Rakyat Untuk Hak Atas Air, utang itu merupakan paket dari 300 juta dolar AS (Rp 2,550 triliun) yang dikenal dengan program water resources sector adjustment loan (Watsal). Watsal adalah bantuan yang mengucur dengan syarat: penerima utang mereformasi kebijakan nasional, kerangka regulasi, institusi, serta pengelolaan daerah aliran sungai dan irigasi. Data The Center For Public Integrity (CPI) Washington, pada 1996-2002, sepertiga dari 276 negara penerima utang Bank Dunia dipaksa menyetujui syarat itu. Namun, yang terjadi bukanlah reformasi, tapi liberalisasi sektor publik. Mengapa Bank Dunia mengharuskan syarat-syarat? Persoalan itu jelas bila menyimak KTT Bumi di Johannesburg, Afrika Selatan. Sidang-sidang yang berkaitan dengan sumber daya air bersih ditengarai telah menjadi sasaran korporasi-korporasi internasional. Bank Dunia memainkan peran itu sebagai katalisator pembukaan kran privatisasi air. Ketua Departemen Komunikasi dan Jaringan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Suryama M Sastra, mengaku sudah membaca indikasi masuknya korporasi internasional ke Indonesia. ''Mereka sudah antre menunggu selesainya pembahasan RUU SDA,'' katanya. Air adalah emas biru yang diburu dalam dua dasawarsa terakhir. Istilah emas biru diperkenalkan buku berjudul The Water Barons: How a Few Powerful Companies are Privitizing Your Water. Buku yang sedang diterjemahkan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) ini merupakan hasil investigasi 36 jurnalis terhadap bisnis air di sembilan negara: Indonesia, Afsel, Argentina, Kolombia, Filipina, Kanada, Australia, Prancis, dan Amerika Serikat. Para jurnalis yang tergabung dalam The International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) itu mengungkapkan pengusaha-pengusaha air kelas dunia punya lobi tingkat tinggi dengan lembaga kelas dunia seperti Bank Dunia, IMF, WHO, hingga WTO. Nilai perdagangan air tahun 2002 versi Bank Dunia adalah 800 juta dolar AS. Tapi, data ini dibantah CPI yang menemukan angka: 3 miliar dolar AS! run Direktorat Jenderal Geologi & Sumber Daya Mineral Address: Jl. Prof Dr. Supomo, SH No.10 Jakarta-12870Phone : 021-8295608 / Fax: 021-8297642 Webmaster: [EMAIL PROTECTED] / DJGSM Info: [EMAIL PROTECTED] http://www.djgsm.esdm.go.id/id/berita/media/33,762,id,1.html Bacalah artikel tentang Islam di: http://www.nizami.org Discover Yahoo! Stay in touch with email, IM, photo sharing and more. Check it out! http://discover.yahoo.com/stayintouch.html ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Dying to be thin? Anorexia. Narrated by Julianne Moore . http://us.click.yahoo.com/FLQ_sC/gsnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

