ibu Fauziah,Terimakasih anda sudah susah payah menjelaskan duduk perkara 
sesungguhnya. biasanya mereka yang duduk dan menonton tidak mengerti inti 
permasalahan di lapangan. mereka menambah keruwetan dengan memakai filosofi 
keagamaan yang tidak tepat sasaran. why ? barangkali mereka biasa terdidik, 
bahwa kalau tidak mampu memakai logika akal sehat, mereka disuruh berdoa oleh 
orang tuanya atau gurunya, sehingga mereka seperti burung unta yang tidak bisa 
melihat realita dan bahaya mengancam. doa memang perlu dan menyembuhkan psikis 
kita, tatkala kita tidak punya jawaban dan obat mujarab atas kesulitan kita, 
tapi kita terlalu sering menggunakan terapi doa dan keagamaan untuk masalah 
riil. Iming--- On Thu 05/12, fauziah swasono < [EMAIL PROTECTED] > 
wrote:From: fauziah swasono [mailto: [EMAIL PROTECTED]: [EMAIL PROTECTED]: Thu, 
12 May 2005 04:51:58 -0000Subject: [ppiindia] Re: Privatisasi: Siapa Bilang 
Swasta Pasti Untung? Pro Aris...Mas/Mbak Aris 
ysh,Makasih atas tanggapannya. Saya setuju sebagian pendapat anda. Sayajuga 
bukan pendukung neo-liberalisme. Tetapi kita hidup di zaman yangsudah tidak 
memungkinkan kita untuk memusuhi bulat2 kapitalisme, dansaya melihat -despite 
of unfair sides- masih ada bagian dariliberalisme yang tidak salah. Dari zaman 
Rasulullah SAW pun tidak adapelarangan orang menjadi kaya dan memiliki modal. 
Kalau Islam punyamekanisme zakat untuk redistribusi modal, maka didunia 
kapitalisme iniada yg namanya pajak; atau spt di Malaysia: keduanya. Ketika 
kita berdiri di track bersama pelari2 lain yg mampu berlaricepat sedangkan kaki 
kita masih lemah, apakah yg harus kita lakukan?Tidak mau berlari dan mengutuk 
para pelari lainnya? Atau mencobasekuat tenaga berlari dijalur yang aman -spy 
tidak ditabrak pelarilain- sambil menguatkan diri kita? Tulisan tsb saya 
maksudkan untuk menggugah pemikiran kita, karena kitacenderung lebih suka 
menyalahkan orang lain daripada melihat kelemahandiri kita sendiri. 
Kalau begini terus, kapan kita akan memperbaikinya?Sejarah tidak membuktikan 
bahwa model sosialisme bisa mengungguliliberalisme, sehingga berangan2 bahwa 
azas sosialisme akan memperbaikiekonomi kita dan menghancurkan kapitalisme 
hanyalah utopia. Bagi saya,yg penting kita bisa bermain smart, karena kita toh 
tidak bisa menutupdiri dari dunia luar. Soal konspirasi, ada benar ada 
tidaknya. Saya ulangi lagi: play smart.Tidak melulu yg dari luar itu salah, 
tidak semua juga benar. Khususkasus IMF, IMHO, ada 2 kesalahan utamanya di 
Indonesia: salah diagnosadan memberikan resep generik. Tetapi ada bbrp 
kesalahan utamapemerintah kita saat itu: bermain2 dg waktu (tidak alert akan 
bahayayg mengancam), mengabaikan sekuensial liberalisasi pasar uang(ceroboh), 
dan mengamini saja resep generik IMF (tidak play smart). Tapi ada sedikit yg 
meringankan kesalahan 2 belah pihak: nobody knowswhat really should do at that 
time. Situasinya sangat buruk, tidak adapengalaman yg memadai, dan tidak 
banyak pilihan karena seolah waktuberjalan sangat cepat. Kalau anda yang 
menjadi Presiden, atau Menkeusaat itu, yakinkah anda bahwa bisa menghandle 
situasi menjadi lebihbaik? (Maaf bukan nantangin, ttp ini yang ditanyakan ke 
saya pada saatsaya mengkritisi IMF dan Pemerintah RI disuatu sesi diskusi 
dgprofesor2 dan pejabat IMF. Katanya gini: analisis anda bagus karenahal itu 
sudah berlalu :D ).Saya pikir, hubungan kita dg IMF adalah hubungan transaksi. 
Ada ijabkabul, kita bebas bilang ya atau tidak. Kalau ada hal2 yg kita 
lihatberpihak pada kepentingan US dan merugikan kita, kita bisa bilang No.Tidak 
adil kalau kita menimpakan semua kesalahan pada IMF, peran kitasendiri cukup 
besar didalamnya, bahkan sampai saat ini. (Saya bisabilang ini karena pernah 
bbrp kali lihat langsung rapat penyusunan LoI). Saya orangnya pragmatis, dan 
mencoba rasional. Kalau orang menentanghabis2an liberalisme, saya mencoba 
menempatkannya pada realita. Kalaukita tidak rela ada pemain swasta masuk di 
pembangunan listrik,silahkan nikmati saja kekurangan listrik bbrp tahun 
mendatang danbiarkan daerah pedalaman tetap tak terjangkau listrik. Memangnya 
kitamasih sangat kaya raya sehingga punya modal besar buat membangun 
semuanya?Soal ketimpangan pemain di perdagangan dunia, yes, saya melihat 
ituada. Makanya kita juga seharusnya berusaha pegang truf spy 
tidakdipermainkan. Kita adalah pasar yang besar untuk market dunia, inisalah 
satu truf kita.. eh malah kita dijadikan tempat buang "sampah".Kalau dirunut 
ternyata banyak hal yg sangat bisa diperbaiki, soalekspor, soal hak cipta, soal 
kuota, soal buruh, dll... sayangnya nggakbanyak yg dilakukan sampai sekarang. 
Soal ISO, mmmm... panjang kalau dibahas disini, tetapi perludiperbandingkan 
juga bagaimana negara2 lain spt Malaysia dan Thailandmenyikapinya. Tidak selalu 
ada hubungannya antara penerapan ISO danlepasnya industri kita. Spt pernah saya 
tulis sebelumnya: jangantergesa2 menyimpulkan kalau A maka B hanya karena 
keduanya 
ada,mungkin sekali ada C,D,E yang mempengaruhi B ini. Thanks toeconometrics, we 
can apply the data to see relationship among thosefactors. Maaf ya Mas/Mbak 
Aris, saya malah panjang banget jawabnya. Padahalbelom tuntas yg ada dikepala 
saya, tapi saya harus menyelamatkanmasakan saya dikompor ;) .. sorry ya... tak 
cukupkan sampe disini.Maaf kalau ada kata yg salah; kalau sempat saya akan cek 
imel laginanti dikantor.pisss,fau------------------------ Yahoo! Groups Sponsor 
--------------------~--> What would our lives be like without music, dance, 
and theater?Donate or volunteer in the arts today at Network for 
Good!http://us.click.yahoo.com/MCfFmA/SOnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM--------------------------------------------------------------------~->
 
***************************************************************************Berdikusi
 dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
www.ppi-india.org***************************************************************************__________________________________________________________________________Mohon
 Perhatian:1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
dikomentari.3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email 
perhari: [EMAIL PROTECTED] No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] kembali 
menerima email: [EMAIL PROTECTED] Groups Links<*> To visit your group on 
the web, go to:http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/<*> To unsubscribe 
from this group, send an email to:[EMAIL PROTECTED]<*> Your use of Yahoo! 
Groups is subject to:http://docs.yahoo.com/info/terms/

_______________________________________________
No banners. No pop-ups. No kidding.
Make My Way  your home on the Web - http://www.myway.com


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
In low income neighborhoods, 84% do not own computers.
At Network for Good, help bridge the Digital Divide!
http://us.click.yahoo.com/HO7EnA/3MnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke