Sekarang ini, kita tidak hanya harus belajar dari Bangsa Barat 
(Amerika Utara dan Eropa), namun juga dari bangsa Arab dan Amerika 
Latin, khususnya untuk menumbuhkan keberanian dan kewibawaan kita 
sebagai bangsa yang berdaulat. 

Sidik


KOMPAS, Jumat 13 Mei 2005

Pemimpin Arab-Latin Gugat Definisi Teroris 


Brasilia, Rabu - Para pemimpin Arab-Latin mengakhiri pertemuan 
dengan meluncurkan "Deklarasi Brasilia". Salah satu isi deklarasi 
adalah meminta pendefinisian teroris. Apakah perlawanan atas 
pendudukan asing merupakan teroris?

Pertemuan puncak itu dihadiri oleh 34 negara yang berasal dari Timur 
Tengah, Afrika Utara mewakili dunia Arab dengan Amerika Selatan 
mewakili dunia Latin. Pertemuan itu mempersatukan dua wilayah yang 
memiliki jarak yang jauh. Dua wilayah memiliki perbedaan agama, yang 
satu Muslim dan yang lain Katolik.

Namun, dua wilayah itu menjadi satu karena memiliki rasa senasib 
sepenanggungan, yakni terdesak oleh hegemoni Amerika Serikat (AS) di 
arena politik. Pertemuan itu dinilai memiliki gengsi yang setara 
dengan pertemuan pertama gerakan nonblok pada dekade 1960-an untuk 
menandingi dominasi kekuatan Uni Soviet dan AS saat itu. Pertemuan 
ini juga dianggap sebagai langkah baru untuk menghidupkan kerja 
sama "Selatan-Selatan".

Nuansa perlawanan pada dominasi AS yang dinilai selalu bertindak 
sepihak dan menekan kelompok lain menjadi penekanan utama. Arab-
Latin, karena itu, sepakat untuk terus memperkuat hubungan ekonomi 
dan politik. Hal itu didukung para pemimpin Arab-Latin, yang 
berpenduduk sekitar 600 juta jiwa.

"Bagi saya, pertemuan ini menandai sebuah momen bersejarah dalam 
hubungan kami," kata Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva, 
ketika memberikan kata penutupan pada pertemuan dua hari itu.

"Hubungan antara Amerika Selatan dan negara-negara Arab tak akan 
pernah sama lagi," kata Presiden Silva yang menjadi pionir utama 
pertemuan itu. Ia mengusulkan agar Arab-Latin mengadakan pertemuan 
puncak saat berkunjung ke Timur Tengah tahun 2004.

Dengan menggunakan pakaian formal diwarnai pakaian resmi Timur 
Tengah dengan ciri jubah panjang dan kepala ditutup kain yang diikat 
tali, para pemimpin menyetujui deklarasi. Arab-Latin akan kembali 
mengadakan pertemuan puncak di Maroko pada tahun 2008 dan pertemuan 
tingkat menteri luar negeri di Argentina pada tahun 2007.

Komentar kelompok Yahudi

Israel dan kelompok Yahudi merasa terserang dengan deklarasi 
pertemuan tersebut. Kelompok ini mengatakan salah satu isi deklarasi 
bersifat mendukung terorisme dengan adanya kalimat yang membela hak- 
hak rakyat untuk menentang kehadiran pasukan asing. "Mereka 
mendukung secara implisit aksi-aksi Hamas dan Hezbollah," kata Duta 
Besar Israel untuk Brasil, Tzipora Rimon.

Pertemuan Arab-Latin itu juga dihadiri Presiden Venezuela Hugo 
Chavez, yang secara konsisten merupakan penentang kebijakan AS. 
Presiden Irak Jalal Talabani juga turut hadir. Namun, para pemimpin 
dari Arab Saudi, Mesir, Suriah, dan Jordania tidak hadir. Mereka 
diwakili pejabat tinggi.

Pertemuan tersebut juga bertujuan meningkatkan posisi tawar dua 
wilayah di panggung internasional. "Masing-masing dan setiap era 
selalu memiliki ciri tersendiri," kata Sekretaris Jenderal Liga Arab 
Amr Moussa.

"Pada abad baru ini sebuah gerakan telah diluncurkan."

Silva mengatakan, tujuan aliansi baru itu adalah mengubah tatanan 
dunia, yang kini ditandai dengan fenomena negara yang kaya semakin 
kaya dan yang miskin semakin miskin. Namun, Presiden Silva 
mengatakan masih banyak yang harus dilakukan untuk mewujudkan impian 
Arab-Latin itu.

Abbas

Presiden Palestina Mahmoud Abbas meminta negara-negara Amerika 
Selatan menekan Israel lebih keras agar menghargai komitmen soal 
perdamaian. "Kami sudah memberikan komitmen dan menghargai mereka. 
Kami meminta semua rekan kami di dunia untuk memaksa Israel 
menghargai kesepakatan," katanya.

Abbas merujuk pada langkah-langkah perdamaian yang sudah disetujui 
dan tertuang pada "Peace Road Map".

Malvinas

Argentina menginginkan agar deklarasi Arab-Latin meminta Inggris 
untuk berunding dengan Argentina soal Kepulauan Falkland (Islas 
Malvinas). Inggris menang dalam perang dengan Argentina pada tahun 
1982 setelah Argentina menginvasi Malvinas.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Richard Boucher menolak 
berkomentar soal deklarasi Arab-Latin dengan mengatakan belum 
membacanya.

Namun, para analis mengatakan, pertemuan itu tidak akan berdampak 
apa pun pada hubungan Arab-Israel, sebagaimana diutarakan David Mack 
dari Middle East Institute di Washington. (AP/AFP/REUTERS/MON)





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke