Hari ini Dr telah memberikan vonis terakhir, bahwa usia saya tidak lama
lagi, tetapi entah ini sebulan lagi, entah seminggu lagi, entah sehari lagi,
ia tidak bisa memastikannya 100%, tetapi yg sudah pasti ajal saya sudah
dekat. Apakah Anda tahu bahwa penderitaan yg paling berat bagi orang yg
dihukum mati ialah menunggu hari X atau hari kematiannya. Tanpa dinyana hal
yg serupa harus terjadi di dlm kehidupan saya sendiri.

Ketika saya mendengar vonis tsb rasanya ingin saya menjerit dan bertanya
kepada Tuhan: "Why me, Tuhan?"

Bagaimana dgn istri maupun anak2 saya, apalagi anak2 saya masih kecil?
Mereka masih membutuhkan kasih sayang maupun bimbingan dari seorang ayah.
Satu beban yg tidak ringan bagi mereka yg akan ditinggal. Apakah kalau saya
memohon kepada-Nya, Tuhan masih akan berkenan untuk memperpanjang resident
permit saya di dunia ini?

Detik2 terakhir ini rasanya sangat berat dan sangat menyedihkan sekali,
apakah esok hari saya masih bisa melihat matahari terbit, ataupun mendengar
burung berkicau? Berapa banyak waktu lagi saya miliki? Sekaranglah baru saya
sadar dan baru saya bisa menilai maupun merasakannya bahwa kehidupan itu
benar2 satu karunia yg paling indah yg telah diberikan oleh Allah kepada
kita umat manusia.

Pada saat2 terakhir ini rasanya saya ingin menatap wajah istri maupun anak2
saya selama mungkin, saya ingin mendengarkan suaranya sebanyak mungkin,
bahkan saya ingin membelai maupun memeluk mereka selama mungkin, saya benar2
merasa takut kehilangan mereka. Hari esok mungkin sudah terlambat??

Sayapun merasa bingung apakah perlu saya menceritakan sedini mungkin kepada
istri maupun anak2 saya, bahwa suami/ayahnya tidak lama lagi akan meninggal
dunia? Saya khawatir, karena apabila mereka mengetahui bahwa ajal saya sudah
dekat, pasti mereka akan bersedih hati, mereka tidak akan bisa hidup ceria
lagi, sedangkan saya tidak ingin membuat mereka berduka hati di hari2
terakhir ini. Saya sangat mengasihi istri maupun anak2 saya.

Selain dari itu entah kenapa rasa takutpun mulai timbul, apakah saya akan
masuk neraka? Mengingat kehidupan saya se-hari2nya tidaklah bisa dibilang
murni bebas dari dosa 100%. Tiap hari saya masih berbuat dosa tiada
henti2nya, walaupun saya berdoa untuk memohon pengampunan daripada-Nya,
tetapi apakah melalui doa tsb, dosa saya sudah benar2 bisa di ampuni? Apakah
saya seorang pengecut atau seorang yg cengeng apabila saya mengakui bahwa
saya sebenarnya merasa takut untuk dipanggil pulang?

Dlm keadaan ketakutan inilah saya berdoa dan tanpa bisa dibendung lagi
terlinang air mata saya keluar! Rasa sedih dan kecewa berkecamuk di dlm hati
dan pikiran saya, kenapa Tuhan sudah mau memanggil saya dlm usia yg masih
relativ muda ini? Kenapa Tuhan tidak memberikan kesempatan sejenak lagi,
agar saya bisa menyelesaikan tugas maupun tanggung jawab saya sambil
menunggu anak2 menjadi besar dan mandiri?

Tiap hari kita mendengar bahkan mungkin melihat orang mati, tetapi kalau
kita jujur, kita tidak akan pernah bisa menghayatinya, paling banyak hanya
keluar perkataan kesian maupun rasa sedih hati. Jangankan menghayatinya
terpikirpun tidak pernah, masalahnya kita merasa diri kita ini masih kuat,
masih sehat apalagi usia kita masih muda, buat apa memikirkan tentang
kematian?

Banyak orang memberikan komentar bahwa kita dtg kedunia ini seorang diri,
tetapi kenyataannya pada saat kita mau mati, rasanya berat sekali untuk
pulang sendirian, apalagi harus meninggalkan orang2 yg sangat kita kasihi?

Tiap Romo dgn mudah akan mengucapkan kita harus mau dan harus bisa
mengikhlaskan meninggalkan semuanya ini? Mereka gampang mengucapkan
perkataan demikian, karena mereka tidak memiliki apapun juga entah harta,
maupun anak/istri yg mereka kasihi? Jadi istilahnya untuk mereka pulang
kampuang bawa kantong plastik aza udah cukup, berbeda dgn kita, semakin
berat dan semakin banyak yg kita miliki, rasanya semakin berat pulalah untuk
bisa ditinggalkan begitu saja.

Melepaskan nyawa tidaklah susah, tetapi melepaskan apa yg kita miliki dan
meninggalkan orang yg sangat kita kasihi, inilah yg susah!

Saya benar2 merasa sangat bingung sekali apa yg bisa dan harus saya lakukan
untuk menghadapi detik2 terakhir ini, mengingat waktunya sudah tidak lama
lagi. Apakah ada rekan2, Romo/Pdt yg bisa memberikan semacam checklist
persiapan apa saja yg harus dan bisa dilakukan sebelum kita berangkat ke
alam baka?
- tugas apa saja yg masih bisa dan harus diselesaikan oleh seorang suami
maupun ayah
- hal apa saja yg bisa saya persiapkan sebelumnya menghadap kepada Sang
Pencipta
- apakah masih belum terlambat bagi saya untuk bertobat?
- cara kehidupan yg bagaimana yg harus saya lakukan di hari2 terakhir ini,
sambil menunggu ajal tiba

Renungkanlah!
"Siapapun diri Anda dan dimanapun Anda berada, pada suatu saat Andapun akan
menghadapi situasi yg sama seperti yg saya dihadapi pada saat sekarang ini,
terkecuali kalau Anda mati secara mendadak."

Life is a "one-way" street and we are not coming back.

Maranatha
Man Ucup
Email: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: www.mangucup.net



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
What would our lives be like without music, dance, and theater?
Donate or volunteer in the arts today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/MCfFmA/SOnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke