http://www.suaramerdeka.com/harian/0505/17/nas02.htm
Ada Instruksi Himpun Dana Taktis KPU
JAKARTA - Dugaan adanya aliran dana taktis ke DPR dan BPK semakin
terkuak. Seusai menjalani pemeriksaan tim penyidik KPK selama 12 jam, mantan
Sekjen KPU Safder Yusak membenarkan adanya instruksi dari Ketua KPU untuk
mengumpulkan dana taktis.
Tentang penyaluran dana tersebut ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),
dibenarkan pengacara Safder Yusak, Sudjono SH. Selain memeriksa Safder, KPK
kemarin juga memeriksa M Dentjik, RM Purba, Titus Totok, A Royadi, Saiful
Rahman, Supriadi dan Supriatna. Mereka diperiksa sebagai saksi.
Di tempat terpisah anggota KPU Anas Urbaningrum menggelar konferensi
pers. Dalam kesempatan tersebut Anas juga mengaku menerima uang di luar gaji
pokok. Uang yang diistilahkan sebagai uang lembur itu menurutnya bersumber dari
APBN.
Untuk Kesejahteraan
Menurut Safder tujuan awal pengumpulan dana taktis untuk kesejahteraan.
''Yang jelas ada instruksi pengumpulan dana taktis yang awalnya untuk
kesejahteraan. Setelah itu berkembang pengumpulan dana dari rekanan, dan memang
Hamdani Amin yang diinstruksikan Pak Ketua (Nazaruddin-Red) untuk menampung
dana tersebut,'' kata Safder seusai diperiksa sebagai saksi untuk kasus Hamdani
Amin, semalam.
Sepengetahuan Safder, perintah yang diberikan kepada Hamdani hanyalah
perintah lisan. Dirinya sebenarnya sudah lama mengetahui hal itu, namun
kejelasannya baru saja diketahui hari-hari belakangan ini. Dana taktis tersebut
menurutnya berawal dari ucapan terima kasih rekanan.
''Katanya hanya ucapan terima kasih dari rekanan setelah proyek P4B.
Wajar karena mereka (rekanan-Red) kan untung besar. Tapi tidak ada keharusan,
toh yang nggak ngasih juga banyak,'' katanya.
Mengenai bagaimana mekanisme pengumpulan dana tersebut, Safder
menyebutkan peran Hamdani dan Nazaruddin.
''Mekanismenya kalau yang mau beri langsung ya ke Hamdani. Lalu orang itu
kemudian mendatangi Nazaruddin,'' paparnya.
Sementara itu, menurut pengacara Safder, Sudjono SH, kliennya mengaku ada
rencana untuk memberi BPK sebagian dari dana taktis tersebut.
''Sebenarnya ada rencana untuk memberi BPK, tetapi belum terlaksana.''
Ditanya apakah itu diawali oleh permintaan dari BPK, Sudjono membantahnya.
''Bukan-bukan, tapi ada orang lain yang minta. Orang lain itu dari KPU,
katanya ada Rp 520 juta untuk bantuan apa itu, saya juga tidak tahu akhirnya
jumlah persisnya itu berapa,'' katanya.
Sudjono mengatakan kliennya mengaku kalau rencana pemberian bantuan
tersebut dilakukan ketika proses audit KPU oleh BPK selesai. Setelah Safder
Yusak, tidak ada lagi saksi yang bisa dikorek keterangannya. Para saksi yang
wajahnya kurang begitu dikenali wartawan, banyak yang pulang melalui pintu
belakang.
Sedangkan saksi M Dentjik yang keluar melalui pintu depan juga enggan
menjawab pertanyaan wartawan. ''Saya diperiksa sebagai saksi untuk kasus
Hamdani Amin,'' kata Dentjik.
Dalam konferensi pers yang berlangsung di KPU, Anas yang didampingi
anggota KPU Chusnul Mar'iyah mengatakan pembengkakan biaya pencetakan surat
suara tidak bisa dikatakan sebagai bentuk penyimpangan. ''Mengapa tidak bisa
dikatakan penyimpangan, karena kita lakukan itu semua untuk menyelamatkan
pemilu.'' Tentang dana taktis dan honor tambahan untuknya, Anas mengakuinya.
''Nggak ada gelap-gelapan. Wong ini terang kok. Jadi sebenarnya yang
diterima itu adalah uang lembur per dua tahun dari masa penetapan partai sampai
penghitungan suara. Sumbernya dari APBN,'' katanya. (F4,aih-14v)
--------------------------------------------------------------------------------
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Ever feel sad or cry for no reason at all?
Depression. Narrated by Kate Hudson.
http://us.click.yahoo.com/LLQ_sC/esnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/