jadi inget film "GI Jane"..
"RM Danardono
HADINOTO"
<[EMAIL PROTECTED] To
oo.de> [email protected]
Sent by: cc
[EMAIL PROTECTED]
ups.com Subject
[ppiindia] Perempuan Pakistan
Terbangkan Pesawat Tempur
05/17/2005 07:56
PM
Please respond to
[EMAIL PROTECTED]
ups.com
***** Zaman yang berkembang akan mengubah budaya, tradisi dan cara
pikir masyarakat. Ini adalah sebuah contoh:
Perempuan Pakistan Terbangkan Pesawat Tempur
Akademi Angkatan Udara Pakistan (AUP), yang selama lebih dari 55
tahun hanya diperuntukkan kaum lelaki saja , kini mulai melakukan
perubahan besar. Kaum perempuan dibolehkan mendaftar sebagai teknisi
dan programer pilot pesawat tempur.
Yang membuat kaget banyak lelaki di Pakistan, beberapa perempuan yang
telah direkrut oleh AUP akan secepatnya menerbangkan pesawat tempur.
Para calon penerbang yang mendaftar seolah melihat realita bahwa
faktor kemaskulinan ternyata tidak berumur panjang untuk bisa masuk
ke institusi bergengsi ini.
Ada sepuluh perempuan yang terbagi dalam dua kelompok penerbang di
AUP ini. Sementara, masih banyak perempuan yang berkompetisi dengan
pria untuk berjuang masuk ke program teknik dan pesawat. Terobosan
ini mungkin masih sedikit dalam hal jumlah namun banyak instruktur,
bahkan beberapa di antaranya kadet pria mengakui bahwa keberadaan
perempuan di AUP sudah terasa.
Sampai saat ini, kebanyakan perempuan yang berasal dari kalangan
konservatif Muslim sepertinya lebih membayangkan menikah dengan pilot
pesawat tempur yang gagah dibandingkan untuk menjadi pilot itu
sendiri.
Namun hal itu ternyata tidak berlaku bagi Saba Khan, salah satu dari
empat kadet perempuan yang diterima di AUP. Berasal dari keluarga
Pathan di Quetta, salah satu wilayah konservatif di Provinsi
Balochistan, Saba sangat terinspirasi oleh pamannya yang sudah
menjadi penerbang pesawat tempur. Dan dia mengatakan, ketika membaca
sebuah iklan salah satu surat kabar yang menyebutkan bahwa AUP sedang
menerima lowongan bagi kaum perempuan, dia merasa bahwa mimpinya
menjadi kenyataan.
"Saya selalu ingin menjadi pilot pesawat tempur, dan dengan bantuan
Tuhan dan dukungan penuh dari orangtua, saya bisa melakukan itu
sejauh ini," kata Saba. Ia meyakini, kelompok pertama perempuan bisa
memberikan inspirasi bagi kaum perempuan lainnya, yang mungkin akan
mengikuti masuk dalam akademi AUP.
Dengan wajah berseri-seri, kadet Ambreen Gill mengatakan, sangat
mustahil untuk menjelaskan bagaimana rasanya saat pertama kali
menerbangkan pesawat. Dia berharap bisa segera menerbangkan pesawat
tempur seperti F-16.
Akademi Angkatan Udara di mana saja sampai saat ini sepertinya masih
didominasi kaum laki-laki, dan belum jelas apa yang ada dalam benak
kadet laki-laki yang telah dilantik sebagai penerbang pesawat tempur
dengan akan adanya pilot perempuan pesawat tempur . Secara resmi,
sebagian besar akademi menyambut baik kemajuan tersebut.
Di Pakistan, tantangan atas kemajuan tersebut masih sangat besar.
Tidak hanya dalam ukuran atau kekuatan - namun unsur kebudayaan dan
keagamaan juga masih masuk dalam ukuran penerimaan. Pimpinan akademi
AUP Marsekal Inam Ullah Khan mengatakan, perempuan yang diterima di
AUP sudah memiliki pengalaman, dan beberapa di antaranya bahkan lebih
baik dari perkiraan sebelumnya.
Latihan dan penanggung jawab kadet perempuan dipercayakan kepada
psikolog perempuan. Dia mengatakan dalam beberapa hal, akademi ini
membutuhkan banyak kepercayaan diri sebelum para kadet perempuan ini
menghadapi tantangan yang lebih besar. Namun tidak ada kompromi dalam
standar penilaian - kadet perempuan harus mencapai tingkat yang sama
seperti juga para kadet pria, atau dikeluarkan dari program.
Untuk saat ini, sepertinya kadet perempuan yang jumlahnya sedikit
mampu mengikuti program pendidikan AUP dengan sangat baik. Dan jika
ini terus berlanjut, ketika kelompok ini lulus dalam setahun, para
kadet perempuan ini akan menjadi pilot pesawat tempur pertama dalam
sejarah Pakistan. (BBC/W-12)
----------------------------------------------------------------------
----------
Last modified: 17/5/05
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
What would our lives be like without music, dance, and theater?
Donate or volunteer in the arts today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/MCfFmA/SOnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/