Pernyataan Sikap Paguyuban Korban dan Keluarga Korban 13-14 Mei 1998 Tujuh tahun sudah peristiwa 13 � 14 Mei berlalu, peristiwa yang hanya menyisakan derita dan kepedihan bagi para korban serta trauma bagi masyarakat luas. Tak seorang pun manusia yang berakal dan jiwa sehat ingin kejadian seperti itu terulang kembali. Peristiwa Mei 1998 menambah panjang daftar tindakan tidak beradab yang terjadi di Indonesia sejak Orde Baru berkuasa.
Sedikitnya 1.190 orang hangus di/terbakar di dalam mal dan pertokoan di seluruh Jakarta. Lebih dari seratus perempuan � yang umumnya berasal dari Etnis Tionghoa � diperkosa dan dilecehkan secara seksual, ribuan orang kehilangan harta dan sumber ekonomi mereka. Ketika luka dan air mata para korban belum kering, para penguasa mengatakan bahwa peristiwa Mei 1998 adalah kerusuhan massal yang bersifat horisontal, yang disebabkan oleh krisis ekonomi dan penembakan mahasiswa Universitas Trisakti. Mereka menyatakan bahwa "Anti Cina" dan "Penjarahan" adalah tema utama dari peristiwa 13 � 14 Mei 1998. Dan para korban diposisikan sebagai pelaku dengan label "penjarah". Namun, hasil penyelidikan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) dan Tim Ad-Hoc Penyelidik Pelanggaran HAM Tragedi Mei `98 justru mengatakan sebaliknya: "Bahwa peristiwa 13-14 Mei merupakan kerusuhan sistematis, terorganisir dan terencana." Berdasarkan fakta-fakta yang kami peroleh dan temuan T G P F, serta Tim Ad-Hoc Penyelidik Pelanggaran HAM Tragedi Mei `98, kami Paguyuban Korban dan Keluarga Korban 13-14 Mei 1998 serta segenap korban pelanggaran HAM lainnya menyatakan: 1. Bahwa Peristiwa 13-14 Mei 1998 bukan kerusuhan horisontal yang didasarkan pada kebencian terhadap etnis Cina. 2. Bahwa sentimen anti Cina hanya digunakan sebagai pemicu untuk menggerakan masyarakat sipil yang kemudian justru menjadi korban. 3. Menolak segala bentuk upaya dari pihak manapun yang ingin menggiring opini masyarakat terhadap peristiwa 13-14 Mei 1998 ke arah konflik horisontal. 4. Menuntut pemerintah untuk melakukan upaya-upaya agar peristiwa serupa atau peristiwa kekerasan lainnya tidak terulang kembali. 5. Menuntut agar pemerintah menindaklanjuti Rekomendasi TGPF dan KPP-HAM Tragedi Mei 1998 serta menyelenggarakan sistem peradilan yang memenuhi rasa keadilan bagi para korban. 6. Mendesak pemerintah untuk segera memberikan rehabilitasi kepada seluruh korban pelanggaran HAM. Jakarta 13 Mei 2005 Paguyuban Korban dan Keluarga Korban 13-14 Mei 1998 serta Korban Pelanggaran HAM Lainnya http://www.timrelawan.org/comments.php?id=98_0_1_0_C -- Puisi: Tragedi Mei 1998 Jakarta waktu itu Asap hitam pekat mengepul menutupi langit yang biru Si raja api berkobar terus Melahap manusia di dalam gedung itu Mereka tidak berdosa! Kemanakah keamanan waktu itu?! Terdengar tangisan ibu, bapak, anak, adik, kakak Terdengar jeritan ibu, bapak, anak, adik, kakak lenyap sudah hangus terbakar Kenapa ini harus terjadi Siapa yang harus bertanggung jawab semua bungkam Air mata dimana-mana Air mata membasahi sudah tapi, air mata adalah tanda bahwa kita manusia Geraka kemanusiaan tumbuh dimana-mana Berjuang membela hak asasi manusia Marilah kawan-kawan kita berjuang terus Untuk menuntut keadilan Dengan Sebuah kata "Rakyat Bersatu tak bisa dikalahkan" 20 April 2005 Ruwiyati Darwin http://www.timrelawan.org/comments.php?id=96_0_1_0_C -- PERNYATAAN SIKAP PAGUYUBAN KELUARGA KORBAN TRAGEDI 13-15 MEI 1998 Pada hari ini, kami Paguyuban Keluarga Korban Tragedi 13-15 Mei 1998 memperingati 6 tahun peristiwa tragis tersebut. Masa yang sangat berat bagi para keluarga korban untuk dilewati dengan menanggung beban duka, trauma, kemarahan, pelupaan dari negara, stigmatisasi penjarah, dan hal-hal lain yang tidak dapat kami ucapkan dengan kata-kata. Bukan hal yang mudah bagi kami untuk melupakan sebuah peristiwa yang telah merenggut jiwa anak-anak dan keluarga kami. Ingatan tentang hancurnya nilai-nilai kemanusian pada bulan mei 1998 tidak akan hilang. Kerusuhan yang terjadi pada 13 - 15 Mei 1998 merupakan satu kerusuhan yang sangat terencana. Data Tim Relawan untuk Kemanusiaan (TRK) menyebutkan bahwa 1.207 korban jiwa (meninggal) akibat senjata maupun dibakar, korban luka/sakit 91 orang, 31 orang korban hilang, dan 168 orang korban perkosaan, dan kerugian material yang tidak sedikit. Sangat disayangkan, ada beberapa pihak yang mencoba mengalihkan kerusuhan ini menjadi satu peristiwa kerusuhan rasial. Ironisnya, hal tersebut mendapatkan dukungan dari para pejabat publik. Hari ini, kami pun memperingati enam tahun Tragedi Mei 1998 tidak lagi dengan rasa duka. Semangat persatuan yang telah kami bangun menjadi pembakar semangat kami untuk terus memperjuangkan kebenaran dan keadilan. Berbagai peristiwa kekerasan yang menimpa sahabat kami di Ambon, Aceh dan Papua telah menegaskan bahwa penguasa masih menggunakan cara-cara kekerasan. Para penguasa juga berusaha menggusur sahabat-sahabat kami di berbagai tempat demi kepentingan modal semata. Semua peristiwa ini lakukan dengan harapan kita akan melupakan peristiwa tersebut. Mereka lupa bahwa ingatan kolektif yang ada di kami tidak dapat mereka hilangkan. Pada hari ini pula, ketika malam ini kami berkumpul memperingati enam tahun Tragedi Mei '98, kami menyaksikan dengan senyum getir kemenangan Partai Golkar. Bahkan senyum kami semakin lebar begitu mengetahui bahwa mereka yang seharusnya bertanggungjawab dalam beberapa peristiwa pelanggaran HAM masa lalu sebagai calon presiden pada pemilihan umum tanggal 5 Juli 2004 yang akan datang. Kenyataan ini menjelaskan kepada kami bahwa jalan menuju keadilan dan kebenaran masih sangat panjang. Kekuatan hukum sekarang tidak akan mampu menembus tembok kekebalan hukum yang mereka miliki. Oleh karena itu, maka pada peringatan enam tahun Peristiwa Tragedi Mei '98 kami: 1. Menyatakan dengan tegas bahwa kerusuhan Mei 1998 bukanlah kerusuhan rasial melainkan sebuah kerusuhan yang terencana 2. Mendesak kepada negara untuk segera menyelesaikan kasus kerusuhan Mei 1998 dan kasus pelanggaran HAM lainnya melalui pengungkapan kebenaran dan pengadilan. 3. Mendesak pemerintah untuk menon-aktifkan pejabat publik yang terkait dengan berbagai pelanggaran HAM. 4. Mendesak kepada negara untuk menghentikan segala tindak kekerasan yang dilakukan oleh militer di Ambon, Aceh dan Papua serta di berbagai tempat lainnya yang telah mengakibatkan jatuhnya korban warga sipil. 5. Mendesak kepada pemerintah untuk menjamin tidak terjadinya keberulangan sebagaimana yang kami alami dengan mengeluarkan kebijakan yang berpihak pada korban 6. Mengajak para korban/keluarga korban untuk menggalang solidaritas antar korban dengan masyarakat untuk perjuangan bersama menuntut, mengawal, mengawasi, dan menjaga proses penyelesaian pelanggaran hak asasi manusia yang sekarang ini sedang dan akan berlangsung Kami seluruh korban/keluarga korban kekerasan negara mengutuk para pelaku yang telah mendapatkan kesempatan untuk melakukan kekejaman di negeri ini yang telah merampas jiwa orang-orang yang tidak berdosa. Pondok Ranggon, 11 Mei 2004 Paguyuban Keluarga Korban Mei 1998 ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Does he tell you he loves you when he's hitting you? Abuse. Narrated by Halle Berry. http://us.click.yahoo.com/aFQ_rC/isnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

