Orang tak beragama itu dalam klasifikasi agama semitik adalah "kafir". Jadi kita semua ini dulunya kafir, kebetulan orang tua beragama X maka mau tidak mau ikut agama X tanpa mempertanyaan untuk apa?
----- Original Message ----- From: "Nugroho Dewanto" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Thursday, May 19, 2005 10:56 AM Subject: Re: [ppiindia] Suara Lirih Melawan Arabisme Fiqih aduuh kasihan amat bayi-bayi yang tak berdosa... dimana pula rahmat dan karunia tuhan kalau bayi lahir dalam keadaan kafir...? apa iya bayi yang tak bisa apa-apa, baru lahir brol sudah berani melawan tuhan atau membuat tuhan marah...? semua bayi lahir suci kok... istilah "bayi yang tak berdosa" itu sudah benar.... perbuatannya kelak yang menentukan apakah berbuah dosa atau pahala.... salam, At 10:37 AM 5/19/05 +0200, you wrote: >Semua orang lahir kafir. Apakah salah dia menganti agamanya ke agama Islam? > >----- Original Message ----- >From: "A Nizami" <[EMAIL PROTECTED]> >To: <[email protected]> >Sent: Thursday, May 19, 2005 8:19 AM >Subject: Re: [ppiindia] Suara Lirih Melawan Arabisme Fiqih > > > > Maksudnya melawan Islam begitu? > > Kemudian bikin Islam versi Amerika. > > Roy itu kan asalnya Kristen. Baru tahun 1997 masuk > > Islam. Tahun 1998 bikin pesantren dan digelari "Kiai" > > > > Tidak segampang itu untuk jadi ustad...:) > > > > --- givingnewhope <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > >> Comment: > >> Ustadt Roy bukan orang pinter agama ataupun seorang > >> ahli kitab > >> (teologist). Ustadt Roy hanya seorang mantan > >> penjahat yang bertobat > >> yang terinspirasi oleh QS Ibrahim 14:4 lalu berusaha > >> mendorong orang > >> untuk semakin mencintai shalat.. > >> Tapi sayang, arogansi mainstream yang masih kental > >> dengan warna > >> kearabannya telah membawa sang ustadt kecil ini ke > >> penjara... Ironis.. > >> Terima kasih Ustadt, engkau telah menunjukkan sebuah > >> teladan yang > >> baik untuk lebih mencintai identitas keindonesian > >> kita. > >> > >> > > ---------------------------------------------------------------------- > >> > >> Oleh: Rumadi* > >> Pro-Kontra shalat dengan dua bahasa (Arab dan > >> Indonesia) yang > >> dipraktikkan sebuah komunitas "Pondok I'tikaf Ngadi > >> Lelaku" di Malang > >> Jawa Timur pimpinan Muhammad Yusman Roy, agaknya > >> akan berakhir anti- > >> klimaks. Sebagai hal yang tidak lazim, praktik > >> tersebut dianggap > >> salah dan "menyesatkan". Oleh karena itu, semua > >> komunitas agama > >> seperti Majlis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul > >> Ulama (NU), dan > >> Muhammadiyah menganggap hal tersebut menyalahi > >> praktik shalat yang > >> dilakukan Nabi Muhammad saw (shall� kam� ra`aitum�n� > >> ushall�). Pihak > >> kepolisian juga sudah menggiring Yusman Roy sebagai > >> tersangka dengan > >> tuduhan penodaan agama (Koran Tempo, 8/5/05), sebuah > >> tuduhan yang > >> mengerikan. Aneh memang, "niat baik" ternyata bisa > >> berakhir di jeruji > >> besi. > >> > >> Muhammad Yusman Roy mendapat serangan dari berbagai > >> kalangan nyaris > >> tanpa pembelaan dan argumentasi yang memuaskan. > >> Maklum, dia bukan > >> seorang seorang ulama, kiai, akademisi, atau orang > >> yang tumbuh dan > >> berkembang dalam tradisi keagamaan yang ketat. Dia > >> juga bukan seorang > >> pengikut "Islam liberal" yang terus berupaya > >> menerobos ortodoksi > >> Islam. Karena itu, wajar kalau dia tidak begitu > >> peduli dengan > >> metodologi berfikir para ahli fiqih yang jlimet itu. > >> Dia hanya orang > >> yang ingin mengajarkan kepada komunitasnya agar apa > >> yang dibaca dalam > >> shalat diketahui maknanya sehingga diharapkan shalat > >> tidak sekedar > >> menjadi rutinitas ritual tapi mempunyai atsar kepada > >> pelakunya. > >> Ditemukanlah formula shalat dua bahasa, di samping > >> membaca "edisi > >> Arab" diikuti pula "edisi Indonesia ". > >> > >> Jadi Roy bukan mengganti Bahasa Arab dengan Bahasa > >> Indonesia, tapi > >> sekedar menambahkan terjemahan dalam Bahasa > >> Indonesia. Dengan begitu, > >> orang yang shalat mengetahui apa yang sedang dibaca. > >> Roy semakin > >> yakin dengan "ijtihadnya" itu setelah menemukan QS. > >> Ibrah�m (14): 4 > >> yang artinya: "Kami tidak mengutus seorang rasul pun > >> melainkan dengan > >> bahasa kaumnya". Ayat ini seolah menjadi "inspirasi" > >> bagi kebolehan > >> shalat dengan tambahan terjemahan ke dalam bahasa > >> non-Arab. > >> > >> Argumen Roy dari sisi ilmu ush�l al-fiqih > >> konvensional memang bisa > >> dikatakan lemah. Argumen pertama (agar shalat > >> mempunyai makna) akan > >> dengan mudah dipatahkan dengan mengatakan bahwa > >> shalat dengan dua > >> bahasa karena tidak tahu artinya bukanlah formula > >> untuk menjadikan > >> shalat mempunyai makna, karena jalan keluarnya > >> adalah belajar > >> bagaimana agar orang yang tidak tahu makna bacaan > >> dalam shalat > >> menjadi tahu. Demikian juga dengan QS. Ibrah�m (14): > >> 4 tidak > >> mempunyai wajh al-istidl�l untuk membenarkan praktik > >> shalat dua > >> bahasa karena ayat tersebut tidak mempunyai > >> keterkaitan sama sekali > >> dengan problem yang sedang dibahas. > >> > >> Meskipun argumen yang dikemukakan Muhammad Yusman > >> Roy lemah dari sisi > >> manhaj al-istidl�l, namun hal itu tidak berarti > >> tidak mempunyai > >> preseden sama sekali dalam khazanah fiqih klasik. > >> Memang nyaris tidak > >> ada fuqaha yang memperbolehkan shalat selain dengan > >> bahasa Arab, > >> terutama dalam membaca surat al-fatihah, kecuali > >> Imam Abu Hanifah (w. > >> 150 H). Kalau toh ada sebagian kecil ulama yang > >> memperbolehkan > >> mengganti bacaan shalat selain Bahasa Arab, namun > >> hal itu tidak > >> berlaku untuk surat al-fat�hah. Surat al-fat�hah > >> adalah `harga mati' > >> yang tidak boleh diganti dengan bahasa apapun. > >> > >> Namun demikian, Imam Abu Hanifah memperbolehkan > >> membaca al-fatihah > >> dalam shalat dengan bahasa Parsi bagi yang tidak > >> mampu berbahasa > >> Arab. Bahkan, dia berpendapat, membaca al-fatihah > >> dengan bahasa > >> Parsi -atau bahasa-bahasa lain tentunya- tidak > >> menghalangi sahnya > >> salat meskipun orang tersebut mampu berbahasa Arab. > >> Hal yang terakhir > >> ini (bagi orang yang mampu berbahasa Arab) memang > >> hukumnya makruh > >> menurut Imam Abu Hanifah. (Abu Zahra, Ab� Han�fah: > >> Hay�tuhu > >> wa `Ashruhu wa ar�`uhu wa Fiqhuhu, [D�r al-Fikr > >> al-`Arab�, 1977], > >> hlm. 34-35). > >> > >> Memang pendapat Imam Abu Hanifah tersebut bagaikan > >> "suara lirih" di > >> tengah kuatnya arus pendapat yang tidak > >> memperbolehkan shalat selain > >> Bahasa Arab. Imam Syafi'i (w. 204 H) adalah tokoh > >> yang paling keras > >> menyuarakan hal ini. Bagi Imam Syafi'i tidak ada > >> pilihan kecuali > >> harus menggunakan Bahasa Arab dalam Shalat, baik > >> orang yang tahu > >> Bahasa Arab maupun tidak. Imam Syafi'i memang > >> dikenal sebagai seorang > >> tokoh yang mempunyai pembelaan gigih terhadap Bahasa > >> Arab, terutama > >> Bahasa Arab versi suku Quraisy. Dia, misalnya, > >> menolak pendapat yang > >> mengatakan bahwa di dalam al-Qur'an ada serapan dari > >> Bahasa non-Arab. > >> > >> Pendapat Imam Syafi'i tersebut bertumpu pada > >> pemahaman mengenai > >> esensi al-Qur'an. Menurutnya, esensi al-Qur'an bukan > >> semata-mata > >> makna tapi makna yang dibungkus dengan kata-kata. > >> Dengan demikian, > >> Bahasa Arab (al-Qur'an) -dengan segenap ideologinya- > >> adalah bagian > >> substansial dari struktur teks (al-tal�zum bain > >> al-lafdzi wa al- > >> ma'n�).. > >> > >> Nasr Hamid Abu Zayd mempunyai penilaian yang menarik > >> mengenai hal > >> ini. Menurutnya, sikap Imam Syafi'i yang begitu > >> keras membela Bahasa > >> Arab (Quraisy) karena dia memang seorang Arab > >> (Quraisy) yang begitu > >> fanatik dengan ke-Arab-annya. Hal ini berbeda dengan > >> Imam Abu Hanifah > >> yang non-Arab, Persia , sehingga ia tidak > >> mensakralkan Bahasa Arab. > >> (Nasr H�mid Abu Zayd, al-Im�m al-Sy�fi'� wa ta`ts�ts > >> al-Idiolojiyat > >> al-Wasathiyah, [Kairo: Maktabah Madb�l�, 1996], cet. > >> II, hlm. 66). > >> > >> *** > >> > >> Saya sebenarnya tidak ingin terlarut dalam > >> perdebatan pro-kontra yang > >> pasti akan selalu berakhir dengan "penindasan" > >> terhadap kelompok yang > >> dianggap menyimpang. Dalam sejarah, pemahaman > >> keagamaan yang dianggap > >> menyimpang dari mainstream hampir selalu (di)kalah( > >> kan ) dan dilibas > >> oleh kelompok mainstream dengan berbagai cara, > >> seperti dengan memberi > >> fatwa sesat atau meminjam tangan kekuasaan untuk > >> mengadili dan > >> memenjara. > >> > >> > > === message truncated === > > > > > > Bacalah artikel tentang Islam di: > > http://www.nizami.org > > > > > > > > Yahoo! Mail > > Stay connected, organized, and protected. Take the tour: > > http://tour.mail.yahoo.com/mailtour.html > > > > > > > > > > *************************************************************************** > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia > > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org > > *************************************************************************** > > __________________________________________________________________________ > > Mohon Perhatian: > > > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg > > otokritik) > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > > > >*************************************************************************** >Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia >yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org >*************************************************************************** >__________________________________________________________________________ >Mohon Perhatian: > >1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) >2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. >3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; >4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] >5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] >6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > >Yahoo! Groups Links > > > > *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Does he tell you he loves you when he's hitting you? Abuse. Narrated by Halle Berry. http://us.click.yahoo.com/aFQ_rC/isnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

