--- In [EMAIL PROTECTED] "Erry RH" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>Apakah definisi 'kampungan' bagi Khairiansyah? >Apakah pernyataan Abidin itu ditujukan kepada Khairiansyah? > > Kang Erry, seperti diketahui, istilah-istilah "pahlawan", "nilai tambah" dan “kampungan” berasal dari Ketua BPK Anwar Nasution, yang sembari mencak-mencak menuding Khairiansyah “kampungan”, “bukan pahlawan”,dan tindakannya menjebak Mulyana tidak memberikan “nilai tambah”. Jadi postingan saya tersebut sebenarnya merupakan gugatan dalam bentuk sindiran kepada pak Anwar Nasution, karena tanpa keberanian Khairiansyah---yang menurut Surakhmin, Kepala Bagian Evaluasi BPK dan bekas dosen Khairiansyah di Pusdiklat BPK yang seperti dikutip MBM Tempo merupakan seorang auditor putih---pasang badan untuk menjebak Mulyana skandal “dana taktis” di KPU tidak akan mungkin terungkap dan merebak sampai jauh sebagaimana yang terjadi saat ini. Dengan kata lain tudingan pak Anwar Nasution bahwa tindakan Khairiansyah tidak memberikan “nilai tambah” terhadap hasil audit investigatif BPK sangat gegabah dan jauh dari kenyataan. Malah seperti diungkapkan oleh Abidin kuasa hukum Hamdani Amin, "DN" atasan Khairiansyah yang “di-bypass”-nya dalam aksi penjebakan Mulyana juga menerima cipratan uang haram tersebut. Bayangkan kalau Khairiansyah harus melapor dulu kepadanya sebelum melakukan aksinya tersebut. Bagi saya selaku warganegara dan pembayar pajak, dan saya percaya juga bagi banyak orang, sikap Ketua BPK yang sangat gegabah, tidak arif, naif dan tidak sportif itu---sampai saat ini belum satu patah katapun keluar dari mulutnya di depan umum memberikan apresiasi terhadap prestasi luar biasa Khairiansyah, merupakan sikap yang tidak pantas bagi pimpinan lembaga yang sangat penting dan terhormat seperti BPK tersebut. Saya katakan naïf, karena pak Anwar sepertinya yakin sekali bahwa hanya dengan Laporan Audit BPK saja para pelaku korupsi akan bisa diseret ke pengadilan dan diberikan hukuman yang setimpal. Salah satu contoh anyar, sebagaimana dilaporkan Republika 22 April 2005, hasil audit dari BPK bernomor 16/S/I/03/2005 tertanggal 10 Maret lalu yang ditandatangani Ketua BPK, Prof Dr Anwar Nasution yang menguatkan adanya indikasi korupsi ditubuh Pemkot Semarang menyangkut pemberian dana pendidikan (beasiswa) yang diduga merugikan negara Rp 1,37 miliar tidak dapat digelar karena kejaksaan mengaku masih kurang bukti. Dan semua kesan negatif mengenai Pak Anwar Nasution itu tentunya tidak perlu muncul kalau beliau tidak mengumbar pendapatnya di depan umum/media masa sebelum melakukan penelitian seksama ke dalam, termasuk meminta penjelasan langsung dari Khairiansyah. Akhirnya tentu terpulang kepada pak Anwar Nasution apakah beliau merasa masih pantas atau tidak untuk tetap menjabat sebagai ketua BPK. Akhirul kalam, selamat berjuang bagi Kang Erry dkk di KPK untuk mengikis korupsi di Republik tercinta ini, dan “tetap berani berpikir dan bertindak bebas dan kreatif, tidak submisif, demi untuk menyelamatkan bangsa dari keambrukan karena korupsi” seperti yang disarankan oleh pakar hukum Prof. Satjipto Rahardjo dalam tulisannya “Berantas Korupsi Berpikirlah Luar Biasa” (Kompas 14 April 2005, http://kompas.com/kompas-cetak/0504/14/opini/1594317.htm). Wassalam, Darwin >Message: 1 > Date: Sun, 15 May 2005 04:29:12 +0700 > From: Darwin Bahar <[EMAIL PROTECTED]> >Subject: Ini Baru Pahlawan Beneran ?-BPK Dapat Dana Taktis Rp. 520 Juta > >"Aliran dana rekanan KPU tersebut ada yang mengalir ke BPK sebesar Rp520 > >juta dan untuk DPR sekitar Rp120 juta," kata Abidin selaku kuasa hukum >Hamdani Amin..", kata berita. > >Darwin: > >Saya tidak terkejut, kalau staf BPK yang mendapat Rp520 juta dinyatakan >sebagai "pahlawan", karena benar-benar memberi "nilai tambah" sungguhan >kepada BPK > >Kalo Khairiansyah mah kampungan, kampungan dan kampungan! > >Wassalam, Darwin > >==================================================================== > >BPK Dapat Dana Taktis Rp. 520 Juta, DPR Rp. 120 Juta > ><http://www.mediaindo.co.id/images/bening.gif> > > >---cut----- > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> What would our lives be like without music, dance, and theater? Donate or volunteer in the arts today at Network for Good! http://us.click.yahoo.com/MCfFmA/SOnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

