Dari milis tetangga, Acara dan topik tersebut memang benar adanya, mungkin ada
yang menonton acara tersebut bisa memberikan klarifikasi dari isi dialok yang
ada di acara tersebut.
Salam
Budiman
----- Original Message -----
From: Rinto Jiang
Sent: Thursday, May 19, 2005 2:58 PM
Subject: Fwd : Protes ! " SK Walikota Padang Tentang Wajib Jilbab."
Catatan Rinto : Saya dapat forward-an, minta konfirmasinya rekan2 sekalian.
-------- Original Message -------- Subject: Fw: Protes ! " SK Walikota Padang
Tentang Wajib Jilbab."
Date: Thu, 19 May 2005 14:30:54 +0700
From: Abu Lora
Rekan-rekans,
Tadi malam puku 23.00 - 24.00 ada acara talk show di Metrotv. Narasumbernya
adalah walikota Padang saudara Fauzi Bahar dan anggota DPD asal Sumatera Barat
saudara Irman Gusman.
Topik pembicaan adalah "Heboh Wajib Jilbab di Padang, non Muslim kena
Getahnya"?.
Menurut Fauzi Bahar SK ini berlaku direncanakan nulai Juli 2005. Saudara
Irman Gusman tidak setuju dengan SK tersebut dengan argumentasi tidak ada
landasan hukum nasional yang mendukung. Artinya, dasar hukum apa SK tersebut?.
Menurut Irman Gusman otonomi daerah jangan dijadikan tidak mengacu ke hukum
nasional. Kita hidup dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, kita
harus menjaga kebhinnekaan.
Argumentasi walikota Padang saudara Fauzi Bahar adalah mempertanyakan siapa
yang harus beradaptasi mayoritas atau minoritas. Jika kambing di suatu tempat
berwarna putih tentu tidak bagus ada yang berwarna lain. Kemudian hal itu
dilakukan Fauzi Bahar untuk mengurangi maksiat dan pemerkosaan.
Pertanyaanya adalah di negeri ini menginginkan tirani minoritas?. Dalam rangka
apa kita memaksa seseorang wajib jilbab walaupun dikatakan saudara Fauzi Bahar
adalah fleksibel?. Apakah di Tapanuli Utara, Tobasa, Simalungun, Humabas,
Samosir dan kantong-kantong yang tidak berjilab lebih tinggi pemerkosaan
dibandingkan di Sumbar?.
Apa hubungan maksiat, pemerkosaan dengan wajib jilbab?. apakah pendekatan wajib
jilbab mencerdaskan siswa?.
Saya akan salut kepada saudara Fauzi Bahar apabila kota Padang adalah kota
bebas korupsi daripada siswa diwajibkan jilbab.
Tidak Zamanya lagi sekarang pendekatan "wajib" daripada "menyadarkan".
Bisa tidak anda bayangkan suatu ketika saya menjadi Bupati Tobasa saya wajibkan
anak-anak pakai salib atau mewajibkan memakai simbol-simbol agama, kemudian
disusul sahabat saya Petrus yang orang Papua menjadi walikota mewajibkan pakai
simbol agama juga?, kemudian disusul sahabat saya perempuan yang bercita-cita
menjadi rektor Univ Samratulangi Ida Pangemanan mewajibkan hal yang sama kepada
mahasiswanya?.
Adanya rencana rekan-rekan sebangsa dan setanah air untuk menbuat Perda atau SK
Walikota yang tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945 akan merugikan bangsa
kita sendiri.
Menyadarkan dengan cara yang jenaka merupakan hal yang terbaik untuk mendidik.
Tinggalkan kata "wajib" apalagi menggunakan simbol-simbol agama.
Jika anda tidak setuju dengan SK Walikota Padang, saya anjurkan rekan-rekan
untuk menyampaikan protes ke media massa nasional maupun daerah dimana anda
tinggal.
Mari membangun opini yan mencerdaskan.
Salam hangat,
Gurgur Manurung
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Has someone you know been affected by illness or disease?
Network for Good is THE place to support health awareness efforts!
http://us.click.yahoo.com/OCfFmA/UOnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/