LHOKSEUMAWE - Keluarnya komitmen pemerintah yang memastikan tiga pabrik pupuk 
di Nanggroe Aceh Darussalam tetap hidup/beropreasi diterima dengan perasaan 
haru ribuan karyawan dari ketiga pabrik yang merupakan bagian proyek vital di 
Lhokseumawe itu. Perasaan sama juga tampak pada masyarakat sekitar pabrik, 
setelah membaca pernyataan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara, Sugiharto 
melalui media massa, kemarin.

Wartawan Serambi di Lhokseumawe yang melihat kondisi karyawan PT PIM, kemarin, 
mendapati wajah-wajah cerah dan haru. �Kami sangat gembira dengan adanya 
jaminan pemerintah untuk terus menghidupkan pabrik pupuk ini,� kata seorang 
Satpam di pintu masuk pabrik pupuk itu kepada Serambi, Jumat petang. Hal yang 
sama juga dikatakan oleh karyawan pabrik yang ditemui saat istirahat makan 
siang, kemarin. Bahkan, Kabag Humas PT PIM T Fachrulsyah mengatakan, keluarnya 
pernyataan pemerintah itu berarti doa petani di Aceh didengar oleh Allah SWT. 
�Alhamdulillah pemerintah masih mendengar jeritan masyarakat Aceh,� kata T 
Fachrulsyah kepada Serambi Jumat (20/5) kemarin di Krueng Geukueh. Rasa 
kegembiraan mulai terlihat dari wajah karyawan PT PIM adalah sejak Rabu (17/5) 
ketika apel bendera dilakukan secara rutin tiap tanggal itu. Rasa haru dan 
gembira tidak hanya dirasakan karyawan PT PIM yang hingga saat ini masih bisa 
bekerja. Tetapi, sekitar 700 karyawan tetap pabrik pupuk PT Asean Aceh 
Fertilizer
 (AAF) juga merasakan hal yang sama. �Banyak karyawan yang mulai beralih usaha 
sudah mengurungkan niatnya dan berkomitmen tetap bekerja pada PT AAF,� kata 
Ketua Syarikat Pekerja AAF, Marwan Yahya yang ditemui di komplek pabrik usai 
salat Jumat, kemarin. 

Marwan mengaku pernyataan itu langsung memunculkan suasana lain di lokasi 
pabrik dan komplek perumahan PT AAF. Masalahnya, sesuatu yang diperkirakan 
sudah tidak mungkin kini sudah kembali lagi. �Sudah banyak karyawan yang 
bersiap-siap mengurus pesangon, tapi dengan pernyataan Menteri Negara BUMN itu 
niat itu langsung dibatalkan. Dan, kata Marwan ada karyawan yang sudah ikut tes 
ke Timur Tengah dan lulus, juga mereka tidak akan ke sana. Mereka lebih memilih 
bekerja pada PT AAF di negara sendiri. �Pernyataan pemerintah itu telah 
menghentikan semua niat karyawan untuk beralih tempat kerja,� ujar Marwan 
dengan raut wajah sangat gembira. Marwan, yang siang kemarin memakai peci hitam 
dan jenggot yang mulai memutih menyatakan rasa optimisnya bahwa pernyataan 
pemerintah kali ini bukan lagi sebagai wacana. Menyinggung dengan kesiapan 
untuk bekerja, kata Marwan dari segi kesiapan dan keahlian tidak perlu 
diragukan. Semuanya siap, kapan pabrik dihidupkan. 

Namun demikian, salah seorang karyawan AAF, Ir Edward Salim yang ditanyai 
Serambi kemarin, mengatakan, walaupun ada kalimat pasti dari Menteri BUMN itu, 
tetapi jangan dulu berharap secara penuh. Sudah sering kalimat seperti itu 
datang dari Jakarta, tetapi kenyataan toh masih seperti ini. �Mudah-mudahan 
kali ini tidak hanya sebatas ngomong tapi harus menjadi kenyataan,� kata Edward 
kemarin. Sebab, katanya, masalah proyek vital di NAD itu adalah masalah 
martabat dan harga diri orang Aceh. Beberapa pemilik warung kecil di sekitar 
pabrik pupuk AAF yang ditanya Serambi juga menyatakan sangat senang bila AAF 
segera beroperasi kembali. 

Diumumkan direksi 

Bagi karyawan PT PIM, sebenarnya kabar gembira ini sudah pernah diumumkan salah 
seorang direksi pada apel bendera komplek beberapa hari lalu, dimana 
diperitahukan bahwa hasil rapat kabinet terbatas (16/5) di Jakarta PT PIM akan 
tetap dihidupkan dengan membeli satu kargo gas. Begitu didengar penyataan itu 
secara spontanitas para karyawan berucap �Alhamdulillah� dengan penuh rasa 
terharu diisusul dengan tepuk tangan. Luapan rasa gembira kembali terlihat dari 
kalangan staf/karyawan serta keluarga komplek perumahan perusahaan adalah 
setelah adanya berita di media massa tentang PT PIM dan AAF pasti dioperasikan 
kembali. Bahkan para karyawan perusahaan nampak bersemangat kerja kembali 
setelah adanya kepastian nasib mereka, kata Fachrulsyah Jumat kemarin. Menurut 
Fachrul, rasa gembira itu bukan hanya dirasakan para karyawan, tapi juga 
sejumlah buruh angkat dan termasuk pula pembantu rumah tangga. Kata dia, jumlah 
karyawan organik di PT PIM sebanyak 1.200 orang, nonarganik 800 orang,
 sebanyak 2000 karyawan itu menerima gaji langsung dari PT PIM. Sedangkan 
karyawan lainnya yang menggantungkan hidupnya dari anak perusahaan juga tidak 
kurang dari 2000 orang. Sebelumnya Menteri Perekonomian Aburizal Bakri sempat 
mengeluarkan pernyataan bahwa PIM hanya akan bertahan pada Juni 2005, setelah 
kontrak gas habis serta tidak diperpanjang lagi. Bahkan nasib AAF kala itu 
sudah dinyatakan tamat total. Pernyataan itulah yang membuat ribuan karyawan 
Provit lesu darah. Namun kini angin segar sudah berhembus lagi dan diharapkan 
bukan hanya sekadar angin segar.(ism/ib


                
---------------------------------
Yahoo! Mail Mobile
 Take Yahoo! Mail with you! Check email on your mobile phone.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
In low income neighborhoods, 84% do not own computers.
At Network for Good, help bridge the Digital Divide!
http://us.click.yahoo.com/HO7EnA/3MnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke