Kritik

Pertama-tama, dalam bahasa jepang jujur=shoojiki (shoo = sho dibaca
agak panjang), dan bukan shonjiki.

Kedua, banyak sedikitnya jumlah perceraian itu relatif. Harus ada data
yg akurat untuk bisa melakukan perbandingan. Di jepang sendiri, jumlah
perceraian di tahun 2000, dalam 1000 orang ada  2 orang yg bercerai,
dan makin meningkat dari tahun ke tahun (ref:
http://www5.cao.go.jp/j-j/wp-pl/wp-pl01/html/13102600.html).
Entah tahun 2005 sudah meningkat jadi berapa. Belum lagi jumlah yg
selingkuh. Entah berapa.

Bagaimana dengan Indonesia ? Mana datanya ?

Kalau artikel di bawah ini adalah tulisan jurnalistik. Wow !! semoga saja bukan.

On 5/23/05, ratna hidayati <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Shonjiki
> 
> 
> Siang ini aku bertemu Dewa, lelaki asli Bali yang berniat mengiklankan 
> perusahaannya di koran tempatku bekerja.
> 
> "Mbak dari Tokoh?" tanyanya di depan gerbang. Aku mengangguk.
> 
> "Tunggu sebentar ya, saya lanjutkan ini dulu," sambungnya sembari menunjuk 
> nampan yang berisi canang. Ia sedang bersembahyang. Aku mengernyitkan dahi. 
> Sekali ini aku melihat laki-laki dewasa sembahyang keliling rumah. Biasanya, 
> aku melihat ibu-ibu atau anak gadis yang menghaturkan sesajen  tiap hari. 
> Sangat jarang dilakukan laki-laki.
> 
> Aku menunggu di pelataran yang sangat sejuk. Tak lama, laki-laki muda dengan 
> rambut dikuncir satu itu datang. "Kenalkan, saya Dewa," katanya ramah. Tanpa 
> basa-basi, kami langsung membicarakan keinginannya tersebut.
> 
> "Minggu ini beritanya apa?" tanyanya. Segera saja aku berikan contoh koran 
> yang sedari tadi masih di map plastikku.
> 
> "Perceraian," jawabku singkat.
> 
> "Ada apa dengan perceraian?"
> 
> "Akhir-akhir ini kasus perceraian meningkat di Bali. Bisa dipastikan enam 
> dari sepuluh kasus perdata adalah kasus perceraian."
> 
> "Oh ya? Alasannya apa?"
> 
> "Pertama, karena perselingkuhan. Kedua, karena ditinggal kawin suami."
> 
> "Munafik."
> 
> Aku bengong. Dia tertawa. Giliran aku memburunya. Katanya, orang zaman 
> sekarang itu kebanyakan yang munafik. Mereka tak mau mengatakan yang 
> sebenarnya.
> 
> "Pernah dengar shonjiki ?" tanyanya.
> 
> Aku menggeleng.
> 
> Di Jepang, kata ini sangat populer. Shonjiki artinya jujur. Dewa yang tak 
> menyebutkan nama lengkapnya itu, bercerita pengalamannya tinggal selama 
> beberapa tahun di Negeri Matahari Terbit itu.
> 
> Perceraian di Jepang sangat minim. Bukan karena disana tidak ada kasus 
> perselingkuhan. Tapi, menurut Dewa, karena efek samping ditanamkan pentingnya 
> berkata dan berlaku jujur sejak kecil. Ia lantas membandingkan kasus 
> perselingkuhan yang terjadi.
> 
> Disini, orang berselingkuh sudah menjamur. Mungkin orang sudah tahu sama tahu 
> saja. Selingkuh menjadi sebuah tren. Ketika orang berselingkuh, kerap kali 
> mereka menggunakan hati. Pikiran orang, selingkuh identik dengan seks. Orang 
> akan melakukan apa saja untuk itu. Tak peduli pada komitmen awal saat 
> menikah. Kalau diingatkan dengan dosa, masuk telinga kanan, keluar telinga 
> kiri. Dingatkan dengan malu, rasa-rasanya sama saja.
> 
> Herannya, kita sangat berbeda dengan warga Jepang. Kalau boleh dikata, mereka 
> bahkan mengenal tuhan saat memasuki usia dewasa. Kebanyakan dari kita sudah 
> diajarkan agama sejak dini. Namun, agama seakan tak ampuh untuk membentengi 
> diri. "Kita hanya harus belajar jujur," tegasnya. Mereka, orang Jepang itu, 
> tak akan pernah mengatakan "I Love You" jika ia memang tak sungguh-sungguh 
> mencintai.
> 
> Jujur? Ah, bisa jadi. Semua orang punya kejujuran. Sayang, tak semua orang 
> menggunakannya. Semua orang punya perasaan bersalah. Sayang, tak semua orang 
> mendengarkannya. Tiap kali berbuat tak jujur, jauh di dalam kita, ada rasa 
> tak bersalah itu. Mungkin, tiap kali kita tak jujur, ia akan berteriak, 
> "Jangan lakukan itu!" Tapi suaranya terlalu rendah. Sangat rendah, karena ia 
> "terlalu jauh" berada di dalam hati. Hati yang terlalu lama kita tinggalkan…
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Untuk orang yang saya cintai, tak ada pengorbanan. Semuanya memang untuk dia, 
> setulusnya.
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> ---------------------------------
> Discover Yahoo!
>  Find restaurants, movies, travel & more fun for the weekend. Check it out!
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> 
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 


-- 
Fidens Felix Simanjuntak
Master Course Student
VLSI Design Lab.
Graduate School of Information Science and Technology
Osaka University, Japan
Private URL: http://www.visiac.com and http://www.fidens.info


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Does he tell you he loves you when he's hitting you?
Abuse. Narrated by Halle Berry.
http://us.click.yahoo.com/aFQ_rC/isnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke