--- In [EMAIL PROTECTED], Mappajarungi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Saya cuma mau bilang bahwa militer (Petinggi) kita
sekarang ini cengeng.  Embargo Amerika soal pelatihan
dan suku cadang kok menjadikan militer kita
ketar-ketir. Apa sih kehebatan kurikulum pendidikan
Militer Amerika yang hebat?...

Padahal, taktik dan strategi Amerika itu gak ada.
Mereka cuman mengandalkan kekuatan bom dengan
teknologi saja. Kalaupun mereka embargo, ya kita bisa
putar otak, tidak hanya berkiblat pada negeri yang
tidak ber"budaya'  itu. Saya yakin ahli kita bisa
membuat senjata lebih baik.

Soal taktik, Indonesia lebih hebat. Bukankan Militer
Vietnam itu belajar dari perang Gerilya Indonesia yang
mengakibatkan Amerika kok di Vietnam.
 Soal musuh dari luar ya itu Amerika sendiri,
alasannya agar kita beli senjata mereka yang sekali
pake rusak, contoh : Canon 12,7 Made in AS itu muntah
1000 peluru udah aus. Kita kok terlalu takut Ama
negara pembantai manusia itu.

Salam
--------



--- Mira Wijaya Kusuma <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> heri latief <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>  
> baca opininya lidle saya jadi ketawa, kerna
> permainan
> politik militer bukan sekedar mengganti strategi,
> tapi
> juga selalu punya ilmuwan sewaan dari dalam/luar
> negeri, yang naifnya gak ketulungan!
> 
> logikanya lidle gak pas, di satu pihak bilang
> kejahatan militer belum diselesaikan di pengadilan,
> di
> lain pihak ikut2an sedih dgn keadaan peralatan
> militer
> indonesia, dgn alasan militer yg kuat utk menghadapi
> "musuh" dari luar, lha buktinya sampai saat ini
> "musuh" dari luar itu siapa?
> 
> pemutarbalikan kenyataan riil yang sangat
> membahayakan
> alam demokrasi di indonesia. 
> 
> salam, hl
> 
> ===00===
> 
> Kolom R. William Lidlle
> 
> TNI, Demokrasi, dan Peran Amerika
> Senin, 23 Mei 2005 | 12:27 WIB
> 
> TEMPO Interaktif, : Dalam perjalanannya ke
> Washington
> minggu depan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
> dijadwalkan akan bertemu dengan Menteri Pertahanan
> Donald Rumsfeld. Topik pembicaraannya tentu
> kerjasama
> militer Amerika-Indonesia yang sedang pulih setelah
> dibekukan selama lebih dari sepuluh tahun.
> 
> Langkah pertama sudah diambil, Februari lalu, ketika
> Menteri Luar Negeri Condoleeza Rice memberi
> sertifikasi kepada Kongres bahwa Indonesia sudah
> layak
> menerima bantuan militer. Rice juga mencanangkan
> bahwa
> program IMET (Latihan dan Pendidikan Militer
> Internasional), yang dihentikan pada 1992, akan
> dihidupkan kembali.
> 
> Anggaran IMET untuk Indonesia tidak besar, hanya
> sekitar $600,000 untuk tahun pertama. Tetapi
> pembukaan
> kembali keran IMET melambangkan bahwa seluruh "dosa"
> TNI sudah mulai diampuni. Ke depan, Indonesia bisa
> mengharapkan bahwa pembelian suku cadang, senjata,
> dan
> perlengkapan militer lain tidak akan diembargo lagi.
> 
> Oleh karena itu, saya tidak heran bahwa penguluran
> tangan pemerintahan Bush kepada TNI dilawan oleh
> sejumlah orang Amerika. Misalnya, Senator Patrick
> Leahy, Demokrat dari Vermont, menuduh bahwa "anggota
> TNI yang melakukan kejahatan belum dituntut untuk
> mempertanggungjawabkan perbuatan keji mereka."
> 
> Menurut John Miller, aktivis East Timor Action
> Network, "sertifikasi Departemen Luar Negeri Amerika
> adalah tindakan palsu dan berbohong?yang tidak
> dimaksudkan untuk menggalakkan reformasi
> demokratis."
> 
> Apakah Miller benar? Sejauh mana reformasi
> demokratis
> akan dihambat oleh kerjasama militer yang sedang
> dijalin oleh Bush dan Yudhoyono? Terus terang saja,
> bagi saya masalah ini termasuk problem "pembangunan
> politik" Indonesia kini yang paling memprihatinkan.
> 
> Namun saya berpendapat bahwa masyarakat Amerika dan
> Indonesia sebaiknya bersikap supportive but
> watchful,
> mendukung sambil mengamati terus.
> 
> Alasan saya untuk bersikap mendukung adalah bahwa
> Indonesia, seperti semua negara modern, memerlukan
> tentara yang modern pula. Tugas utamanya adalah
> untuk
> membela negara dan bangsa dari ancaman asing.
> 
> Kadang-kadang jasanya juga diperlukan di dalam
> negeri
> kalau ada konflik yang tak teratasi oleh polisi.
> Tentu
> dengan syarat supremasi sipil, yaitu bahwa tentara
> dan
> polisi dikuasai oleh pemerintahan demokratis.
> Bantuan
> dari Amerika bisa dimanfaatkan untuk menciptakan
> sebuah tentara yang kuat dan sekaligus menghormati
> asas supremasi sipil.
> 
> Tetapi saya tegaskan bahwa mendukung harus diimbangi
> dengan mengamati. Pertama, komitmen Amerika kepada
> demokrasi di Indonesia harus dipertanyakan terus.
> Selama Perang Dingin, Amerika berkali-kali
> mengkhianati cita-citanya sendiri.
> 
> Selama Perang Terhadap Teror yang berlaku kini,
> pemerintahan Bush mendukung tanpa merasa ragu atau
> malu seorang diktator militer di Pakistan. Tak sulit
> untuk membayangkan suatu pemerintahan Amerika yang
> bersedia mengorbankan demokrasi di Indonesia demi
> stabilitas yang dijamin (atau djanjikan akan
> dijamin)
> oleh sebuah pemerintahan militer.
> 
> Kedua, hambatan yang terbesar kepada konsolidasi
> demokrasi di Indonesia adalah kedudukan dan sikap
> perwira TNI sendiri serta sikap banyak orang sipil
> yang terlalu lunak terhadap peran politik TNI. Para
> perwira pada umumnya masih membanggakan sejarah
> mereka
> sebagai kekuatan politik sambil meremehkan kemampuan
> kaum sipil.
> 
> Sebagian besar dari anggaran TNI masih diperoleh
> dari
> luar anggaran negara, yang berarti bahwa para
> perwira
> sulit dikendalikan oleh pemerintah. Lagipula, sistem
> komando teritorial TNI setiap waktu bisa digerakkan
> untuk keperluan politik perwira.
> 
> Di Amerika Latin dulu, politisi sipil yang suka
> bersekongkol dengan oknum tentara merupakan salah
> satu
> alasan penting yang menjelaskan kenapa pemerintahan
> sipil sering dikudeta.
> 
> Di Indonesia pasca-Soeharto, Presiden Habibie
> menggantungkan nasibnya kepada Jenderal Wiranto,
> yang
> untungnya mendukung demokratisasi. Gus Dur mencoba
> menyelamatkan diri a la Sukarno, tetapi untungnya
> TNI
> masih mendukung pemerintahan konstitusional.
> Megawati
> juga memberi kesan bahwa dia mencari dukungan
> politik
> dari tentara.
> 
> Akhirulkata, saya mengucapkan selamat datang kepada
> Presiden Yudhoyono. Mudah-mudahan beliau akan
> berhasil
> di Washington. Tetapi sekaligus saya mengimbau
> kepada
> masyarakat Amerika dan Indonesia untuk memantau
> terus
> perbuatan semua politisi, sipil dan militer, di dua
> negara kita. Jangan-jangan cita-cita luhur kita
> bakal
> dikorbankan untuk keperluan sesaat atau segelintir
> orang.
> 
> R. William Liddle
> Profesor Ilmu Politik The Ohio State University,
> Columbus, Ohio, AS 
> 
>
http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2005/05/23/brk,20050523-
61362,id.html
> 
> 
>       
> 
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam
> protection around 
> http://mail.yahoo.com 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com
--- End forwarded message ---





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Dying to be thin?
Anorexia. Narrated by Julianne Moore .
http://us.click.yahoo.com/FLQ_sC/gsnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke