Kingdom of Heaven - Puisi Frustrasi Eropa Lama Menonton sebuah film bermutu, ibarat membaca sebuah puisi berkualitas; tidak bisa hanya dengan sekali tonton. Apalagi kalau film tersebut dibuat berdasarkan kisah nyata. Lebih lagi, kalau film tsb bercerita tentang sejarah masa lalu. Sebelum menonton, sang penonton, paling tidak harus memiliki wawasan tentang sejarah. Lebih paling tidak lagi, sang penonton setidaknya tahu biografi sang tokoh yang difilmkan, seperti Salahuddin Al Ayubi yang diceritakan di film ini (dalam film ini kata "Salahuddin" jadi "Salahadin". Huruf "U" diganti "A". Padahal para salibis itu dg fasih mengucapkan "Assalamualaikum" yang banyak huruf "U" nya).
Kalau anda cowok/cewek sinetron, dipastikan tidak akan bisa memahami film ini, sebab semua dialognya dilakukan dengan gaya filosofis dan cenderung puitis. Adegannya pun banyak yang bermakna simbolis. Dalam film KH (Kingdom of Heaven), kita diajak melihat kegemilangan orang-orang muslim masa lalu, ketika menguasai dunia. Walaupun yang menjadi sentral tokohnya adalah orang Perancis, tak bisa dielakkan, film ini berusaha membuka mata orang barat, bahwa dari dulu mereka mempunyai darah pembunuh, dan selalu ingin menguasai orang lain. Alkisah Eropa dalam abad 12 dilanda kemiskinan yang merata. Para pastur berspekulasi bahwa penderitaan itu akibat dosa-dosa para penduduknya. Sebagai penebusan dosa, rakyat harus menunaikan ibadah "haji" ke Jerusalem, bertemu Jesus, dan mengadakan ritual convession, pengakuan dosa. Ajaran Kristen yang disebarkan secara simple, memang mendapat perhatian yang lumayan besar dari penduduk Eropa yang waktu itu masih terbelakang. Begitu agungnya ajaran itu bagi mereka, karena hanya dengan cukup percaya kepada Yesus, dan bahwa yesus telah menebus dosa-dosa mereka, mereka pun tertarik menjadi Kristen. Konsekwensi logis dari masuknya mereka pada ajaran itu, mereka harus membebaskan tanah kelahiran Yesus, dan negri di mana Yesus disalib. Mereka tak mampu memahami misi dan visi EQ (Emotion Quotion) yang dibawa Yesus, sehingga ajaran kasih sayang yang disampaikannya ditafsirkan dengan pedang yang diayunkan terhadap orang Islam. Sang tokoh dalam film KH, Balian, digambarkan sebagai tokoh yang mewakili sifat typical Eropa waktu itu, lugu, polos, dan merasa tak punya dosa. Hingga ketika ayahnya mengajaknya pergi "haji", dia merasa tidak perlu, karena tak punya dosa. Sang pendeta digambarkan sebagai tokoh antagonis, yang memanas-manasin Balian untuk pergi membela Yesus. "Istrimu di neraka, karena dia mati bunuh diri!" kata sang pendeta. Sang pendeta lalu dibunuhnya. Dan kini ada alasan baginya ke Jerusalem bersama ayahnya, untuk menebus dosa. Sang anak yang hanya bekerja sebagai pandai besi (blacksmith), tiba-tiba saja menjadi ksatria yang pandai bertempur (itulah film). Bahkan dalam perjalanan ke jerusalem, kapalnya sempat diamuk badai, semua anak buhanya mati. Hanya dia yang hidup, dan seekor kudanya. Inilah kehebatan film barat, manusia mati tenggelam, kuda bisa berenang. Begitu mendarat, Balian langsung bertemu dengan seorang panglima perang muslim yang menyamar menjadi hamba sahaya. Balian ditantang berduel dengan alasan telah mengambil kudanya. Balian menang melawan boss si hamba sahaya. Tapi di sinilah justru yang dicari sang panglima. Dia sengaja menjebak Balian dalam sebuah pertempuran satu lawan satu, untuk mengetahui kwalitas musuhnya. "Good quality will be known among your enemies before ever you meet them", ujarnya. Sehingga pasukan muslim dituntut untuk belajar lebih banyak jurus-jurus pedang. Pencarian identitas sang tokoh berakhir sia-sia ketika Yesus tak mau menemuinya di bukit, di mana sang anak Tuhan disalib. Frustrasi, ia pun pacaran dengan istri calon raja. Inilah typical film holiwood. Film jadi hancur berantakan gara-gara diselingi adegan tak perlu dari wanita cantik berwajah porno, yang tak ada hubungannya dengan jalan cerita. Jauh dengan film bermutu buatan Akira Kurosawa, Ran, yang sama sekali tak mengeksploitasi wanita. Hari gini, di dunia nyata, amerika memang masih menempatkan wanita sebagai budak nafsu. Walaupun demikian, di film KH, Ridley Scott, sang sutradara, sadar atau tidak sadar, mengarahkan kebodohan dari tujuan perang Salib. Perang yang katanya demi Tuhan itu, akhirnya dikuasai oleh para politikus jorok yang murni mengejar kekuasaan. Ketika Raja Baldwin IV berjuang melawan lepra, calon penggantinya, Renald, melanggar perjanjian damai dengan Salahuddin, Renald dan anak buahnya menyerang kafilah muslim yang hendak pergi haji dan membantai seluruh kafilah. Bahkan dalam kesempatan yang lain, saudara perempuan Salahuddin dibunuhnya. Kedamaian antara Kristen, Muslim dan yahudi jadi hancur. Hilanglah "Kingdom of Heaven" yang selama ini dibina Salahuddin dan raja Baldwin. Pengganti raja Baldwin makin merusak perjanjian, setelah jadi raja. Ambisinya menumpas pasukan Islam makin menggebu-gebu, didukung para pendeta yang gemar mabuk-mabukan. Tidak seperti dalam ajaran Kristen, yang mengatakan bila ditampar pipi kanan, berikan pipi kiri. Ajaran Islam menegaskan, bahwa bila musuh melanggar perjanjian damai, musti dikasih pelajaran. Musti diperangi sampai takluk. Maka perang pun meletus secara sporadis dalam rentang waktu yang lama, dan dengan eskalasi yang naik turun, antara pasukan muslim yang dipimpin Salahuddin dan pasukan salib yang dipimpin secara bergantian. Dalam setiap pertempuran, sang sutradara mau mengakui fakta sejarah, bahwa pasukan salib selalu dikalahkan. Ibarat kelinci masuk kandang macan, itulah nasib para salibis, menghadapi Salahuddin. Auuum� nyam� nyam� nyam. Tapi unsur antagonis pejuang muslim masih kelihatan kental dalam film ini, sebab tokoh Salahuddin digambarkan bertampang tua dan jelek. Mustinya kalau mau serius, Scott mau memasang wajah yang tidak terlalu serem. (Minimal, yah, memasang tampang seperti sayaaa, gitu loh). Atau memang sang sutradara mau menyampaikan pesan, bahwa dalam islam, unsur tampang tidak terlalu penting. Bahwa dalam Islam yang dipandang adalah karakternya, sifatnya, tingkah lakunya, prestasinya bukan tampang atau keturunannya. (jadi tampang saya gak jadi dipake dooong). Film berkahir dengan klimaks resistansi yang tingi dari pasukan salib, yang sudah banyak kehilangan panglima perang. Tinggallah si Belian, mantan tukang besi yang harus jadi pemimpin perang. Di sini sutradara film tak mau mengecewakan penonton Eropa. Pasukan salib dan rakyat Kristen digambarkan bertempur mati-matian menghadapi pasukan Salahuddin yang bersenjata balista (ketapel raksasa). Korban pun berjatuhan sangat banyak di kedua belah pihak. Dalam fakta sejarah, Pasukan Kristen sama sekali tak melakukan perlawanan ketika pasukan Salahuddin datang ke Jerusalem. Salahuddin dan tentaranya juga tak melakukan pembunuhan, apalagi melempari benteng dengan peluru-peluru balista. Dalam fakta sejarah, pasukan Kristen takluk tanpa syarat, karena pertahanan sudah terlalu lemah Dan Jerusalem pun diserahkan pada pemerintah muslim dengan suka rela. Jadi tidak ada itu, pahlawan pengobar semangat 45 yang berkoar-koar menahan laju laskar Salahuddin. Dalam fakta sejarah, sekali lagi Kingdom of Heaven lahir di bawah kepemimpinan Salahuddin. Tak satu pun tentara salib yang dijatuhi hukuman karena memerangi muslim. Bandingkan dengan sikap pasukan salibis amerika sekarang, yang suka menyiksa tawanan mereka di Iraq, Afghanistan dan Guantanamo. Di akhir cerita di film itu, tersiratlah kebodohan dari para pemimpin perang salib. Setelah begitu banyak korban, si Balian bertanya dengan lugu pada Salahuddin, "Apa sih Jerusalem itu?" "Nothing", jawab Salahuddin. "Everything", setelah jatuh ke tangan muslim, lanjutnya. Sang bintang pun, Balian, pulang kampung naik kuda membawa Kingdom of Heaven dalam hatinya, ketuplak� ketuplak� ketuplak� Bahwa kedamaian ada di dalam hati, itu benar adanya. Sementara Salahuddin dan pasukannya memberikan toleransi yang tinggi pada pemeluk ajaran lain. Digambarkan Salahuddin membetulkan letak salib yang jatuh akibat perang. Nasyid "Persatuan" pun dikumandangkan di film tsb, walau sekedar backround. Bandingkan lagi dengan sikap pasukan Joj Bush di Guantanamo, yang menjadikan lembaran-lembaran mushaf al Qur'an sebagai tissue untuk toilet. Sayang, hanya satu yang sadar dari kebodohan perang Salib. Sebab setelah tokoh dari Perancis, Balian, yang pulang gigit jari (tapi lumayan, dapat janda raja), kini diganti Richard si Lion Heart, raja Inggris, yang pergi "haji" ke Jerusalem. Penonton pun dipersilakan membaca buku sejarah untuk mengetahui lengkapnya jalan cerita selanjutnya. Dan setelah membaca review ini, mendingan gak usah nonton filmnya deh, bikin kaya amerika aja. Tapi kalau terpaksa, ya, nonton bajakannya saja, ceritanya sama saja kok. Malah yang bajakan lebih seru, ada kriuk-kriuknya. wassalam Untuk melengkapi pengetahuan kita tentang Salahuddin Al Ayyubi, di bawah saya lampirkan sedikit CV beliau dari seorang kawan. Mohon diterima. Biografi Salahuddin Al-Ayyubi Petikan dari Abul Hassan Ali Nadwai Judul asli : Saviors of Islamic Spirit. Salahuddin dibesarkan sama seperti anak-anak orang Kurd biasa. Pendidikannya juga seperti orang lain, belajar ilmu-ilmu sains di samping seni peperangan dan mempertahankan diri. Tiada seorangpun yang menyangka sebelum ia menguasai Mesir dan menentang tentera Salib bahawa anak Kurd ini suatu hari nanti akan merampas kembali Palestin dan menjadi pembela akidah Islamiah yang hebat. Dan tiada siapa yang menyangka pencapaiannya demikian hebat sehingga menjadi contoh dan perangsang memerangi kekufuran hingga ke hari ini. Stanley Lane Poole (1914) seorang penulis Barat menyifatkan Salahuddin sebagai anak seorang governor yang memilliki kelebihan daripada orang lain tetapi tidak menunjukkan satupun tanda-tanda ia akan menjadi orang hebat pada masa depan. Akan tetapi ia menunjukkan akhlak yang mulia. Walau bagaimanapun Allah telah mentakdirkannya untuk menjadi pemimpin besar pada zamannya dan Allah telah menyediakan dan memudahkan jalan-jalannya untuk menjadi pemimpin agung itu. Ketika ia menjadi tentera Al-Malik Nuruddin, sultan Aleppo, ia diperintahkan untuk pergi ke Mesir. Pada masa itu Mesir diperintah oleh sebuah kerajaan Syi'ah yang tidak bernaung di bawah khalifah. Bahauddin bin Shaddad, penasihat utama Salahuddin telah menulis bahawa Salahuddin sangat berat dan memaksa diri untuk pergi ke Mesir bagaikan orang yang hendak di bawa ke tempat pembunuhan (Bahauddin, 1234). Tetapi itulah sebenarnya apa yang dimaksudkan dengan firman Allah, "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu" (Al-Baqarah:216) Pertukaran Hidup Salahuddin al Ayubi Ketika Salahuddin menguasai Mesir, ia tiba-tiba berubah. Ia yakin bahawa Allah telah mempertanggung jawabkan kepadanya satu tugas yang amat berat yang tak mungkin dapat dilaksanakan jika ia tidak bersungguh-sungguh. Bahauddin telah menuliskan dalam catatannya bahwa Salahuddin sebaik-baik sahaja ia menjadi pemerintah Mesir. Dunia dan kesenangannya telah lenyap dari pandangan matanya. Dengan hati yang rendah dan syukur kepada Allah ia telah menolak godaan-godaan dunia dan segala kesenangannya (Bahauddin,1234). Bahkan Stanley Lane Poole(1914) telah menuliskan bahwa Salahuddin mengubah cara hidupnya kepada yang lebih keras. Ia bertambah wara' dan menjalani hidup yang lebih berdisiplin dan sederhana. Ia mengenepikan corak hidup senang dan memilih corak hidup "Spartan" yang menjadi contoh kepada tenteranya. Ia menumpukan seluruh tenaganya untuk satu tujuan yaitu untuk membina kekuasaan Islam yang cukup kuat untuk menghalau orang kafir dari tanah air Islam. Salahuddin pernah berkata, "Ketika Allah menganugerah kan aku bumi Mesir, aku yakin Dia juga bermaksud Palestin untukku. Ini menyebabkan ia memenangkan perjuangan Islam. Sehubungan dengan ia telah menyerahkan dirinya untuk jalan jihad. Semangat Jihadnya Fikiran Salahuddin sentiasa tertumpu kepada jihad di jalan Allah. Bahauddin telah mencatatkan bahawa semangat Salahuddin yang berkobar-kobar untuk berjihad menentang tentera Salib telah menyebabkan jihad menjadi tajuk perbincangan yang paling digemarinya. Ia sentiasa meluangkan seluruh tenaganya untuk memperkuat pasukan tenteranya, mencari mujahid-mujahid dan senjata untuk tujuan berjihad. Jika ada sesiapa yang bercakap kepadanya berkenaan jihad ia akan memberikan sepenuh perhatian. Sehubungan dengan ini ia lebih banyak di dalam khemah perang daripada duduk di istana bersama sanak keluarga. Siapa sahaja yang menggalakkannya berjihad akan mendapat kepercayaannya. Siapa sahaja yang memerhatikannya akan dapat melihat apabila ia telah memulakan jihat melawan tentera salib ia akan menumpahkan seluruh perhatiannya kepada persiapan perang dan menaikkan semangat tenteranya. Dalam medan peperangan ia bagaikan seorang ibu yang garang kehilangan anak tunggal akibat dibunuh oleh tangan jahat. Ia akan bergerak dari satu hujung medan peperangan ke hujung yang lain untuk mengingatkan tenteranya supaya benar-benar berjihad di jalan Allah semata-mata. Ia juga akan pergi ke seluruh pelosok tanah air dengan mata yang berlinang mengajak manusia supaya bangkit membela Islam. Ketika ia mengepung Acre ia hanya minum, itupun selepas dipaksa oleh doktor peribadinya tanpa makan. Doktor itu berkata bahawa Salahuddin hanya makan beberapa suap makanan semenjak hari Jumaat hingga senin kerena ia tidak mahu perhatiannya kepada peperangan terganggu. (Bahauddin, 1234) Peperangan Hittin Satu siri peperangan yang sengit telah berlaku antara tentera Salahuddin dengan tentera Salib di kawasan Tiberias di kaki bukit Hittin. Akhirnya pada 24 Rabiul-Akhir, 583 H, tentera Salib telah kalah. Dalam peperangan ini Raja Kristian yang memerintah Palestin telah dapat di tawan beserta adiknya Reginald dari Chatillon. Pembesar-pembesar lain yang dapat ditawan ialah Joscelin dari Courtenay, Humphrey dari Toron dan beberapa orang ternama yang lain. Ramai juga tentera-tentera Salib berpangkat tinggi telah tertawan. Stanley Lane-Poole menceritakan bahwa dapat dilihat seorang tentera Islam telah membawa 30 orang tentera Kristian yang ditawannya sendiri diikat dengan tali khemah. Mayat-mayat tentera Kristian bertimbun-timbun seperti batu di atas batu di antara salib-salib yang patah, potongan tangan dan kaki dan kepala-kepala manusia berguling seperti buah tembikai. Dianggarkan 30,000 tentera Kristian telah mati dalam peperangan ini. Setahun selepas peperangan, timbunan tulang dapat dilihat memutih dari jauh. Kecintaan Salahuddin kepada Islam Peperangan Hittin telah menyerlahkan kecintaan Salahuddin kepada Islam. Stanley Lane-Poole menulis bahawa Salahuddin berkhemah di medan peperangan semasa peperanggan Hittin. Pada satu ketika setelah khemahnya didirikan diperintahkannya tawanan perang dibawa ke hadapannya. Maka dibawalah Raja Palestin dan Reginald dari Chatillon masuk ke khemahnya. Dipersilakan sang Raja duduk di dekatnya. Kemudian ia bangun pergi ke hadapan Reginald lalu berkata, "Dua kali aku telah bersumpah untuk membunuh nya. Pertama ketika ia bersumpah akan melanggar dua kota suci dan kedua ketika ia menyerang jamaah haji. Ketahuilah aku akan menuntut bela Muhammad saw atasnya". Lalu ia menghunuskan pedangnya dan memenggal kepala Reginald. Mayatnya kemudian dibawa keluar oleh pengawal dari khemah. Raja Palestin apabila melihat adiknya dipancung, ia mengeletar kerana menyangka gilirannya akan tiba. Tetapi Salahuddin menjamin tidak akan mengapa-apakannya sambil berkata, "Bukanlah kelaziman seorang raja membunuh raja yang lain, tetapi orang itu telah melanggar segala batas-batas, jadi terjadilah apa yang telah terjadi". Tindakan Salahuddin adalah disebabkan kebiadaban Reginald kepada Islam dan Nabi Muhammad saw. Bahauddin bin Shaddad, penasihat kepercayaan Salahuddin mencatatkan bila jamaah haji dari Palestin diserang dicederakan tanpa belas kasihan oleh Reginald, di antara tawanannya merayu supaya mereka dikasihani. Tetapi Reginald dengan angkuhnya mengatakan, "Mintalah kepada Nabi kamu, Muhammad, untuk menyelematkan kamu". Ketika ia mendengar berita ini ia telah berjanji akan membunuh Reginald dengan tangannya sendiri apabila ia dapat menangkapnya. Menawan Baitul Muqaddis Kemenangan peperangan Hittin telah membuka jalan mudah kepada Salahuddin untuk menawan Baitul Muqaddis. Bahauddin telah mencatatkan bahawa Salahuddin sangat-sangat berhajat untuk menawan baitul Muqaddis hinggakan bukitpun akan mengecut dari bebanan yang dibawa di dalam hatinya. Pada hari jumaat, 27 Rajab, 583H, iaitu pada hari Isra' Mi'raj, Salahuddin telah memasuki banda suci tempat Rasulullah saw. naik ke langit. Dalam catatan Bahauddin ia menyatakan inilah kemengan atas kemengang. Ramai orang yang terdiri dari ulama, pembesar-pembesar, peniaga dan orang-orang biasa datang merayakan gembira kemenangan ini. Kemudiannya ramai lagi orang datang dari pantai dan hampir semua ulama-ulama dari Mesir dan Syria datang untuk mengucapkan tahniah kepada Salahuddin. Boleh dikatakan hampir semua pembesar-pembesar datang. Laungan "Allahhu Akbar" dan "Tiada tuhan melainkan Allah" telah memenuhi langit. Selepas 90 tahun kini sembahyang Jumaat telah diadakan semula di Baitul Muqaddid. Salib yang terpampang di 'Dome of Rock' telah diturunkan. Betapa hebatnya peristiwa ini tidak dapat digambarkan. Hanya Allah sahaja yang tahu betapa hebatnya hari itu. Salahuddin yang Penyayang Sifat penyayang dan belas kasihan Salahuddin semasa peperangan ini sangat jauh berbeda daripada kekejaman musuh Kristiannya. Ahli sejarah Kristian pun mengakui hal ini. Lane-Poole mengesahkan bahwa kebaikan hati Salahuddin telah mencegahnya daripada membalas dendam. Ia telah menuliskan yang Salahuddin telah menunjukkan ketiggian akhlaknya ketika orang-orang Kristian menyerah kalah. Tenteranya sangat bertanggung jawab, menjaga peraturan di setiap jalan, mencegah segala bentuk kekerasan hinggakan tiada kedengaran orang-orang Kristian diperlakukan tidak baik. Semua jalan keluar-masuk ke Baitul Muqaddis di tangannya dan seorang yang amanah telah dilantik di pintu Nabi Daud untuk menerima wang tebusan daripada orang-orang Kristian yang ditawan. Lane-Poole juga telah menuliskan bahawa Salahuddin telah mengatakan kepada pegawainya, "Adikku telah membuat infak, Padri besar pun telah benderma. Sekarang giliranku pula". Lalu ia memerintahkan pegawainya mewartakan di jalan-jalan Jerusalem bahawa sesiapa yang tidak mampu membayar tebusan boleh dibebaskan. Maka berbondong-bondonglah orang keluar dari pintu St. Lazarus dari pagi hingga ke malam. Ini merupakan sedekah Salahuddin kepada orang miskin tanpa menghitung bilangan mereka. Selanjutnya Lane-Poole menuliskan bagaimana pula tindak-tanduk tentera Kristian ketika menawan Baitul Muqaddis kali pertama pada tahun 1099. Telah tercatat dalam sejarah bahawa ketika Godfrey dan Tancred menunggang kuda di jalan-jalan Jerusalem jalan-jalan itu 'tersumbat' dengan mayat-mayat, orang-orang Islam yang tidak bersenjata disiksa, dibakar dan dipanah dari jarak dekat di atas bumbung dan menara rumah-rumah ibadah. Darah yang membasahi bumi yang mengalir dari pembunuhan orang-orang Islam secara beramai-ramai telah mencermarkan kesucian gereja di mana sebelumnya kasih sayang sentiasa diajarkan. Maka sangat bernasip baik orang-orang Kristian apabila mereka dilayan dengan baik oleh Salahuddin. Lane-Poole juga menuliskan, jika hanya penaklukan Jerusalem sahaja yang diketahui mengenai Salahuddin, maka ia sudah cukup membuktikan dialah seorang penakluk yang paling penyantun dan baik hati di zamannya bahkan mungkin di sepanjang zaman. Perang Salib Ketiga Perang Salib pertama ialah kejatuhan Palestin kepada orang-orang Kristian pada tahun 1099 (490H) manakala yang kedua telah dimenangi oleh Salahuddin dalam peperangan Hittin pada tahun 583H (1187M) di mana beberapa hari kemudian ia telah menawan Baitul Muqaddis tanpa perlawanan. Kekalahan tentera Kristian ini telah menggegarkan seluruh dunia Kristian. Maka bantuan dari Eropah telah dicurahkan ke bumi Palestin Hampir semua raja dan panglima perang dari dunia Kristian seperti Fredrick Barbossa raja Jerman, Richard The Lion raja England, Philips Augustus raja Perancis, Leopold dari Austria, Duke of Burgundy dan Count of Flanders telah bersekutu menyerang Salahuddin yang hanya dibantu oleh beberapa pembesar nya dan saudara maranya serta tentaranya untuk mempertahankan kehormatan Islam. Berkat pertolongan Allah mereka tidak dapat dikalahkan oleh tentera bersekutu yang besar itu. Peperangan ini berlanjutan selama 5 tahun hingga menyebabkan kedua belah pihak menjadi lesu dan jemu. Akhirnya kedua belah pihak bersetuju untuk memuat perjanjian di Ramla pada tahun 588H. Perjanjian ini mengakui Salahuddin adalah pengusa Palestin seluruhnya kecuali bandar Acra diletakkan di bawah pemerintahan Kristian. Maka berakhirlah peperangan Salib ketiga. Lane-Poole telah mencatatkan perjanjian ini sebagai berakhirnya Perang Suci yang telah berlajutan selama 5 tahun. Sebelum kemenangan besar Hittin pada bulan Julai, 1187 M, tiada satu inci pun tanah Palestin di dalam tangan orang-orang Islam. Selepas Perjanjian Ramla pada bulan September, 1192 M, keseluruhanya menjadi milik mereka kecuali satu jalur kecil dari Tyre ke Jaffa. Salahuddin tidak ada rasa malu apapun dengan perjanjian ini walaupun sebahagian kecil tanah Palestin masih di tangan orang-orang Kristian. Atas seruan Pope, seluruh dunia Kristian telah mengangkat senjata. Raja England, Perancis, Sicily dan Austria serta Duke of Burgundy, Count of Flanders dan beratus-ratus lagi pembesar-pembesar telah bersekutu membantu Raja dan Putra Mahkota Palestin untuk mengembalikan kerajaan Jerusalem kepada pemerintahan Kristian. Walau bagaimanapun ada raja yang mati dan ada yang balik dan sebahagian pembesar-pembesar Kristian telah terkubur di Tanah Suci itu, tetapi Tanah Suci itu masih di dalam tangan Salahuddin. Selanjutnya Lane-Poole mencatatkan, seluruh kekuatan dunia Kritian yang telah ditumpukan dalam peperangan Salib ketiga tidak mengoyangkan kekuatan Salahuddin. Tenteranya mungkin telah jemu dengan peperangan yang menyusahkan itu tetapi mereka tidak pernah undur apabila diseru untuk menjualkan jiwa raga mereka di jalan Tuhan. Tenteranya yang berada jauh di lembah Tigirs di Iraq mengeluh dengan tugas yang tidak henti-henti, tetapi ketaatan meraka yang tidak pernah berbelah bagi. Bahkan dalam peperangan Arsuf, tenteranya dari Mosil (sebuah tempat di Iraq) telah menunjukkan ketangkasan yang hebat. Dalam peperangan ini, Salahuddin memang boleh memberikan kepercayaan kepada tentra-tenteranya dari Mesir, Mesopotamia, Syria, Kurds, Turkmans, tanah Arab dan bahkan orang-orang Islam dari mana-mana sahaja. Walaupun mereka berlainan bangsa dan kaum tetapi Salahuddin telah dapat menyatukan mereka di atas jalan Tuhan dari pada mula peperangan pada tahun 1187 hinggalah berakhirnya pada tahun 1192. Lane-Poole juga menuliskan dalam peperangan ini Salahuddin sentiasa syura. Ia mempunyai majlis syura (musyawarah)yang membuat keputusan-keputusan ketenteraan. Kadang-kadang majlis ini membatalkan keputusan Salahuddin sendiri. Dalam majlis ini tiada siapa yang mempunyai suara lebih berat tiada siapa yang lebih mempengaruhi fikiran Salahuddin. Semuanya sama sahaja. Dalam majlis itu ada adiknya, anak-anaknya, anak saudaranya, sahabat-sahabat lamanya, pembesar-pembesar tentera, kadi, bendahari dan setiausaha. Semuanya mempunyai sumbangan yang sama banyak dalam membuat keputusan. Pendeknya semuanya menyumbang dalam kepakaran masing-masing. Walau apa pun perbincangan dan perdebatan dalam majlis itu, mereka memberikan ketaatan mereka kepada Salahuddin. Wafatnya Salahuddin Pada hari Rabu, 27 Safar, 589H, pulanglah Salahuddin ke rahmatullah selepas berhempas pulas mengembalikan tanah air Islam pada usia 57 tahun. Bahauddin bin Shaddad, penasihat utama Salahuddin telah menulis mengenai hari-hari terakhir Salahuddin. Pada malam 27 Safar, 12 hari selepas ia jatuh sakit, ia telah menjadi sangat lemah. Syeikh Abu Ja'afar seorang yang wara' telah diminta menemani Salahuddin di Istana supaya jika ia nazak, bacaan Qur'an dan syahadah boleh diperdengarkan kepadanya. Memang pada malam itu telah nampak tanda-tanda berakhirnya hayat Salahuddin. Syeikh Abu Jaafar telah duduk di tepi katilnya semenjak 3 hari yang lepas membacakan Qur'an. Dalam masa ini Salahuddin selalu pingsan dan sedar sebentar. Apabila Syeikh Au Jaafar membacakan ayat, "Dialah Allah, tiada tuhan melainkan Dia, Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata" (Al-Hasyr: 22), Salahuddin membuka matanya sambil senyum, mukanya berseri dan denga nada yang gembira ia berkata, "Memang benar". Selepas ia mengucapkan kata-kata itu rohnya pun kembali ke rahmatullah. Masa ini ialah sebelum subuh, 27 Safar. Seterusnya Bahauddin menceritakan Salahuddin tidak meninggalkan harta kecuali satu dinar dan 47 dirham ketika ia wafat. Tiada rumah-rumah, barang-barang, tanah, kebun dan harta-harta lain yang ditinggalkan nya. Bahkan harta yang ditinggalkannya tidak cukup untuk ongkos pengkebumiannya. Keluarganya terpaksa meminjam wang untuk menanggung ongkos pengkebumian ini. Bahkan kain kafan pun diberikan oleh seorang menterinya. Salahuddin yang Wara' Bahauddin bin Shaddad, penasihat utama Salahuddin telah mencatatkan berkenaan kewarakan Salahuddin. Satu hari ia berkata bahawa ia telah lama tidak pergi sembahyang berjemaah. Ia memang suka sembahyang berjemaah, bahkan ketika sakitnya ia akan memaksa dirinya berdiri di belakang imam. Disebabkan sembahyang adalah ibadah utama yang diasaskan oleh Rasulullah saw, ia sentiasa mengerjakan sembahyang sunnat malam. Jika disebabkan hal tertentu ia tidak dapat sembahyang malam, ia akan menunaikannya ketika hampir subuh. Bahauddin melihatnya sentiasa sembahyang di belakang imam ketika sakitnya, kecuali tiga terakhir di mana ia telah tersangat lemah dan selalu pingsan. Tetapi ia tidak pernah tinggal sembahyang fardhu. Ia tidak pernah membayar zakat kerana ia tidak mempunyai harta yang cukup nisab. Ia sangat murah hati dan akan menyedekahkah apa yang ada padanya kepada fakir miskin dan kepada yang memerlukan hinggakan ketika wafatnya ia hanya memiliki 47 dirham wang perak dan satu dinar wang emas. Ia tidak meninggalkan harta. Bahauddin juga mencatatkan bahawa Salahuddin tidak pernah meninggalkan puasa Ramadhan kecuali hanya sekali apabila dinasihatkan oleh Kadi Fadhil. Ketika sakitnya pun ia berpuasa sehinggalah doktor menasihat kannya dengan keras supaya berbuka. Lalu ia berbuka dengan hati yang berat sambil berkata, "Aku tak tahu bila ajal akan menemuiku". Maka segera ia membayar fidyah. Dalam catatan Bahauddin juga menunjukkan Salahuddin teringin sangat menunaikan haji ke Mekah tetapi ia tidak pernah berkesempatan. Pada tahun kewatannya, keinginannya menunaikan haji telah menjadi-jadi tetapi ditakdirkan. Ia sangat gemar mendengar bacaan Qur'an. Dalam medan peperangan ia acap kali duduk mendegar bacaan Qur'an para pengawal yang dilawatnya sehingga 3 atau 4 juzu' semalam. Ia mendengar dengan sepenuh hati dan perhatian sehingga air matanya membasahi dagunya. Ia juga gemar mendengar bacaan hadis Rasulullah saw. Ia akan memerintahkan orang-orang yang bersamanya duduk apabila hadis dibacakan. Apabila ulama hadis datang ke bandar, ia akan pergi mendengar kuliahnya. Kadang kadang ia sendiri membacakan hadis dengan mata yang berlinang. Dalam peperangan kadang-kadang ia berhenti di antara musuh-musuh yang datang untuk mendengarkan hadis-hadis dibacakan kepadanya. Salahuddin sangat yakin dan percaya kepada pertolongan Allah. Ia biasa meletakkan segala harapan nya kepada Allah terutama ketika dalam kesusahan. Pada satu ketika ia berada di Jerusalem yang pada masa itu seolah-olah tidak dapat bertahan lagi daripada kepungan tentera bersekutu Kristian. Walaupun keadaan sangat terdesak ia enggan untuk meninggalkan kota suci itu. Malam itu adalah malam Jumaat musim sejuk. Bahaauddin mencatatkan, "Hanya aku dan Salahuddin sahaja pada masa itu. Ia menghabis kan masa malam itu dengan bersembahyang dan munajat. Pada tengah malam saya minta supaya ia berehat tetapi jawabnya, "Ku fikir kau mengantuk. Pergilah tidur sejenak". Bila hampis subuh akupun bangun dan pergi mendapatkannya. Aku dapati ia sedang membasuh tangannya. "Aku tidak tidur semalam" katanya. Selepas sembahyang subuh aku berkata kepadanya, "Kau kena munajat kepada Allah memohon pertolongan-Nya". Lalu ia bertanya, "Apa yang perlu ku lakukan?" Aku menjawab, Hari ini hari Jumaat. Engkau mandilah sebelum pergi ke masjid Aqsa. Keluarkanlah infaq dengan senyap-senyap. Apabila kau tiba di masjid, sembahyanglah dua rakaat selepas azan di tempat Rasulullah saw pernah sembahyang sebelum mi'raj dahulu. Aku pernah membaca hadis doa yang dibuat di tempat itu adalah mustajab. Oleh itu kau bermunajad lah kepada Allah dengan ucapan "Ya Tuhanku, aku telah kehabisan segala bekalanku. Kini aku mohon pertolongan-Mu. Aku menyerahkan diriku kepada-Mu. Aku yakin hanya Engkau sahaja yang boleh menolongku dalam keadaan yang genting ini" Aku mengatakan kepadanya, "Aku sangat berharap Allah akan mengkabulkan doamu". Lalu Salahuddin melakukan apa yang ku usulkan. Aku berada di sebelahnya ketika dahinya mencecah bumi sambil menangis hingga air matanya mambasahi janggutnya dan menitik ke tempat sembahyang. Aku tidak tahu apa yang didoakannya tetapi aku melihat tanda-tanda doanya dikabulkan sebelum hari itu berakhir. Perbalahan berlaku di antara musuh-musuh yang menatijahkan berita baik bagi kami beberapa hari kemudian. Akhirnya mereka membuka khemah-khemah mereka dan berangkat ke Ramla pada hari Isnin pagi" Perangai Salahuddin Siapa yang rapat dengannya mengatakan ia adalah seorang Islam yang taat kepada Allah, sangat peka kepada keadilan, pemurah, lembut hati, sabar dan tekun. Bahauddin bin bin Shaddad, penasihat utama Salahuddin telah mencatatkan ia telah memberikan masa untuk rakyat dua kali seminggu, iaitu pada hari Isnin dan Selasa. Pada masa ini ia disertai oleh pembesar-pembesar negara, ulama dan kadi. Semua orang boleh berjumpa dengannya. Ia sendiri akan membacakan aduan yang diterimanya dan mengucapkan untuk dituliskan oleh juru tulis tindakan yang perlu diambil dan terus ditandatanganinya pada masa itu juga. Ia tidak pernah membenarkan orang meninggalkannya selagi ia belum menyempurnakan hajat orang itu. Dalam masa yang sama ia sentiasa bertasbih kepada Allah. Jika ada orang membuat aduan, ia akan mendegarkan dengan teliti dan kemudian memberikan keputusannya. Sauatu hari seorang lelaki telah membuat aduan berkenaan Taqiuddin, anak saudaranya sendiri. Dengan segera ia memanggil anak saudaranya itu dan meminta penjelasan. Dalam ketika yang lain ada orang yang membuat tuduhan kepada Salahuddin sendiri. Yang memerlukan penyiasatan. Walaupun tuduhan orang itu didapati tidak berasas, ia telah menghadiahkan orang itu sehelai jubah dan beberapa pemberian yang lain. Ia adalah seorang yang mulia dan baik hati, lemah lembut, penyabar dan sangat benci kepada ketidak adilan. Ia sentiasa mengabaikan kesilapan-kesilapan pembantu-pembantu dan khadam-khadamnya. Jika mereka melakukan kesilapan yang memanaskan hatinya, ia tidak pernah menyebabkan kemarahannya menjatuhkan air muka mereka. Pada suatu ketika ia pernah meminta air minum, tetapi entah apa sebabnya air itu tidak diberikan kepadanya. Ia meminta sehingga lima kali lalu berkata, "Aku hampir mati kehausan". Ia kemudian meminum air yang dibawakan kepadanya tanpa menunjukkan kemarahan. Dalam ketika yang lain ia hendak mandi selepas mengalami sakit yang agak lama. Didapatinya air yang disediakan agak panas, lalu ia meminta air sejuk. Sebanyak dua kali khadamnya menyebabkan air sejuk terpercik kepadanya. Disebabkan ia belum benar-benar sihat, ia merasa kesejukan tetapi ia hanya berkata kepada khadamnya, "Katakan sajalah kalau kau tak suka kepadaku". Lalu khadam itu cepat-cepat minta maaf dan Salahuddin terus memaafkannya. Bahauddin juga telah mencatatkan beberapa peristiwa yang menunjukkan sifat pemurah dan baik hati Salahuddin. Kadang-kadang kawasan yang baru ditawannya pun diberikannya kepada pengikutnya. Satu ketika ia telah berjaya menawan bandar 'Amad. Lalu seorang perwira tentera, Qurrah Arslan, menyatakan keinginannya untuk memerintah bandar itu. Dengan senang hati ia memberikannya. Bahkan dalam beberapa ketika ia menjualkan hartanya semata-mata untuk membeli hadiah. Melihat betapa pemurahnya Salahuddin, bendaharinya selalu merahsiakan baki wang simpanan untuk digunakan semasa kecemasan. Jika ia tahu, ia akan menyedekahkan khazanah negara sehingga habis. Salahuddin pernah mengatakan ada orang baginya wang dan debu sama sahaja. "Aku tahu", kata Bahauddin, "Ia mengatakan dirinya". Salahuddin tidak pernah membiarkan tetamunya meninggalkannya tanpa hadiah atau sebarang bentuk pemberian tanda penghargaan, walaupun tamunya itu seorang kafir. Raja Saida pernah melawat Salahuddin dan ia menyambutnya dengan tangat terbuka, melayannya dengan hormat dan mengambil kesempatan menerangkan Islam. Bahkan Salahuddin sentiasa mengirimkan ais dan buah-buahan kepada Richard the Lion, musuh ketatnya, ketika Raja inggeris itu sakit. Hatinya memang sangat lembut hingga ia sangat mudah terkesan apabila melihat orang dalam kesusahan dan kesedihan. Suatu hari seorang perempuan Kristian datang mengadu kehilangan bayinya. Perempuan itu menangis dan meraung di depan Salahuddin sambil menceritakan bayinya dicuri dari khemahnya. Perempuan itu seterusnya mengatakan ia telah dimaklumkan hanya Salahuddin sahaja yang boleh mendapatkan bayi itu kembali. Hatinya tersentuh mendengar cerita perempuan itu lalu iapun turut menangis. Ia segera memerintah kan pegawai-pegawainya mencari bayi itu di pasar hamba-sahaya. Tidak lama kemudian bayi itu telah dapat dibawa kembali lalu dengan rasa gembira mendoakan kesejahteraan Salahuddin. Bahauddin juga mencatatkan Salahuddin sangat kasihan belas kepada anak-anak yatim. Bila ia terjumpa anak-anak yatim ia akan menguruskan supaya ada orang menjadi penjaga anak itu. Kadang-kadang ia sendiri yang akan menjaga dan membesarkan anak yatim yang ditemuinya. Ia juga sangat kasihan melihat orang tua atau yang kurang upaya dan akan memberikan penjagaan yang khas kepada mereka apabila ia bertemu dengan orang sedemikian. Kesungguhan dan Semangat Ketika mengepung bandar Acre, Bahauddin mencatatkan bahawa Salahuddin mengidap sakit berat yang menyebabkan beliau sangat susah untuk bangun. Meskipun demikian, ia keluar menunggang kudanya untuk memeriksa angkatan tenteranya. Bahauddin bertanya kepadanya bagaimana ia boleh menahan sakitnya. Maka Salahuddin menjawab, "Penyakit akan meninggalkanku apabila kamu menunggang kuda". Dalam ketika yang lain ia sebenarnya dalam keadaan yang lemah akibat sakit tetapi pergi memburu musuh sepanjang malam. "Apabila ia sakit", kata Bahauddin, Aku dan doktor akan bersamanya sepanjang malam. Ia tidak dapat tidur akibat menahan sakit, tetapi apabila pagi menjelang, ia akan menunggang kuda untuk melawan musuh. Ia menghantar anak-anaknya ke medan perang sebelum memerintahkan orang lain berbuat demikian. Aku dan doktornya bersamanya sepanjang hari menunggang kuda sehinggalah musuh berundur apabila senja menjelang. Ia hanya akan kembali ke khemah selepas memberikan arahan untuk kawalan keselamatan pada waktu malam". Dalam kesungguhan, semangat dan ketahanan rasanya tiada siapa yang boleh menandingi Salahuddin. Kadang-kadang ia sediri pergi ke kawasan perkhemahan tentera musuh bersama perisik-perisiknya sekali bahkan dua kali sehari. Ketika berperang ia sendiri akan pergi merempun celah-celah tentera musuh yang sedang mara. Ia sentiasa mengadakan pemeriksaan ke atas setiap tenteranya dan memberikan arahan kepada panglima-panglima tenteranya. Bahauddin ada mencatatkan satu kisah yang menunjukkan betapa beraninya Salahuddin. Salahuddin diberitahu bahawa ia selalu mendengar bacaan hadis pada masa lapang bukannya ketika perang. Apabila mendengar perakara ini ia segera mengarahkan supaya hadis-hadis dibacakan kepadanya ketika peperangan sedang berkecamuk dengan sengitnya. Salahuddin tidak pernah gentar dengan ramainya tentera Salib yang datang untuk menentangnya. Dalam beberapa peperangan ketika, tentera Salib berjumah sehingga 600,000 orang, tetapi Salahuddin menghadapinya dengan tentera yang jauh lebih sedikit. Berkat pertolongan Allah ia menang, membunuh ramai musuh dan membawa ramai tawanan. Ketika mengepung Acre, pada satu petang lebih dari 70 kapal tentera musuh beserta senjata berat mendarat pada satu petang. Boleh dikatakan semua orang merasa gentar kecuali Salahuddin. Dalam satu peperangan yang sengit semasa kepungan ini, serangan mendadak besar-besaran dari musuh telah menyebabkan tentera Islam kalang kabut. Tentera musuh telah merempuh khemah-khemat tentera Islam bahkan telah sampai ke khamah Salahuddin dan mencabut benderanya. Tetapi Salahuddin bertahan dengan teguhnya dan berjaya mengatur tenteranya kembali sehingga ia berjaya membalikkan kekalahan menjadi kemenangan. Musuh telah kalah teruk dan berundur meninggalkan lebih kurang 7,000 mayat-mayat. Bahauddin ada mencatatkan betapa besarnya cita-cita Salahuddin. Suatu hari Salahuddin pernah berkata kepadanya, "Aku hendak beri tahu padamu apa yang ada dalam hatiku. Apabila Allah mentakdirkan seluruh tanah suci ini di bawah kekuasaanku, aku akan serahkan tanah-tanah kekuasaanku ini kepada anak-anakku, ku berikan arahan-arahanku yang terakhir lalu ku ucapkan selamat tinggal. Aku akan belayar untuk menaklukkan pulau-pulau dan tanah-tanah. Aku tak akan meletakkan senjata ku selagi masih ada orang-orang kafir di atas muka bumi atau jika ajalku sampai Salahuddin sebagai ulama Salahuddin memiliki asas pengetahuan agama yang kukuh. Ia juga mengetahui setiap suku-suku kaum Arab dan adat-adat mereka. Bahkan ia mengetahui sifat-sifat kuda Arab walaupun ia sebenarnya orang Kurd. Ia sangat gemar mengumpulkan pengetahuan dan maklumat dari kawan-kawannya dan utusan-utusannya yang sentiasa berjalan dari satu penjuru ke satu penjuru negerinya. Di samping Qur'an ia juga banyak menghafal syair-syair Arab. Lane-Poole juga ada menuliskan bahawa Salahuddin berpengetahuan yang dalam dan gemar untuk mendalami lagi bidang-bidang akidah, ilmu hadis serta sanad-sanad dan perawi-perawinya, syariah dan usul figh dan juga tafsir Qur'an. Rujukan : Bahauddin bin Shaddad. 1234M,632H. Al-Nawadir-I-Sultania: Sirat Salahuddin (Bin Nawadir-I-Sultania). Mesir (diterbitkan 1317h):31, 32-33, 7,155 Poole S. L. 1914. Saladin. New York: 72, 99 Note : Salahuddin adalah yang menghidupkan Mawlid Nabi Muhammad saw,hingga tentara islam terus berjaya. Wa min Allah at Tawfiq wassalam, arief hamdani http://mevlanasufi.blogspot.com (dapatkan jadwal & alamat dzikir serta ceramah terbaru diarchieve May 2005 ) ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> In low income neighborhoods, 84% do not own computers. At Network for Good, help bridge the Digital Divide! http://us.click.yahoo.com/HO7EnA/3MnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

