Antara Hukum dan Kenyataan        
Oleh Prof. Dr. H. Tabrani Rab     
Sabtu, 05 Maret 2005  

Ketika Rasulullah dalam sakit bertanyalah sahabat. �Apa yang terpenting di 
dunia ini ya Rasulullah?�. Rasulullahpun menjawab kearifan. Sekali lagi sampai 
tiga kali sang sahabat menanyakan �Apa yang lebih penting ya Rasulullah�. Tiga 
kali pula Rasulullah menjawab �Kearifan�.

Baru kali keempat pertanyaan sahabat ini dijawab Rasulullah dengan �Ilmu�. 
Sebelumnyapun Rasulullah berucap pula tentulah ilmu sejak lahir sampai ke liang 
kubur. Ada pula ucapan Rasul �Tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri Cina�. 
Hadist yang terakhir inilah menyebabkan MUI berkunjung ke Beijing. Dalam 
temperatur minus 5 derajat sehingga ada anggota MUI yang ngomong dengan saya 
�Comeh ambo mati lai Pak dek sojuk�. 

Jauh sebelum Isa Almasih diturunkan Allah ke dunia 500 tahun sebelumnya 
hiduplah tiga pendekar pemikir. Sang guru bernama Socrates, sang murid bernama 
Plato, sang cumu alias cucu murid adalah Aristoteles. Bila Socrates hanya 
pidato-pidato saja dan untunglah muridnya Plato menuangkan isi hati gurunya 
ketika dihadapan pengadilan yang ditulisnya dalam buku �Apologia� alias 
pembelaan buku inipun diterjemahkan oleh Fuad Hasan sang mantan Menteri Diknas 
kedalam bahasa Indonesia sehingga banyaklah orang membacanya walaupun tambah 
pening karena loncatan-loncatan pidato sang filosof. Tetapi Aristoteles lebih 
menitikberatkan pada pengaturan negara yang menyatakan hukum itu terbagi rata 
(bukan seperti cintaku terbagi dua), dan harus mampu mengoreksi. Bahasa kampung 
saya Distributive Justice dan Corrective Justice alias hukum yang terbagi rata 
dan hukum yang mampu mengoreksi. Bila Socrates meninggal dalam umur 32 tahun 
akibat diracun raja sebaliknya ketika Aristoteles menjadi penasehat Alexander
 Zulkarnaen yang kerajaannya terbentang dari Mesopotamia sampai ke India bahkan 
raja-raja Melayupun merasa dirinya keturunan Alexander Zulkarnaen. Sayangnya 
sesudah raja menerima pengertian filosofis sebagaimana dikatakan oleh Plato 
bila raja adalah filosof alamat amanlah negeri. Nah, menghubungi pemikiran 
Yunani Kuno dengan menyatakan perlunya kearifan diatas segala-galanya diulangi 
lagi oleh Rasulullah kepada sahabatnya. Di Inggrispun orang menyatakan �There 
is no man above law and one man in law is majority� (Tidak ada seorangpun yang 
berhak diatas hukum dan satu orang saja yang berpegang dengan hukum). 

Akan tetapi karena jumlah manusia bertambah seperti deret ukur ibarat belatung 
maka Hegel pun menyatakan apa yang dikatakan Aristoteles itu 
pembengak-pembengak saja. Yang menentukan hukum adalah siapa yang memegang 
tangkai parangnya, tinggal dibahutnya saja siapa yang tidak disenanginya. Hegel 
menggambarkan hegemoni sang penguasa. Ini direnungi Hegel sesudah kepala 
Luidwiyk ke XVI dan Maria Antoniete dipenggal kepalanya ketika Revolusi 
Perancis. Yang ingin dibuahkan oleh Revolusi Perancis 1789 ini adalah 
masyarakat adiiilll dan makmur (seperti Riau 2020 nanti kalau masih ade nyawe). 
Dalam hal yang begini pulalah nama yang terpanjang di dunia Isodore Auguste 
Marie Francois Xavier Comtee �Omnis Definisio In Jure Civili Periculosa Civili 
Periculosa Est� (Hukum tak mungkin do dibaca dari kalimat-kalimat mati didalam 
KUHP itu saja). Sebenarnya pernyataan Xavier ini bukannya baru �Sebuah jalan 
yang teramat panjang dan berliku-liku dimulai dari Hammurabi (Irak yang dibom 
Amerika sekarang)
 2500 tahun yang lalu telah menulisnya dalam Code Ur. Kemudian hal ini diambil 
lagi oleh Hammurabi pada 2000 tahun SM dan diangkut oleh Napoleon Bonaparte 
dari Mesir pada abad ke 18 yang membuahkan positivisme dari Comte. Kata Comte 
tentang apa yang ada di Roma pada 450 SM dengan Corpus Juris Civilis atau 
undang-undang yang berguna untuk kehidupan manusia itu tidaklah dapat ditarik 
dari adat yang hanya menimbulkan kebenaran abstrak. Lalu apa yang dibuahkan 
Comte inipun di Belanda membuahkan sebuah kodefikasi hukum positif yang tertera 
dalam buku yang terkenal Engelbrecht dan BW�. Kesimpulan yang paling 
mengejutkan dari Xavier. 

Karena itulah kode Napoleon berasal dari kode Hammurabi itu menjadi Engelbrecht 
dan merupakan hukum positif kita. Yang menjadi soal sekarang bagaimana kalauu 
hukum itu tak jalan? Dan yang lebih parah lagi hukum positif itu memerlukan 
verifikasi alias bukti. Kata orang yang menjual pilcekam di pasar pusat �Bukti 
nan menunjukkan kenyataan Pak�. Bukti ini betullah yang susah sebab memerlukan 
entah foto planet, pokoknya payahlah. Karena Riau ini musim kemarau abu 
pembakaran hutan macam lebah kedalam paru-paru, listrikpun biarpet karena hutan 
tak lagi mampu menahan air karena DAS kena tedas oleh Arara Abadi dan illegal 
loging maka air PLTA Kotopanjang pun kering kerontang, ikan-ikan bermatian 
dalam keramba. Sebaliknya pula kalau musim hujan maka banjirpun menghantam 
jalan-jalan yang harus diperbaiki kembali dan duiiiittt lagi, yang kaya cuma 
pimpro. Bahasa ilmiahnya terjadi fluktuasi antara musim panas dan musim hujan 
yang sangat ekstrim karena penyangga air yakni hutan-hutan telah
 dibabat oleh akong-akong yang kongsi bersama-sama pejabat-pejabat dan 
penjahat-penjahat. 

Karena itulah Gubernur Riau memberikan gertak walaupun bukan gertak sambal 
harus dibayar oleh perusahaan 2 triliun. Entah kebuh siapa, entah dari mana 
asap, entah oknum mana melantak hutan balik ke Xavier katanya yang penting 
�Bukti nan menunjukkan kenyataan�. Disinilah polemik antara Kapitra dan Tabrani 
berada yakni di zona abu-abu alias zona tak bertuan. Nah, bagaimana 
penyelesaiannya? Lebih baik dengan lagu Pak Ngah Balik. �Pak Ngah balik, bulan 
mengambang, Pak Ngah balik hari dah siang. Pak Ngah balik hutanlah kena tebang 
sayang, Pak Ngah balik hutan dah hilangggg��. Enggga alaahhh Cikwahh. Bagaimana 
cara mengatasinya? Riau Berzikir dan Istiqasah, masa bodoh dengan Xavier, 
ngapain luuu. Negeri kami sudah terlindung dengan doa terutama dari penghancur 
hutan Arara Abadi. 
 
http://www.universitas-abdurrab.com/index.php?option=com_content&task=view&id=39&Itemid=1

 

Yahoo! India Matrimony: Find your life partneronline.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
What would our lives be like without music, dance, and theater?
Donate or volunteer in the arts today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/MCfFmA/SOnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke