tulisan ini senada dg yg direpublika di bawah ini:

Rabu, 25 Mei 2005

Sudah Menjadi Watak 
http://www.republika.co.id/kolom.asp?kat_id=19



Rabu waktu Amerika Serikat, Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono (SBY) bertemu Presiden AS, George W Bush, di
Gedung Putih. Ini kunjungan kedua pemimpin Indonesia
dalam kurun waktu empat tahun belakangan ini. Megawati
Soekarnoputri bertemu Bush tak lama setelah gedung
kembar WTC New York diserang. Suasana ketika itu masih
panas. Dalam pertemuan itu, Bush memanfaatkan
kesempatan untuk menjelaskan bahwa tidak ada kaitan
terorisme dengan agama Islam.

Kini, ketika SBY berkunjung, Amerika Serikat dalam
sorotan tajam umat Islam. Unjuk rasa meluas di
negara-negara berpenduduk mayoritas Islam, termasuk
Indonesia. Kemarahan yang sudah lama terpendam,
meledak ketika Newsweek, 9 Mei lalu, memberitakan
pelecehan terhadap Kitab Suci Alquran di penjara
Guantanamo. Para penyidik meletakkan Alquran di
toilet. Tujuan penyidik, seperti ditulis wartawan
Newsweek, Michael Isikoff, untuk memancing emosi para
tahanan --yang beragama Islam dan dituduh sebagai
teroris.

Reaksi dunia Islam membuat gerah Gedung Putih. Mereka
menyalahkan Newsweek dan menuduh majalah itu telah
merusak citra AS di hadapan negara-negara Islam.
Gedung Putih juga mencela penggunaan sumber anonim
dalam pemberitaan Newsweek. Kecaman --lebih tepat
sebagai tekanan-- Gedung Putih menyebabkan Newsweek
mencabut berita yang menghebohkan itu.

Meski berita tersebut dicabut, kecaman terhadap AS tak
reda. Umat Islam percaya, penistaan itu benar terjadi.
Sejumlah mantan tahanan Guantanamo, dalam
kesaksiannya, menyebutkan sejak tahun lalu penistaan
terhadap Alquran acap kali terjadi. Para sipir penjara
sering melempar Alquran dan membuangnya ke toilet.

Bush bisa membantah. Seisi Gedung Putih bisa
berkali-kali membantah. Tapi, apakah masih ada yang
mempercayai mereka? Jangankan umat Islam --yang terus
dilukai perasaannya oleh Bush-- pers setempat pun tak
lagi percaya. Editorial New York Times bahkan menuduh
pemerintah Bush munafik. Betapa tidak, tulis Times,
Gedung Putih mencela penggunaan sumber anonim dalam
berita Newsweek, sementara mereka dengan sangat
menggelikan dan menjijikkan menggunakan sumber anonim
ketika menyebutkan ada senjata pemusnah massal di
Irak.

Presiden SBY hari ini bertemu Bush. Ini pertemuan
pertama pemimpin dari negeri Muslim dengan Bush. Belum
diketahui apakah Presiden SBY akan mengangkat isu
pelecehan Alquran itu dalam pertemuan ini. Melihat
suasana masih panas, boleh jadi Bush akan mengambil
kesempatan untuk menetralkan isu sensitif tersebut,
seperti ketika ia menyatakan kepada Megawati
Soekarnoputri bahwa serangan terhadap teroris tidak
berkaitan dengan agama Islam.

Tapi, tidak mudah bagi Bush untuk memulihkan
kepercayaan umat Islam, yang sudah sejak lama tidak
mempercayai niat baik AS. Serangan tanpa alasan
terhadap Irak dan Afghanistan, tuduhan teroris
terhadap gerakan Islam, serta pembelaan terhadap
Israel, telah sangat melukai perasaan umat Islam yang
tak mudah disembuhkan. Bahkan, perlakuan Pemerintah AS
terhadap umat Islam telah dianggap sebagai watak
sesungguhnya yang tak dapat lagi ditutupi --ibarat
bersembunyi di balik selembar ilalang. 

--- A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Did Newsweek really err? 
>   
> By Linda S. Heard, Special to Gulf News 
>  
> The entire Muslim world is up in arms over a May 9
> Newsweek story claiming US interrogators at
> America's
> main gulag had placed the Quran on toilets. 
>   
>

Mario Gagho
Agra University
www.ppi-india.org
---------
A WINNER works harder than a loser and has more time. 
A LOSER is always "too busy" to do what is necessary.


                
__________________________________ 
Do you Yahoo!? 
Yahoo! Small Business - Try our new Resources site
http://smallbusiness.yahoo.com/resources/


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Dying to be thin?
Anorexia. Narrated by Julianne Moore .
http://us.click.yahoo.com/FLQ_sC/gsnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke