BISIK-BISIK MEDIA: Ada apa di balik keriuhan media massa?
Diracik Rabu, 25 Mei, 2005
"Bacalah! Dengarlah! Tontonlah! Tapi gunakan nalar dan akal sehat Anda:
Jangan percaya 100% pada media massa. Jangan telan mentah-mentah apa
yang tersaji......."
Klik: http://mediacare.blogspot.com
Milis: http://www.yahoogroups.com/mediacare/subscribe
email: [EMAIL PROTECTED]
_________________________________________________________
ANTV - tv station
www.an.tv
PT. Cakrawala Andalas Televisi
Gedung Sentra Mulia lt. 19,
Jl. H.R. Rasuna Said Kav X-6 no 8, Jakarta 12940
Phone: (021) 522-9175/2086
Fax: (021) 522-9174 (Redaksi), (021) 522-2086 # 1303 (Redaksi), (021) 527-7068
(Marketing)
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Antv menggugat dua karyawannya, Tian Bachtiar dan Antariksa S.
Pusponegoro, dengan tuduhan mencemarkan nama baik stasiun televisi yang
sebagian sahamnya dimiliki keluarga Aburizal Bakrie dan ketua DPR Agung
Laksono itu. Perkara tersebut digelar di Pengadilan Negeri Bekasi pada
Selasa (17/5).
Dalam gugatannya, Antv menuntut tergugat untuk meminta maaf secara
terbuka di media cetak dan elektronik nasional selama 3 hari
berturut-turut. Antv juga menuntut dilakukannya sita jaminan
(conservatoir beslag) atas harta kekayaan tergugat meliputi rumah dan
tanah, rekening tabungan, dan kendaran tergugat. Selain itu, Antv menuntut
tergugat untuk membayar kerugian material senilai Rp 20 miliar dan
imaterial senilai Rp 1 miliar. "Mereka telah mencemarkan citra perusahaan
karena penyebaran informasi tanp mereka klarifikasi," tegas kuasa hukum
Antv, Lindu Purnama SH kepada Republika.
Berdasarkan surat gugatan Antv terhadap kedua
tergugat pada tanggal 27 April 2005, Antv menyatakan
telah terjadi pencemaran nama baik perusahaan oleh
beberapa hal. Pertama, adanya somasi tertanggal 14
Februari 2005 dari koalisi bernama KAPPM
tanpa disertai bukti hukum yang kuat. Koalisi ini
terdiri dari SPSI (Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) cabang Antv dan
Persatuan Bantuan Hukum Indonesia. Kedua, Antv
menilai pemberitaan yang dilakukan oleh Tian Bachtiar
dan Antariksa S. Pusponegoro memberikan kesan negatif
atas Antv.
Lain halnya, kuasa kukum tergugat, Johnson Panjaitan,
SH menandaskan bahwa tuduhan pencemaran nama baik yang
dituduhkan Antv kepada tergugat adalah tidak
berdasar. Kata dia, Antv melakukan gugatan atas
somasi yang dilayangkan tergugat dan pemberitaan di
media massa dan elektronik atas laporan kliennya
kepada Polda Metro jaya. Tian Bachtiar selaku ketua
Serikat Pekerja Antv melaporkan Antv dengan delik
aduan, penggelapan dana Jamsostek karyawan Antv oleh
Antv pada tanggal 24 Februari 2005.
Lebih lanjut, kata Johnson, Antv memiliki kebijakan
agar setiap karyawannya memiliki Jamsostek. Iuran
Jamsostek adalah 5,5 persen dengan komposisi 2 persen
dipotong dari gaji karyawan dan 3,5 persen dari
perusahaan. Namun, kata dia, ketika terjadi sesuatu,
misalnya kecelakaan, karyawan tidak bisa mendapatkan
santunan karena iuran tidak disetorkan dan PT Jamsostek menolak
pembayaran klaim.
"Hal ini pernah menimpa teman saya, Muhammad Rahmani
dan Didi yang mengalami kecelakaan ketika sedang
berada di pesawat Lion Air yang tergelincir November
tahun lalu," jelas Tian. Kata dia, kecelakaan
tergelincirnya pesawat Lion Air menyebabkan kedua
kameramen dan reporter Antv tersebut mengalami luka
memar-memar di kaki. Namun, ketika mereka mengajukan
klaim biaya pengobatan, PT Jamsostek menolak klaim
mereka karena pihak Antv tidak membayarkan iuran
Jamsostek mereka.
Sumber: ROL (Republika Online) Selasa, 17 Mei 2005 18:13:00
_______________________________________
FHM INDONESIA - magazine
www.fhm.co.id
1 September 2003
Rp 28,500 (Jawa) Rp 30,000 (luar Pulau Jawa)
Jl. Biliton 7 C, Menteng, Jakarta 10350
Phone: (021) 3190 8982/85, 230-7064 # 212
E-mail: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Milis: [EMAIL PROTECTED]
Chief Editor: Ery Prakasa
Imogen Bailey berpose panas! Siapa dia? Menurut FHM (For Him Magazine),
Bailey adalah komoditas ekspor terbaik dari Australia. Lho, Bailey itu
seekor sapi atawa manungso? FHM bilang, Bailey itu ya
manusia tulen. Dia adalah model terseksi dan pemilik bokong terindah asal
Australia yang mau berpose panas hanya buat FHM. Tampil di edisi
Juni 2005, plus bonus poster menantangnya.
_______________________________________
GENIE - tabloid
Genie berubah!
70,000
Gedung Teja Buana, Jl. Menteng Raya, Jakarta Pusat
t: (021) 315-0420
Tak mau kalah dengan INDOSIAR yang punya tabloid hiburan remaja GAUL,
RCTI juga punya. Tak perlu capai-capai bikin baru, RCTI pun
mengakuisisi tabloid GENIE. Pada edisi 16 Mei 2005 lalu, tampilan GENIE tampak
lebih kinclong dan lebih tebal - kini 36 halaman. Tiras GAUL yang
terkerek naik karena rajin mengulas luar dalam seputar ajang pencarian bakat
AFI,
rupanya membuat RCTI 'gatal' ingin punya tabloid juga. Acara KDI di TPI dan
Indonesian Idol
di RCTI pun bakal digarap habis-habisan oleh GENIE. Tak lama lagi, GENIE akan
boyongan dari kawasan Menteng ke Kompleks RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Apakah trend stasiun tv musti punya media cetak bakal menggerus pesaingnya yang
tak punya stasiuntv? Apakah tergusurnya tabloid CITRA dan BINTANG MILLENIA
akibat trend itu?
Apakah konglomerasi media amat membahayakan?
_________________________________________________________
JAK TV - tv station
www.jak-tv.com
t: (021) 515-5111
email: [EMAIL PROTECTED]
Sebagian sahamnya dimiliki Erick Tohir yang juga pemilik Republika,
Golf Digest, a+, Radio One, dan jaringan resto 'semua boleh dimakan'
Hanamasa. Ingin tahu lebih rinci tentang JAK-TV?
Hubungi Mitha di 0811-851818.
_______________________________________
LATIVI - tv station
www.lativi.com
PT. Lativi Media Karya
Jl. Rawa Teratai II no 2, Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta 13260
Phone: (021) 461-3545 Fax: (021) 461-6253, 46829191 (Redaksi), (021) 461-6255
(Marketing)
Koordinator Reportase: Budiman Sulain
PR: Monic [EMAIL PROTECTED]
Harun Kusumawardhana, orang kepercayaan Abdul Latief, membantah bahwa
utang Lativi (baca: Pasaraya) di Bank Mandiri telah macet. "Seluruh
hutang sudah direstrukturisasi, termasuk jaminan hutang kami yang memenuhi
syarat," ujar Harun, sarjana lulusan FE UGM yang sejak SMP sudah
aktif berorganisasi itu.
_______________________________________
LINTAS BISNIS - news portal
www.lintasbisnis.com
Page view:
CPM:
Lintas Bisnis pernah hadir di dunia maya
Saya ingin tambahkan info khusus menyangkut "kuburan media". Di jagat dunia
media online
(dotcom) pas booming media internet di era 1999-2001, pernah muncul
sebuah media bernama www.lintasbisnis.com.
Didirikan oleh tujuh mantan wartawan majalah Warta
Ekonomi, portal berita ini menampilkan beragam warta, namun didominasi
isu-isu makro ekonomi, sektor riil, teknologi informasi, dan juga
terkadang berita politik.
Berkantor di kawasan Tebet Jakarta Selatan, lintsbisnis.com terbilang agak
panjang umurnya dibanding sesama media dotcom yang ada pada waktu itu.
Sebagai contoh, giral.com umurnya hanya 8 bulan. Lalu situs
indonesiakini.com malah hanya 5 bulan nongol. Begitu pula dotcom lainnya,
rata-rata hanya mampu bernafas seumur jagung dengan kondisi awal heboh.
Sementara lintasbisnis.com bertahan mampu bertahan hidup hampir dua tahun,
sejak November 1999 hingga tutup usia pada akhir 2001.
Lintsbisnis.com tewas karena alasan khas media dotcom: "kesalahan prediksi
bahwa
media sejenis ini akan booming meraup pendapatan dari iklan. Sementara
overhead cost sangat rendah dibanding media cetak yang harus beli
kertas, sewa percetakan, dan bertarung di rimba distribusi yang sangat
kejam".
Parahnya lagi, investor lintasbisnis.com juga setali tiga uang
dengan pemilik modal media dotcom lainnya, yakni selain tidak
berpengalaman dengan bisnis media, juga menganggap investasi di media
massa sama dengan menanam modal di warteg: pagi membelanjakan duit,
petang harinya ngitung laba. Begitu mereka pikir dengan masuk bisnis
media. Dalam kasus lintasbisnis.com, investornya menjanjikan selama
lima tahun modal akan dipasok, redaksi tak perlu khawatir. Baru
berjalan setahun, investor mulai mencari-cari alasan ini itu.
Ujung-ujungnya mengaku tidak lagi tertarik membiayai bisnis media.
Ini yang dialami lintasbisnis.com. Nasib serupa juga dialami media
dotcom lain, termasuk satunet.com yang dibeli M-Web, perusahaan asing
asal Afrika Selatan yang datang ke sini hanya untuk buka warnet.
Oleh Abah Efharfian - email: [EMAIL PROTECTED]
_______________________________________
PRAMBORS - radio station
www.pramborsfm.com
Jl. Mendut, Menteng, Jakarta Pusat
t: (021) 390-4310, 314-1552 f: 314-0503
e: [EMAIL PROTECTED]
Radio yang digandrungi para ABG se Jabotabekpok ini merayakan ultahnya ke 30
dengan menerbitkan buku edisi luks bertajuk "30 Tahun Radio Prambors". Harganya
Rp 150,000, bisa diperoleh di toko-toko buku ternama. Kalau belinya
di markas besar PRAMBORS, akan mendapat tanda tangan para penyiar dan kru
radio itu. Sayangnya, Nicholas Saputra sudah cabut dari Prambors, dengan
alasan sibuk kuliah, bukan syuting film.
_______________________________________
PROSPEKTIF
Gedung Teja Buana, Jl. Menteng Raya, Jakarta Pusat
Phone: 315-0328/314, 315-2756/2557
Fax: 310-1367
E-mail: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Majalah berita ekbis yang awalnya dimiliki Probosutedjo - adik tiri
Pak Harto - ini, tak lama lagi akan diambil alih oleh Citra Media
Nusantara (CMN) - pemilik stasiun tv RCTI, TPI, Global TV, dan tabloid
GENIE. Pada tahun 2001, Probo tak mau lagi berbisnis media massa.
"Kalian boleh ngantor gratis di gedung saya, tapi hidupi diri kalian sendiri,"
ucap Probo kala itu. Alhamdulillah, kini majalah PROSPEKTIF tetap eksis hingga
kini walau tanpa dukungan dana dari konglomerat lagi.
_______________________________________
REPUBLIKA - newspaper
www.republika.co.id
150,000
PT. Abdi Bangsa
Jl. Warung Buncit Raya no 37, Jakarta 12510
Phone: 780-3747, 780-0420
Fax: 798-3623, 780-0649
Chief Editor: Asro Kamal Rokan
Executive Editor: Nasihin Masha
==========
Wulan Manis - email: [EMAIL PROTECTED]
Wartawan dihajar TNI - Dunia pers kita kembali berduka. Kekerasan yang kerap
kita tentang, kembali terjadi. Kali ini menimpa Priyantono Oemar (PO), Asisten
Redpel Harian Republika.
Dia dihajar dua oknum TNI. Saat ini, dia terbaring tanpa daya di
RS Pertamina. Mohon doa, semoga rekan kita yang satu ini berangsur membaik.
==========
Muhammad Hasymi - email: [EMAIL PROTECTED]
Turut prihatin. Berkaitan dengan hal ini, apakah ada yang bisa sharing
mengenai kronologi kejadiannya secara lebih lengkap? Kami di Ombudsman
senantiasa berusaha berinisiatif untuk merespon kasus penyimpangan oleh
aparat negara. Dalam hal ini bisa kami tindak lanjuti dengan
investigasi inisiatif. Terima kasih.
==========
Radityo Djadjoeri email: [EMAIL PROTECTED]
Wartawan Republika dipukuli oknum berseragam
Sent: Wednesday, May 18, 2005 9:48 PM
Saya sempat kaget baca Koran Tempo edisi hari ini hal. C10 (Rabu, 18 Mei 2005)
soal pemukulan wartawan Republika mas Priyantoro Oemar (PO).
Pasalnya, pada kemarin siang ia berkirim email kepada saya dan rekan Hertasning
yang
memberikan klarifikasi plus pembelaan kenapa Pemred Republika memberi peringatan
kepada mas Ade Armando soal tulisan Amina Wadud. Email tersebut juga
di bcc ke mas Ade Armando. Lalu saya jawab emailnya: "Bolehlah penjelasan
tersebut saya posting di milis?" Ia menjawab: "Tak perlu." Alasannya,
biar masalahnya tak berlarut-larut. Tak dinanya, sore harinya ia dipukuli oleh
dua oknum berseragam yang mengenakan helm.
Menurut Koran Tempo, PO dipukuli dua orang tentara di depan kantornya di Jl
Warung Buncit 37, Jaksel. kemarin sore. Pemukulan bertubi-tubi itu belum
jelas latar belakangnya. "Ciri-ciri yang memukuli Priyantono berpakaian
militer lengkap," ujar Rusdiansyah, teman sekantor korban.
Kondisi PO yang babak belur sempat tak sadarkan diri. Darah keluar dari
mulut dan hidung. Dia dilarikan ke RS Pusat Pertamina. Rusdiansyah mengaku
berusaha
melerai aksi pemukulan. Namun, ia diancam akan dibawa ke markasnya jika
melawan. "Belum jelas kesalahan PO. Dia tak sadar," katanya.
Yang lebih mengagetkan lagi, di Republika halaman depan ditulis bahwa
mas PO jadi linglung setelah dipukuli. Ia sama sekali tak bisa mengenali
seorang
rekannya yang mengantar ke rumah sakit. Ia juga tak ingat apa yang telah
terjadi sebelumnya.
Syukur Alhamdulillah, menurut dokter tak terjadi pendarahan di otak.
Di harian Terbit sore ini, PWI menyayangkan kejadian itu.........
==========
Ade Armando - email: [EMAIL PROTECTED]
Iya, saya juga turut bersedih atas nasib PO. Saya baru
saja membalas emailnya, tiba-tiba saya membaca kasus kekerasan yang
menimpanya. Bahwa itu bisa terjadi di Jakarta Selatan, di kantor
redaksi sebuah suratkabar sebesar Republika, menunjukkan bahwa kekerasan
itu bisa terjadi pada siapa pun, dimana pun, dan kapan pun.
Semoga Allah melindungi PO dan keluarganya. Semoga Allah melindungi
perjalanan panjang kita menuju sebuah masyarakat yang adil dan beradab.
PS. Ada yang bisa berbagi, kira-kira PO sedang menggarap
tulisan apa atau kasus apa, sehingga dia menjadi sasaran kebiadaban
itu?
Jawaban untuk Ade Armando:
Menurut kabar terakhir, kasus itu bukan karena soal tulisan. Pas PO
lagi jalan di trotoar, tiba-tiba ada sepeda motor melintasi zona pejalan kaki
itu. Biasa kan di perempatan Republika pas sore macetnya minta ampun. Mobil
berjejal, dan
banyak sepeda motor yang melanggar aturan. Karena PO tak mau minggir,
dijotoslah dia
hingga terjerambab di pagar. Untuk sementara itu dulu infonya, bisa
saja suatu saat akan muncul versi lain. Siapa tahu?
_______________________________________
RIAU TERKINI - news portal
www.riauterkini.com
Pekanbaru, Riau
Menampilkan berita terkini seputar Provinsi Riau. Untuk keterangan
lebih lanjut, hubungi Ahmad Su'udi via email: [EMAIL PROTECTED]
_______________________________________
SATELIT NEWS - newspaper
Jawa Pos Group
Kompleks Green Garden
Jl. MH Thamrin Km 7, Tangerang
Satelit News menggugat sekelompok orang yang telah melakukan intimidasi
di kantor harian itu. Mereka telah melakukan perbuatan tak menyenangkan
dan bernada mengancam, yaitu memecahkan asbak dan juga membakar setumpuk
koran di dalam ruangan kantor harian milik Jawa Pos Group itu.
Sebelumnya, sebanyak 328 orang yang mengaku sebagai kepala desa di Kabupaten
Tangerang yang tergabung dalam Forum Komunikasi Kepala Desa se Kabupaten
Tangerang
Kamis (19/5) sore, beramai-ramai mendatangi kantor Satelit News.Mereka
memprotes pemberitaan mengenai berbagai isu di harian tersebutyang mereka sebut
tak berimbang. Mereka tak setuju pembentukan Cipasera dan Pantura yang ingin
memisahkan diri dari Tangerang. Mereka juga menuduh Satelit News telah
menjelek-jelekkan pemerintah Kabupaten Tangerang.
_______________________________________
SINAR HARAPAN - newspaper
www.sinarharapan.co.id
PT Sinar Harapan Persada
27 April 1961
200,000 copies
16 pages (no Sunday edition)
Rp 40,000/month
Jl. Raden Saleh No. 1-1D, Cikini, Jakarta Pusat
t: (021) 391-3880 f: 315-3581
email: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Komisaris Utama: Aristides Katoppo
Chief Editor: Daud Sinjal
Harian SINAR HARAPAN bermitra dengan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ)
menggelar pameran karikatur bertajuk "Kapokmu Kapan: Dari Presiden ke Presiden"
karya Pramono yang
pernah dimuat di koran itu. Sebanyak 250 karikatur dipamerkan
di Galeri Cipta 2 Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, mulai 24 Mei
hingga 4 Juni 2005.
Sebagian karya itu mengangkat perjalanan pelbagai peristiwa sejak masa
mantan Presiden Soeharto, BJ Habibie, Gus Dur, Megawati, dan SBY.
_______________________________________
RAGAM KOMENTAR
UMI PURWANDARI, Australia - email: [EMAIL PROTECTED]
Saya Umi, sementara lagi mukim di Australia. Mau nanya nih, ada nggak di
Indonesia
majalah Bahasa Inggris untuk remaja? Soalnya, anak saya pinter nulis
cerita fiksi pakai bahasa Inggris. Yang bisa saya dapat dari internet
cuma majalah TASYA - kayaknya untuk anak-anak.
JAWAB:
Mbak Umi, di catatan saya ada 2 majalah berbahasa Inggris buat remaja,
yaitu C'nS (punya LIA) dan HELLO (punya SUARA MERDEKA GROUP Semarang).
Untuk C'nS coba hubungi mbak Rinda Lestari email: [EMAIL PROTECTED], dia
kontributor.
Atau layangkan email ke mbak Fourina: [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]
Klik www.cnsmag.com.
Untuk HELLO, coba klik di:
www.suaramerdeka.com atau email ke: [EMAIL PROTECTED]
Semoga membantu.
==================
DENNY FRANS, Medan - managing editor INSIDE SUMATERA - email: [EMAIL PROTECTED]
Saya dan teman-teman baru saja meluncurkan majalah bulanan tourism &
lifestyle di Medan. Namanya INSIDE SUMATERA. Majalah ini sementara terbit
48 halaman, full colour dan pakai kertas konstruk (glossy).
Buat teman-teman di biro iklan atau media buyer yang berminat
mendapatkan sampel majalah, buruan email saya: [EMAIL PROTECTED]
Jawab:
Ada buku 'Advertising Directory' yang diterbitkan oleh
Sledgehammer. Hubungi di 6221-850 6820 email: [EMAIL PROTECTED]
==================
KARAENG GALESONG, Makassar - email: [EMAIL PROTECTED]
Mengenai iming-iming menghasilkan uang dengan cara cepat melalui
internet ala Anne Ahira, kami telah memasang "warning" di Harian Fajar
(www.fajar.co.id/bukutamu) No 628 (id: PatanYali): Bisnis Direct atau
Networking memiliki beberapa simpul rawan. Institusi yang memonitor
penjualan langsung (APLI) adalah untuk perusahaan anggotanya, tetapi
tidak menjangkau "retailer" dalam arti perorangan. Lalu apa institusi
yang melindungi para konsumen? Bagaimana memonitor bisnis yang masuk
dengan jalur internet? Apa kriteria keamanannya bagi masyarakat? Ini
juga sedang kami cermati. Selama ini bisnis semacam itu kami kategorikan
sebagai "Junk Business".
==================
IRMA DOLOKSARIBU, Jakarta - email [EMAIL PROTECTED]
Sekadar info, news portal Hanya Wanita masih tayang di internet.
Klik: www.hanyawanita.com. Kantornya di Jl. Iskandarsyah, Kebayoran Baru,
Jakarta Selatan.
==================
HAGI HAGOROMO, MTV Trax, Jakarta - email: [EMAIL PROTECTED]
Mau nambahin data 'kuburan media'. Dulu ada tabloid ROCK, sekarang
nggak terbit lagi.
==================
KUBURAN MEDIA
Deretan Surat Kabar (Koran) yang tak lagi terbit (21):
Angkatan Bersenjata, Bandung Pos, Berita Buana, Berita Yudha, Detik,
D&R, Indonesian Observer, Indonesian Times, Jurnal Indonesia, Kalam, Koran 5,
Metro,
Metro Bandung (berubah nama menjadi Tribun Jabar), Moneter Indonesia,
Perintis, Reporter, Sijori Pos (berubah nama menjadi Batam Pos), Sinar
Pagi, Suara Bangsa, Surabaya News, Surabaya Pagi.
-----
Deretan Tabloid yang tak lagi terbit (22):
Adil, Bintang Millenia, Bongkar, Citra, Dangdut, Detak, Etalase, Eva, Gita,
Gugat, Hawa, Jobs Indonesia, Mobil, Monitor, Mumu, Mutiara Kartini, Pariwara,
Peluang, Pro-TV, Rock, Siaga, Tabloid O.
-----
Deretan Majalah yang tak lagi terbit (48):
Aktuil, Amanah, Anda, Ananda, Anita Cemerlang, Astaga, BUMN Review (berubah
nama menjadi Business Review), Dejavu, Dharmala, Editor, E-Net, Foto
Indonesia, Foto Media, Gamma, Garda, Highlights Cafe, Hoplaa, Humor, Indikator,
Indonesian Business, Jakarta-Jakarta, Kapital, Komoditas, Lajang,
Look, Mode, Musik, Neo, News Musik, Nyonya Rumah, Pantau,
Panyebar Semangat, Pilar, Prospek (berubah nama menjadi Prospektif), Q,
S, Sarinah, Seru!, Si Kuncung, Sportif, Suara Asita, Swantika, Swara Cantika,
Tajuk, Tiara, Vista, Where To Go, Zaman.
-----
Deretan News Portal yang tak lagi tayang di internet (8):
Giral, Goindo, IndonesiaKini, lintasbisnis.com, Lippo Star, Satu Lelaki,
Satunet, Satu Wanita.
__
Deretan Stasiun Radio yang tak lagi mengudara (0):
-
___
Deretan Stasiun TV yang tak lagi mengudara (0):
-
Ada yang ingin menambahkan?
____________________________________
INFO
Anda punya info terbaru atau mau berkomentar tentang kiprah media
massa atau awaknya? Kirimkan ke: [EMAIL PROTECTED]
____________________________________
Ungkapkan opini Anda di: http://mediacare.blogspot.com
---------------------------------
Do You Yahoo!?
Yahoo! Small Business - Try our new Resources site!
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Has someone you know been affected by illness or disease?
Network for Good is THE place to support health awareness efforts!
http://us.click.yahoo.com/OCfFmA/UOnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/