Salam,

Saya fikir diskusi yang menyangkut Islampobia, Kristenpobia dan hal-hal yang 
menyangkut misionasi agama di zaman reformasi sekarang ini sudah kurang 
relevan. Bukan berarti tidak perduli denagan fakta beragama di Indonesia, namun 
jika diskusi itu harus diketengahkan untuk saling MENJATUHKAN, dan'tertawa' di 
atas kekalahan yang lain saya rasa -sekali lagi-kita tak usah berdiskusi, 
apalagi jika dikaitkan dengan konteks kebangsaan kita yang sejatinya plot dan 
tak terpecah.

Inti permaslahan diskursus misionasi sendiri menyangkut ranah 
epistomologis-teologis masing-masing agama. Mengenai dakwah atau katakanlah 
islamisasi, jauh-jauh hari alQur'an sudah menegaskan bahwa tidak ada pemaksaan 
di dalamnya. Saya yakin dalam Kristen dan agama-agama lain juga demikian. Itu 
jika pemahaman kita terhadap agama tidak terlalu parsial separsial 
subyektifitas kita.

Maka saat ini yang lebih relevan menurut saya adalah menyoal bukti. Maksudnya, 
masing-masing pemeluk agama sejatinya secara SPORTIF dan elegan, berlomba-lomba 
menjadi bukti murni manusia-manusia yang berbudaya, beradab dan berkemanusiaan, 
tanpa harus membawa-bawa nama agama. Sungguh sedih, sering pada kenyataannya 
agama hanya menjadi korban(victim) sikap pemeluknya yang tidak mencerminkan 
agama itu sendiri. Dan tentunya kita semua tak ingin hal itu terus terjadi.

Semoga diskusi ini tak berubah menjadi debat kusir yang tak berujung.

Peace,

 

Muhammad Hikam Masrun

 

BUD'S <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Lapor ke Polisi ???? Lapor ke MUI ??? bercanda kali ya ??? wong lapor ke 
menteri aja ngak ditanggapi dan juga tergantung siapa yang Lapor. Kalau 
sealiran ngak usah lapor aja dah rame sendiri, misalnya kasus Masjid Annur di 
Timor Lorosae

Misalnya Kasus Gereja Kopo di Bandung yang menutup adalah MUI cabang Margahayu 
Bandung ( kami lupa nomor suratnya ) harus lapor kemana ??????

Sebagai informasi. dalam Majalah TEMPO Edisi 15- November 2004 dalam rubik 
Agama Hal. 64 tertulis " Konferensi Waligereja Indonesia mengungkap sejak awal 
kemerdekaan hingga Januari 2004 tercatat 922 gereja di Indonesia yang di rusak 
massa" 

Didalam beberapa Milis yang kami ikuti, sering kali di ucapkan Kristenisasi 
dengan " Indomie" dalam hati kecil kami sebetulnya sedih dengan pernyataan ini, 
karena Masak Iman dan Taqwa seseorang bisa dibeli dengan hanya sembako ??? itu 
bearti kegagalan dari suatu Agama dalam " MEMAKMURKAN " Iman dan Taqwa dari 
umatnya.

Dalam realita kehidupan, kami melihat banyaknya para pengemis yang nongkrong di 
depan Gereja dengan mengharapkan sedekah. Seperti diketahui karena terbatasnya 
Gereja, maka dengan sangat terpaksa mereka melakukan Ibadah beberapa kali dalam 
sehari, dan dihalaman Gereja tersebut dipasang Tenda Permanen dan Bangku. tidak 
jarang si pengemis tersebut ikut duduk di Bangku belakang sambil menunggu 
Bubaran " RONDE " berikutnya. kalau sudah begitu, Apakah termasuk Kristenisasi 
dengan Sedekah / Iming2 ??? dan tidak menutup kemungkinan sambil menunggu 
Bubaran " RONDE " berikutnya si pengemis itu mendengar Kotbah sang Pendeta, dan 
lama2 tertarik dan pada akhrinya pindah Agama, Apakah ini termasuk kasus 
pelanggaran atas " Mengajak orang berpindah Agama " ????  

wassalam

Budiman
  ----- Original Message ----- 
  From: partogi samosir 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, May 25, 2005 8:26 PM
  Subject: Re: [ppiindia] Kristenphobia ---- (FYI untuk umat muslim)


  lapor ke polisi, karena hanya polisi yang berhak. Di negara Indonesia, Gereja 
atau organisasi kristen apapun tidak boleh.
  togi

  Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Sebetulnya, gak perlu lah cara-cara syiar dan dakwah model gini. 
  Saya rasa semua agama mengutuk model dakwah kayak gini. iya kan?
  Ini cara mengadu domba agama.  Sebaiknya kalau ditemukan cara-cara 
  Islamisasi yang gak elegan, coba tolong di'adu'kan ke MUI 
  gitu...biar ditegor! Begitu juga kalau ditemukan kristenisasi yang 
  gak elegan, kita mesti ngadu kemana? Siapa yang bisa mewakili ?

  wassalam dan salam,

   

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




---------------------------------
Yahoo! Groups Links

   To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
  
   To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
  
   Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 


                
---------------------------------
Discover Yahoo!
 Get on-the-go sports scores, stock quotes, news & more. Check it out!

[Non-text portions of this message have been removed]





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Dying to be thin?
Anorexia. Narrated by Julianne Moore .
http://us.click.yahoo.com/FLQ_sC/gsnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke