Kompas: HM Sampoerna, Menteri Pertanian, dan gula Saya sedikit terkejut dengan artikel di KOMPAS edisi 13 Mei 2005 h. 14 berjudul 'HM Sampoerna ditawari industri gula' (oleh HAR). Beritanya sih kecil, cuma ukuran 2 kolom x 90mm, tapi cukup fatal, karena benar-benar membingungkan, khususnya buat para pembaca awam seperti saya.
Semua orang tahu bahwa HM Sampoerna (lengkapnya PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk) adalah nama perusahaan terbuka asal Surabaya yang sahamnya tercatat di bursa. Semua orang tahu bahwa Philip Morris baru berbelanja saham HM Sampoerna yang termasuk laris manis. Semua orang tahu bahwa Putera Sampoerna sebagai pemilik lama baru saja melepas saham miliknya, dan menangguk dollar yang tak terhitung banyaknya. Nah, kenapa KOMPAS bisa-bisanya mencampur adukkan antara HM Sampoerna dan Putera Sampoerna? Yang diberi tawaran pemerintah untuk pengembangan industri gula sudah jelas adalah Putera Sampoerna sekeluarga, alias pribadi, bukan PT HM Sampoerna yang notabene kini sudah bukan milik pak Putera. Ingat lho, HM di depan kata Sampoerna itu bukan kepanjangan dari Haji Mohammad seperti disandang Pak Harto dan Bob Hasan. Menteri Pertanian juga berencana melakukan pertemuan dengan keluarga Sampoerna, bukan dengan pentolan HM Sampoerna yang notabene sudah diduduki bule-bule itu. Apa betul Menpan Anton Apriyantoro bilang begini: "Jadi, kalau HM Sampoerna minta 120,000 hektar, itu jelas ada." Kalau iya, berarti pak Menteri tidak tahu menahu perbedaan antara HM Sampoerna sebagai nama perusahaan dan Putera Sampoerna sebagai pribadi. Maklumlah, tugasnya tak terkait dengan cukai rokok dan ia menteri baru yang belum kenal medan. Tapi, KOMPAS sebagai koran yang berbobot tentunya punya saringan ketat sebelum artikel tersebut dimuat, bukan? Adalah tugas penyaring di markas besar KOMPAS yaitu redaktur dan penyunting bahasa untuk menyempurnakannya. Saya rasa, selain rasa bahasa agar rangkaian kata dapat bermakna dan enak dibaca, para redaktur dan penyunting bahasa di KOMPAS mustinya mendalami dengan seksama apa dan siapa di balik isi laporan reporternya. Petugas lapangan tak bisa disalahkan sepenuhnya, walau ikut andil juga. Ah, besok saya mau bilang ke pak Jacob Oetama: "Pak, tolong redaktur yang sering bikin kesalahan, gajinya dipotong saja. Kumpulkan itu uang lalu sumbangkan ke panti-panti asuhan." Hehehehehehe......becanda! Terakhir - OOT, tak ada hubungannya dengan topik di atas - artikel tentang perempuan Jepang bernama Kyoko Funada yang mahir Bahasa Indonesia. Cukup menarik, apalagi ia menyebut kini bingung baca media cetak terbitan Indonesia, karena penuh dengan singkatan. Untuk memuaskan kerinduannya pada Indonesia, ia terpaksa baca The Jakarta Post yang notabene berbahasa Inggris dan jarang singkat menyingkat. Namun ada satu hal yang perlu dikoreksi pada artikel tersebut, yaitu penyebutan Emma Madjid - teman kuliah Kyoko dulu - sebagai redaktur majalah NIRWANA. Yang tepat adalah majalah NIRMALA, karena di Indonesia sepertinya belum pernah terbit majalah bernama NIRWANA. Kebetulan saya kenal baik dengan mbak Emma kala dia jadi redaktur di majalah remaja MODE - tetangga kantor - dan pernah bareng menggarap suatu proyek. Harapan saya, redaktur KOMPAS memberdayakan milis forum-pembaca-kompas. Saya sering baca berbagai kritikan untuk KOMPAS dari teman-teman, namun wus wus wus dicuekin saja. Paling ditanggapi pak Murbas dengan jawaban: "Kritikan dan saran Anda sudah saya sampaikan kepada yang bersangkutan." Setelah itu ya tak jelas siapa yang dimaksud 'yang bersangkutan' itu. Tolong deh KOM, soalnya kalau musti dikirim ke surat pembaca susah dimuatnya, mana antriannya panjang. Kalau perlu, seluruh wartawan KOMPAS wajib ikut itu milis, tak cuma pak Murbas saja. Menurut pendapat saya pribadi, milis media massa yang paling bagus adalah COSMOPOLITAN, dimana terjadi interaksi yang sungguh-sungguh antara para pembaca dan pengasuh majalah itu. Dan kegiatan milis itu - off print/offline - juga kerap dimuat oleh majalah COSMO. Salam, RD Ungkapkan opini Anda di: http://mediacare.blogspot.com __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Does he tell you he loves you when he's hitting you? Abuse. Narrated by Halle Berry. http://us.click.yahoo.com/aFQ_rC/isnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

