Assalamu'alaikum wr.wb.
 
Maaf, terlambat membuat Pers Release!
 
Sekedar Informasi, bagi yang ingin mengetahui Rafflesia, Prof.Dr.Kamarudin 
Mat-Salleh (Universitas Kebangsaan Malaysia - setelah acara ini beliau 
disebut-sebut sebagai bapak Rafflesia) dan Jamili Nais (Penulis RAfflesia of 
the world dan director Sabah National Park) akan memberikan kuliah Studium 
GEneral mengenai 'How Many Rafflesia are There in THe World?' dan 'Ecology of 
RAfflesia- a General Introduction' 
di : FAkultas Kehutanan IPB, ruang DAR 1
Tanggal : Jumat, 27 Mei 2005
pukul : 19.00 - 21.00
 
further info, please contact Diajeng (0251-622447/081563150300)
 
 

 PERS RELEASE 

PAMERAN DAN WORKSHOP KONSERVASI RAFFLESIA

Gedung Konservasi Kebun Raya BOgor, 25-26 Mei 2005

 

Dalam rangka memperingati Hari Biodiversitas Internasional yang jatuh pada 
tanggal 22 Mei 2005, Kelompok Pemerhati Flora �FORESTRA� � Himpunan Mahasiswa 
Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (HIMAKOVA) mengadakan Pameran dan 
Workshop Konservasi Rafflesia, yang diselenggarakan pada hari Rabu, 25 Mei 2005 
(Seminar dan Pameran �paralel) dan dilanjutkan dengan workshop pada hari Kamis, 
26 Mei 2005. Adapun tema yang diangkat pada acara ini adalah Urgensi Konservasi 
Rafflesia sebagai Bioindikator Terjaminnya Keanekaragaman Hayati serta 
Kelestarian Ekosistem Hutan.

 

Acara ini dibuka oleh Keynote Speech yang menegaskan mengenai urgensi 
konservasi Rafflesia, disampaikan oleh Bapak Mushlihuddin sebagai perwakilan 
dari Kementrian Lingkungan Hidup. Kemudian diteruskan dengan penyampaian 
additional speech dari Dian Arafah, perwakilan Kelompok Pemerhati Flora 
�FORESTRA�, mengenai penemuan habitat Rafflesia di luar kawasan Taman Nasional 
Bukit Barisan Selatan. Acara kemudian diselingi dengan pemutaran film 
documenter realita mengenai pengetahuan masyarakat umum mengenai rafflesia.

 

Sesi seminar diawali oleh pembicara pertama, yaitu Prof.Dr. Kamarudin 
Mat-Salleh dari Universitas Kebangsaan Malaysia, yang mengetengahkan paper 
mengenai Data Taksonomi terkini dari Rafflesia di Dunia. Hal ini sangat 
menarik, karena ternyata jumlah species RAfflesia telah bertambah dari yang 
sebelumnya diketahui sebanyak 17 jenis, kini menjadi 20 jenis, dan sebenrnya 
jumlah ini masih belum pasti karena memerlukan pengkajian lebih lanjut mengenai 
jumlah sebenarnya dari species Rafflesia ini, karena proses 
pengidentifikasiannya cukup rumit dan Rafflesia yang ditemukan di setiap tempat 
cenderung berbeda dan memiliki karakteristik tersendiri. Pemaparan dilanjutkan 
oleh makalah dari Nery Sofianti (Universitas Bengkulu), mengenai Biologi 
Molekuler DNA Rafflesia. Penelitian yang dilakukan Ibu Nery memberikan peluang 
untuk mengidentifikasi Rafflesia berdasarkan DNA-printing. Pembicara ketiga 
ialah Ibu Sri Raflesia, yang dikenal sebagai aktivis LSM Kawaan dan Travel Biro 
di Batang Palupuh,
 yang mengangkat judul �Mengikutsertakan Masyarakat dalam Upaya Konservasi 
Rafflesia�. Acara dilanjutkan dengan diskusi hingga lunch break.

 

Sesi kedua diisi oleh Pemaparan Bapak Agus Susatya (Universitas Bengkulu) 
mengenai harapan dan tantangan konservasi Rafflesia secara insitu di Bengkulu. 
Lalu dilanjutkan oleh Bapak Sudoto dari Pemerintah Daerah Bengkulu, mengenai 
pemanfaatan Rafflesia sebagai objek ekowisata di Bengkulu. Kemudian Ibu Dian 
Latifah sebagai perwakilan dari Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor, 
memberikan penjelasan mengenai Rafflesia rochussenii T.Binn dan Rhizanthes 
zippelii (Bl.)Spach di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat 
(Dinamika Populasi dan Upaya Konservasinya). Acara dilanjutkan dengan satu sesi 
diskusi. Kemudian presentasi dibuka kembali menyambut kedatangan Bapak Kurnia 
Rauf dari Direktorat Jendral Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (Ditjen 
PHKA), mengenai Kajian Kebijakan Konservasi Rafflesia sebagai Puspa Langka 
Nasional di Indonesia. Acara kemudian dilanjutkan kembali dengan tanya-jawab 
sesi kedua.

 

Sedangkan pameran diisi oleh penyajian makalah poster dari para peneliti dari 
LIPI, Kebun Raya maupun dari Malaysia, mengenai Rafflesia, tumbuhan langka, 
tumbuhan obat dan bazaar produk olahan tumbuhan obat serta buku-buku mengenai 
Rafflesia. 

 

Acara ini dihadiri oleh puluhan peserta dari kalangan peneliti, mahasiswa, 
praktisi, teknisi Taman Nasional, para undangan, serta klanagn umum yang 
memiliki minat mengenai Konservasi Rafflesia.

 

Seminar dilanjutkan dengan Workshop pada hari kedua, Kamis, 26 Mei 2005. Acara 
inilah yang diharapkan dapat memberikan keluaran yang berarti bagi upaya 
konservasi Rafflesia, yaitu perumusan suatu strategi konservasi yang kemudian 
diharapkan akan menjadi rujukan dari para pengambil kebijakan, baik di 
Indonesia, maupun di negara-negara Asia Tenggara yang memiliki Rafflesia di 
wilayah mereka.

 

Sebelum diskusi dimulai, acara diawali dengan pemaparan makalah dari Bapak 
Nadzrun Djamil dari Taman Nasional Meru Betiri, mengenai perkembangan Rafflesia 
di Taman Nasional Meru Betiri. Diskusi berlangsung dengan baik, dengan 
antusiasme peserta yang ingin memberikan kontribusi konkrit bagi upaya 
pelestarian Rafflesia secara ek situ maupun in situ. Workshop ini dipimpin oleh 
Prof.Dr.Kamarudin Mat-Salleh didampingi oleh Ibu Dian Latifah, dengan notulis 
Bapak Agus Susatya dan Nanda. Acara ini ditutup dengan pembacaan Deklarasi 
Bogor.

 

Deklarasi Bogor

 

   Rafflesia  sebagai icon konservasi tumbuhan dunia 
   Rafflesia warisan biologi dunia yang perlu dilestarikan sebagai aset unik 
negara Asia Tenggara
   Mengaktifkan dan membentuk networking dari berbagai pihak bagi program 
pendidikan, penelitian penegakan hukum, dan pengembangan kelembagaan.
   Konservasi in situ Rafflesia perlu diutamakan karena konservasi ex situ 
tidak menjamin kelestarian Rafflesia
   Perlu komitmen pemerintah yang lebih konkrit terhadap konservasi Rafflesia 
sesuai dengan statusnya sebagai puspa langka
   Peran serta masyarakat dalam konservasi Rafflesia terutama yang di luar 
kawasan konservasi sangat penting melalui sistem intensif dan pemerataan 
pembagian keuntungan dari kegiatan ekowisata 
   Perlu penyebarluasan hasil penelitian secara terpadu untuk membantu pihak 
pengambil keputusan
   Sepakat menjadikan yayasan / lembaga Rafflesia sebagai wadah utama stake 
holder untuk konservasi Rafflesia Asia Tenggara yang akan segera ditindak 
lanjuti operasionalnya 
   Sepakat untuk membina portal khusus Rafflesia sebagai pusat informasi 
konservasi, taksonomi dan ekowisata
   Mendesak sumber-sumber dana internasional dan nasional untuk mendukung 
konservasi dan penelitian Rafflesia

 

 

Bogor, 26 Mei 2005

 

Langkah selanjutnya yang akan dilakukan:

   Dibentuk yayasan atau lembaga yang jelas untuk menindaklanjuti kegiatan yang 
telah direncanakan dalam skala Asia Tenggara
   Pembentukkan lembaga ini dihadiri oleh perwakilan berbagai aspek masyarakat 
(peneliti, pemerintah, pendidik, LSM, swasta, mahasiswa ataupun pihak lain yang 
berkepentingan)
   Mempublikasikan lembaga dan Deklarasi Bogor lewat media massa dan elektronik
   Menginformasikan lebih lanjut Deklarasi Bogor keseluruh lembaga yang hadir 
dalam kegiatan seminar, pameran dan workshop �Konservasi Rafflesia�.

 

 

 

Wassalam

 

Diajeng K.

 

 

 

 

 

 

 


                
---------------------------------
Yahoo! Mail
 Stay connected, organized, and protected. Take the tour

[Non-text portions of this message have been removed]





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Ever feel sad or cry for no reason at all?
Depression. Narrated by Kate Hudson.
http://us.click.yahoo.com/LLQ_sC/esnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke