BISNIS INDONESIA - Jumat, 27/05/2005 11:17 WIB
POTENSI DIRI Artika, PR Indonesia oleh : Christovita Wiloto Managing Partner Wiloto Corp. Indonesia Dia penyandang gelar Putri Indonesia 2004. Tapi Anda barangkali telah melupakan namanya. Sampai sekitar dua atau tiga pekan lalu, nama Artika kembali mencuat dan ramai diperbincangkan di media massa. Tak cuma di Indonesia, tapi juga di manca negara. Bermula dari keberangkatannya mengikuti kontes Miss Universe 2005 di Thailand, 10 Mei lalu. Dia dikirim oleh Yayasan Putri Indonesia (YPI)-pemegang lisensi Miss Universe di Indonesia. Lantaran tak banyak publikasi, keberangkatan gadis kelahiran Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, 29 September 1979, itu juga tak marak diberitakan. Tapi semuanya jadi heboh ketika sejumlah media asing melansir foto para peserta kontes Miss Universe 2005-termasuk Artika-sedang 'berbikini ria' di sebuah pantai di Thailand. Apalagi, ketika hampir semua media massa di Indonesia-baik media cetak maupun televise-mengekspose foto-foto itu dalam porsi yang amat besar. Kontroversi pun merebak. Beberapa ormas langsung menggelar aksi demonstrasi di halaman kantor YPI. Mereka menuduh YPI tak memiliki sense of moral, dan membiarkan terjadinya eksploitasi 'tubuh' perempuan Indonesia dengan kedok kontes kecantikan bertaraf internasional. Sebenarnya, pose Artika di antara para peserta Miss Universe yang sedang 'berbikini ria' tadi tergolong sopan. Itu, karena dia mengenakan pakaian renang (one piece). "Sebagai wakil dari negara yang penduduknya mayoritas beragama, saya cukup tahu diri. Karenanya saya memilih mengenakan pakaian renang untuk sesi pemotretan yang yang sebenarnya mengharuskan peserta mengenakan bikini, di tempat yang tepat [pantai]," kata Artika, seperti dikutip Chicago Tribune. Selain itu, lajang berusia 25 tahun itu juga menjelaskan, keikutsertaannya dalam Miss Universe 2005 bukan sekadar cari popularitas. "Saya ingin menunjukkan kepada dunia, bagaimana Indonesia yang sebenarnya," kata Artika, mantap. Dia ingin mengabarkan kepada dunia, bahwa perempuan Indonesia setara dengan perempuan dari negara lain. Termasuk dalam hal kecerdasan, dan pengetahuan umumnya. Selain itu, Artika ingin tampil sebagai duta pariwisata Indonesia. Misi mulia Kontes ratu-ratuan, di Indonesia selalu memicu pro dan kontra. Dia kerap dianalogikan dengan adu kesempurnaan tubuh dan wajah. Kualitas kecerdasan, sepertinya menjadi pertimbangan kesekian. Meski, secara faktual pemilihan Putri Indonesia juga menyertakan adu 'isi otak' untuk penentuan juaranya.Tak heran kalau keikutsertaan wakil Indonesia di kontes ratu sejagat yang berlabel Miss Universe selalu diiringi dengan kritik pedas. Titi DJ, yang pernah ikut kontes tersebut harus menanggung berbagai hujatan saat kembali ke Indonesia. Sementara, Alya Rohali, memilih untuk tak berangkat ke perhelatan Miss Universe, karena merasa tak bakal mampu menahan hujan kritik tadi. Kini Artika terpilih untuk berangkat ke Thailand. Dan, dia harus menerima kenyataan betapa saat dirinya 'berjuang mengharumkan' nama Indonesia di pentas internasional, di dalam negeri sendiri sedang terjadi aksi protes dan silang pendapat soal 'keberaniannya' mengikuti Miss Universe 2005. Kalau mau berpikir jernih, sebenarnya Miss Universe tak sehina apa yang disuarakan sekelompok orang. Barangkali, pesan penyanyi Gloria Estefan usai menghibur penonton, di perhelatan Miss Universe 2004, bisa menjadi bahan renungan. "Seorang Miss Universe tak hanya mengisi hari-harinya dengan kunjungan. Tapi juga harus bekerja lebih keras untuk kaum papa di seluruh dunia." Pemilihan Miss Universe yang digelar sejak 1972-dan juga kontes ratu-ratuan lainnya, termasuk Putri Indonesia-bukan sekadar dimaksudkan untuk memilih siapa yang paling cantik di seluruh dunia. Tapi juga memiliki visi dan misi yang sebenarnya amat luhur. Pertama, definisi kecantikan yang dimaksud di sini, bukan sekadar penggambaran lahiriah. Kecantikan tak cuma dilihat dari tampilan luarnya saja. Tapi juga kepribadian dan kecerdasannya. Logikanya, percuma seorang perempuan tampak cantik secara fisik, tapi otaknya kosong. Kedua, penilaian siapa yang paling pantas menjadi Ratu Sejagat termasuk kepiawaiannya mempresentasikan diri sendiri serta negaranya. Ini, bisa menjadi media kampanye luar biasa bagi sebuah negara. Ketiga, soal kerja keras untuk kaum papa di seluruh dunia, seperti yang dikemukakan Gloria Estefan tadi. Miss Universe juga harus bisa tampil sebagai duta dunia untuk memerangi kemiskinan dan kebodohan global. Termasuk kalau perlu meredam arogansi negara-negara industri, agar mereka lebih peduli pada tetangganya yang masih terbelit kenistaan. Mem-PR-kan Indonesia Dalam perspektif strategic public relations (PR), misi dan visi yang diemban seorang Miss Universe tak ubahnya tugas yang harus dilakukan seorang PR. Hanya saja, Miss Universe adalah PR dalam konteks yang lebih global. Bayangkan seandainya Artika menjadi Miss Universe, hal ini akan sangat dahsyat, dia akan menjadi PR yang sangat baik bagi Indonesia. Publik dunia tidak hanya mengenal Indonesia sebagai sarang teroris, TKW, dan korupsi saja, tetapi sisi-sisi positif Indonesia akan terangkat juga. Miss Universe, biasanya secara tak langsung akan menjadi duta pariwisata bagi negaranya. Kemudian, seiring dengan kunjungannya ke berbagai negara-yang tentunya mendapat liputan signifikan dari media-dia pun otomatis akan menjadi duta wisata dari negara yang disinggahinya. Karena, dia biasanya menggelar dialog budaya dan pariwisata di lokasi yang dianggap paling eksotik di negara yang bersangkutan. Lalu, dalam seremoni yang bersifat charity, seorang Miss Universe kerapkali harus mengunjungi kawasan terbelakang. Tentu saja, sang ratu tak hanya membawa bingkisan untuk warga dunia yang belum beruntung tadi. Tapi juga melakukan diskusi mengenai apa yang secara faktual terjadi di sana. Dalam forum seperti inilah, seorang Miss Universe dituntut mempunyai kecerdasan di atas rata-rata untuk mengabarkan kepada dunia, bahwa masih ada kelompok masyarakat yang perlu dibantu. Seorang PR profesional memang bukan petugas yang cuma bisa bermulut manis. Tapi juga dituntut mampu menawarkan solusi dan strategi cerdas untuk mengatasi sebuah persoalan. Artinya, seorang PR adalah juga individu atau tim profesional yang bisa diandalkan untuk mengomunikasikan sebuah kebijakan kepada publik secara efektif dan efisien, sehingga publik bisa menerimanya dengan baik. Kembali ke Artika, keikutsertaanya pada perhelatan Miss Universe, memang tak bermaksud mencari popularits semata. Dia tak ingin sekadar menjadi pajangan. Untuk itu, Artika harus paham, bahwa dia juga harus siap bekerja keras untuk memberi kontribusi-sekecil apa pun-agar dunia yang kian renta ini bisa tampil lebih segar dan cantik seperti dirinya. Setidaknya menjaga agar dunia bisa menjadi lebih damai, bebas dari pencemaran lingkungan dan memiliki warga yang berkualitas, cerdas dan bersahabat. Mari kita doakan Artika, semoga menjadi Miss Universe 2005...amien. Ungkapkan opini Anda di: http://mediacare.blogspot.com --------------------------------- Do You Yahoo!? Yahoo! Small Business - Try our new Resources site! [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Does he tell you he loves you when he's hitting you? Abuse. Narrated by Halle Berry. http://us.click.yahoo.com/aFQ_rC/isnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

