Dalam hidup ini,  yang menjadi guru bagi saya untuk belajar ialah
kenyataan.  Cerita soal duit-duit  melulu di bawah ini membuat saya
jelas ... gimana gitu.  Soal ekonomi memang lebih banyak cuman
sekedar lalu saja bagi saya.  Dibaca dan berlalu begitu saja.

Demikian besar jumlah uang yg dibicarakan. Sampe triliunan rupiah.
Nggak kebayang dah sebrapa besar angka surplus triliuan itu.

Pokoknya semua angka itu bagi saya ada di bubungan impian.
Entah di mana keberadaannya,  yg tahu ialah org yg membicarakannya
bahwa uang itu ada,  tentu saja.

Jadi itu dia,  negara ini punya duit surplus.  Ok.  Good news!

Tapi fakta,  anda semua tahu kemelaratan ada hingga melampui horison.
Para peminta2 di pinggir jalan entah tahun kapan lenyap dari bumi bangsa 
ini.

Jadi kalau ada angin surga bilang surplus uang sekian triliun dari anggaran
negara,  maka berita yg sebetulnya kelas haram jadah ini perlu dikutuk!

Sebab,  tidak mungkin ada surplus di mana kemiskinan meraja lela.

Ironisnya,  berita gembira yg sejatinya nggak gembira itu,  yah kalau memang
ada,  bukannya untuk mengentasi kemiskinan,  tetapi jelas untuk 
mempertahankan
pemerintahan yg korup yg sedang berlangsung.  Dana surplus untuk menopang
korupsi berikutnya,  iya toh?

HP




From: "Eddy Satriya" <[EMAIL PROTECTED]>


> Yang ini cerita ttg ekonomi ala kita.
>
>
>
> Selamat membaca, mudah-mudahan bermanfaat.
>
>
>
> Wasaalam,
>
>
>
> ES
>
>
>
> ===========
>
> Ekonomi Kemunafikan
>
>
>
> Oleh: Eddy Satriya*)
>
>
>
>
>
>
>
> Catatan: Telah diterbitkan di Majalah Warta Ekonomi Edisi 30 Mei 2005.
>
>
>
> Kebebasan pers dan kemajuan TI memberikan kontribusi yang besar bagi
> masyarakat dalam memperoleh dan menyebarkan informasi. Informasi dengan
> mudah diperoleh melalui media cetak, elektronik, situs Internet, dan 
> bahkan
> telepon seluler. Namun, akibat terpaan jutaan bit informasi, kita sering
> luput justru pada beberapa informasi penting. Salah satunya adalah berita
> berjudul "APBN 2005 Catat Surplus Sebesar Rp 17,90 Triliun" (Kompas, 27
> April 05).
>
> Terus terang saya sempat bingung ketika membaca berita itu. Kebingungan 
> saya
> kian membuncah setelah beberapa hari kemudian. Bukan karena semata-mata 
> isi
> berita, tetapi justru karena minimnya reaksi dan perhatian pemuka
> masyarakat.
>
> Dalam berita itu diuraikan bahwa Dirjen Perbendaharaan Negara merasa arus
> kas negara sangat aman karena hingga akhir Maret 2005 surplus anggaran
> tercatat sebesar Rp 17,90 Triliun. Sang Dirjen menganggap angka ini jauh
> lebih baik dibanding tahun sebelumnya yang defisit sebesar Rp 6,17 
> Triliun.
> Dengan demikian, kita benar-benar aman menjaga anggaran sesuai dengan
> target-target APBN. Beliau juga membandingkan saldo rekening pemerintah di
> Bank Indonesia (BI) yang mencapai Rp 25,38 Triliun, dengan saldo tahun 
> lalu
> yang hanya berjumlah Rp 16,30 Triliun. Pada bagian lain diuraikan pula
> betapa penerimaan negara dari bea masuk dan pajak semakin membaik. Khusus
> untuk pajak bahkan disebutkan bahwa penerimaannya hingga April 2005 
> tercatat
> 20% lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
>

---cut






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Dying to be thin?
Anorexia. Narrated by Julianne Moore .
http://us.click.yahoo.com/FLQ_sC/gsnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke