Tahukan kita, mengapa soal nasib PRT ini masih saja terus berlangsung dan 
terus-terusan terjadi?
PRT di luar negeri habis2an dipecundangi,  di dalam negeri yah sama saja.

Berapa tahunkah kita telah terbiasa berulang kali melihat kasus2 pelecehan 
dan "pembunuhan" PRT
ini?  Mungkin jawabannya sudah belasan tahun dan atau puluhan tahun 
berlangsung.

Sedemikian lama?

Sedemikian lama tak ada gejala perubahan nasib PRT?

Memang, cuma satu jawabnya.  Demikianlah nasib anak bangsa di dalam atau di 
luar negeri kalau
pemerintahnya demikian zalim.  Tidak cuma zalim,  tetapi sekaligus 
tolol-bodoh-dungu.

Pemerintahan yg tidak menjadikan pengalaman hidup sebagai guru untuk 
belajar.
Adakah pemerintah belajar gimana menjadi cerdas hinggak kasus2 PRT menjadi 
lebih baik
di LN dan dalam negeri?

Jawab sendirilah.

HP





From: "Eko Bambang Subiyantoro" <[EMAIL PROTECTED]>


Mempermainkan Derita PRT di Layar Kaca


Oleh Mega Vristian


Sebagai pembantu rumah tangga saya merasa terharu saat membaca berita dari 
Warta Kota, Rabu, 25 Mei 2005 yang dimuat di milis Buruh Migran, yaitu 
mengenai Ari Wibowo yang bermaksud mencari pembantu rumah tangga (PRT) untuk 
mengurus rumahnya. Ini berarti ada job kerja bagi perempuan di Indonesia 
yang ingin bekerja di bidang PRT. Tapi tiba-tiba keterharuan saya dienyahkan 
oleh munculnya gagasan dari MD entertainment untuk menggelar Reality Show 
Ari Mencari Pembantu.�MD nawarin gimana kalau mereka yang nyariin sekalian 
bikin reality show�, kata Ari.

Tentu saja Ari menyambut gembira ide ini. � Saya senang sekali, ini 
kebanggaan buat saya, memiliki pembantu terbaik dari sembilan kota (tempat 
audisi). Dan, ini kebanggaan buat si pembantu juga dooong�, katanya. 
Bagaimana si pembantu terbaik itu tidak senang, gaji yang dijanjikan pihak 
MD Rp.10 juta/bulan. �Pembantu ini akan di rumah saya dalam waktu setahun 
dengan gaji yang besar. Jadi dijamin, dalam setahun uang sejumlah Rp. 120 
juta sudah di tangan. Asalkan nanti kalau sudah ngetop dia jangan 
bertingkah. Saya juga berhak memecatnya kalau dia macam-macam�.

Ari Wibowo dengan Rp.10 juta/bulan terkesan sudah merasa dan memiliki PRT 
itu sebagai miliknya: �Saya berhak memecatnya kalau dia 
macam-macam�,kemudian dikatakan juga �Tapi syarat penilaian tetap saya yang 
menentukan, game-game selama karantina juga saya yang membuat�.

Ari dalam konteks ini berbicara tentang hak dirinya tapi barangkali 
melupakan hak manusia sekalipun profesi pekerjaannya sebagai PRT. 
Seakan-akan dengan Rp.10 juta/bulan, Ari Wibowo sudah bisa menggantikan 
nilai dan harkat kemanusiaan seseorang. Satu-satunya yang masuk dalam benak 
Ari Wibowo sebagai nilai manusiawi adalah hak PRT untuk beristirahat tapi 
bukan dilakukan sebagai anak manusia sehingga Ari bicara tentang �game-game� 
dan periode �karantina�. Seluruh nilai baik dan buruk mutlak ada di tangan 
Ari Wibowo karena sudah memberi gaji RP.10 juta/bln kepada PRT nya.

Pandangan sikap Ari ini, saya kira tidak lain dari pengejawantahan filosofi 
�uang adalah raja� dimana manusia dijadikan barang dagangan semata, tentu 
ini wujud dari perbudakan zaman sekarang yang didominasi oleh kapitalisme. 
Pandangan dan sikap Ari Wibowo tidak lain perwujudan �savage capitalism�, 
kapitalisme buas (manusia makan manusia), inti yang diperdebatkan oleh 
masyarakat Eropa ketika mereka membahas Konstitusi masyarakat Eropa. Sudah 
tentu masyarakat Eropa barat menolak praktek �savage capitalisme� ini, tapi 
kenapa Ari justru ingin menerapkannya?. Tidakkah pandangan sikap dan rencana 
Ari Wibowo, SCTV dan MD Entertainment ini merupakan salah satu bukti lagi 
betapa dehumanissai sudah menjadi salah satu ciri utama masyarakat kita?.

Menjadi PRT itu saja sudah merupakan sebuah penderitaan lahir batin. Kalau 
mampu ingin rasanya memperoleh pekerjaan lain yang lebih baik dan terlihat 
terhormat di mata masyarakat. Walau sebenarnya menjadi PRT adalah pekerjaan 
baik dan halal, tetapi masyarakat Indonesia menganggapnya sebagai sebuah 
profesi kerja yang sangat rendah. Sehingga nasib PRT memang sering di 
pandang sebelah mata (masih sebagai babu). Padahal perempuan yang berprofesi 
sebagai PRT adalah perempuan-perempuan tangguh yang berusaha melawan 
kemiskinan dengan berusaha mandiri, tak menjadi benalu bagi orangtua dan 
membantu suami menyiapkan masa depan anak-anak mereka. Bahkan mereka seperti 
lilin dalam suramnya ekonomi keluarga.

Kalau memang pihak MD dan Ari Wibowo menggelar acara �reality show� mencari 
PRT untuk berkerjadi di rumah Ari ini, didasarkan atas pemikiran untuk 
meningkatkan taraf hidup rakyat miskin yang berprofesi sebagai PRT, itu 
adalah tujuan yang mulia. Tapi menurut saya adalah tidak demikian. Sebab 
�reality show� Ari mencari pembantu yang akan ditonton oleh ratusan juta 
pasang mata penduduk Indonesia, adalah praktek �mempermainkan derita� atau 
pelecehan PRT lewat layar kaca. Sebetulnya banyak cara jika ingin peduli 
akan nasib PRT, misalnya mencarikan Ari PRT, kemudian PRT itu dimanusiakan 
dengan diberi gaji cukup atau lebih dari gaji umum yang berlaku di 
Indonesia, tak usah Rp.10 juta/bln seperti yang digemborkan secara 
�bombastis� itu dan tak perlu juga mempertontonkan pada ratusan juta pemirsa 
layar kaca, proses seleksinya yang melalui �game-game� dan �karantina�. 
Kemudian diberi libur sebulan empat kali, diberi kesempatan dan di biayai 
meningkatakan pendidikan dengan melalui kursus atau sekolah. Dengan harapan 
si PRT tak selamanya harus menjadi pembantu rumah tangga saja, tapi dia bisa 
mencari atau membuka lapangan pekerjaan yang lain bagi dirinya sendiri. 
Karena si PRT diberi jatah libur sebulan empat kali, diberikan kebebasan 
untuk mendirikan komunitas atau organisasi PRT, sehingga PRT Indonesia punya 
kekuatan yang terorganisir untuk memperjuangkan nasibnya, mewujudkan impian 
di tanah air, yaitu lahirnya Undang-Undang Perburuhan Khusus Perlindungan 
PRT oleh Pemerintah RI.

Kemudian bila dalam jangka satu tahun muncul berita bahwa PRT-nya Ari wibowo 
berhasil meraih ijasah suatu lembaga pendidikan atau sudah bisa mendirikan 
suatu usaha apa begitu atau bahkan si PRT sudah berubah profesi menjadi 
artis(mengingat perkataan Ari Wibowo, yang mempunyai kekawatiran pada 
PRT-nya jika �ngetop�, mungkin �ngetop� sebagai artis film karena Ari 
sendiri adalah artis film dan mungkin dia mengarahkan PRTnya berprofesi 
seperti dia), maka masyarakat secara langsung atau tidak akan memuji dan 
bahkan mengacungkan dua jempol atas tindakan mulia MD dan Ari Wibowo. Dan 
tidak menutup kemungkinan kalau kemudian para majikan lain mengikuti jejak 
Ari terhadap PRT nya. Ini seperti angan yang tergantung tinggi di langit, 
memang. Tetapi mengapa mesti pesimis, biarpun saya juga adalah PRT, tak 
pernah jemu mengejar angan .Nasib dan harkat sebagai manusia memang harus 
diperjuangkan.


Mega Vristian penulis lepas yang berprofesi sebagai PRT di Hong Kong






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Does he tell you he loves you when he's hitting you?
Abuse. Narrated by Halle Berry.
http://us.click.yahoo.com/aFQ_rC/isnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke