From: "fauziah swasono" <[EMAIL PROTECTED]>wrt:

> Anda kehilangan sintesis komprehensif dalam menilai hal ini. Kesehatan
> manusia dipengaruhi banyak hal, genetik, kebiasaan, makanan, udara,
> psikis, dll. Apalagi kalo anda memperluas cakupan ke kematian.
>
> Merokok TERBUKTI scr ilmiah berpengaruh negatif thd kesehatan
> seseorang, tetapi resultannya dan/atau apa yg kita lihat kasat mata
> masih dipengaruhi faktor2 diatas tadi.
> Kalau anda merokok dan anda (merasa) sehat, maka terlalu prematur
> menyimpulkan merokok tidak berpengaruh negatif atau bahkan membuat
> anda sehat :D Mungkin kalau anda berhenti merokok anda sesehat  superman.

o... oo...
anda lupa membaca aliena pertama tulisan saya.
saya tidak membantah bahaya merokok di situ.
coba simak lagi tulisan saya itu.


>> Saya punya rekan kerja yang tidak merokok.  Seorang dari mereka gemuk
>> dan sepanjang hari terus menerus dengan kantong pil untuk ashma dan
>> keluhan jantung.  Kalau melihat saya sedang merokok,  dia kasih
>
> Teman anda itu banyak penyakit bukan karena merokok atau tidak, tapi
> memang kondisi badannya sudah tidak sehat. Suruh dia merokok, mungkin
> lebih parah lagi.

anda kontrakdiktif dengan tulisan anda pertama di atas.  anda sudah tahu
kesehatan bergantung banyak faktor, tapi anda langsung menjudge merokok
menambah parah penyakit.  seperti yg anda tulis, seharusnya merokok belum
bisa disebut langsung menambah penyakit. so?


>> Teman saya yang satunya lagi adalah mantan perokok.  Tinggi jangkung
>> dan tegap.  Seperti orang baik2 lainnya,  yg ini juga kasih saran
> merokok
>> itu sudah hampir sama dengan haram statusnya. Juga kalo denger dia
>> ngomorng ginian aku bicara dalam hati, "Elo nggak ngaca apa?  Yang
> ngeluh
>> selalu sering sakit perut, sakit kepala,  pening, darah rendah itu
> selama
>> ini siapa?
>> Aku apa elo sih?"
>
> Sama seperti diatas. Penampakan fisik tidak menjamin bahwa jeroannya
> sama okenya. Dan saran dia ok juga. Sayang ke salah orang.
>

saran taik kucing?  inti tulisan saya bilang merokok tidak melulu berakibat 
fatal
buat semua orang,  paling tidak pada situasi tertentu. anda tidak paham
maksud tulisan saya,  bahwa baik atau buruk soal rokok itu case per case
sifatnya.  misal saya tak punya problem dengan rokok,  apakah etis anda
yg lagi keadaan kurang sehat bilang jangan merokok?


>> Satunya lagi,  teman saya sudah 3 thn berhenti merokok.  Hidup secara
>> vegetarian.  Suka yoga dan meditasi. Menghentikan kebiasaan minum
> alkohol,
>> dan hidup teratur.  Tapi kawan kerja saya ini 10 x lipat lebih sering
>> menderita
>> gangguan flu,  10 x lipat lebih sering mengeluh sakit kepala, 10 x
> lipat
>> mengeluh
>> ini-itu.  Lebih parah lagi,  banyak jerawatan sepanjang dia
> melakukan diet
>> dan praktek hidup sehat.
>>
>
> Sama aja. Coba suruh dia tetap merokok dan minum alkohol, akankah
> kondisinya lebih baik?


tidak bisa diambil kesimpulan langsung demikian.  anda lupa dengan tulisan
anda sendiri, di bumi manapun ada kasus-kasus kekecualian.  salah satunya
merokok bukan langsung bisa berakibat buruk.  ini yg saya percayai.
kalau merokok mendatangkan gangguan kesehatan,  lalu apa bedanya pada
orang yg tidak merokok mengalami gangguan kesehatan diakibatkan faktor
lain?  keduanya bisa membuat badan kurang sehat,  jadi apa ada pilihan di 
situ?
saya harap anda mulai mengerti apa maksud saya.


>> Ada lagi fakta kontradiktif lain.  Dua tetangga saya yg lagi
> giat-giatnya
>> suka
>> gaya hidup sehat, mati mendadak.  Yang satu karena perkara jantung dan
>> satunya lagi (tak pernah merokok sedikitpun) karena tumor otak.
>>
>
> Mati. Pertama adalah ajal ;) Rasionalitasnya: anda tidak tahu
> bagaimana sesungguhnya kondisi realnya (coba dia diperiksa kompre
> sebelum mati itu, mungkin ketahuan bahwa jeroannya banyak yg tidak
> berfungsi). Tidak ada hubungan orang yg tidak pernah merokok
> sedikitpun dg tumor otak. Kalau kasus2 diatas dikumpulin diseluruh
> dunia ini dan ditest causality-nya, maka hipotesis saya hasilnya akan
> negatif alias tidak ada hubungan.

anda benar,  dan saya faham soal i ini.  tulisan saya bermaksud begini
(yg anda tidak paham),  orang sehat atau tidak,  mati atau tidak bukan
melulu karena rokok.  yang merokok atau tidak bisa mati.  kalo takut mati
jangan karena merokok dianggap sebabnya.


>> Saya tidak takabur - na'uzubillah - tetapi kalau dicoba soal daya tahan
>> tubuh
>> (misal meraton, cros country, bersepeda,  atau keliling lapangan
> bola) atau
>> kegiatan yg membutuhkan mobilitas tinggi,  saya berani bertaruh pada
> org2 yg
>> menjuhi rokok spt disebut di atas bhw saya akan memenangkan pertaruhan.
>> Sekali lagi ini bukan sifat takabur saya.  Kecuali rekaan karena
> melihat
>> faktanya.
>>
>
> Semoga benar anda tidak takabur, karena kita tidak tahu apa yang akan
> terjadi pada diri kita sejam lagi bahkan sedetik lagi. Anda berani
> bertaruh, gimana pada hari H-nya anda tiba2 KO atau bahkan mati?
> Bisakah diklaim bahwa anda mati karena takabur?


sesuatu yang anda tidak ketahui ialah,  anda masih mencoba mengaitkan
soal mati dengan berbagai sebab. sementara saya berpikiran mati itu soal
kehendak Allah.  kalau Allah bermaksud mencabut nyawa manusia,  Dia
nggak perlu menunggu seseroang merokok dulu atau tidak.  mudah2an anda
ngerti ke mana maksud saya.

HP


> -fau
>





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Has someone you know been affected by illness or disease?
Network for Good is THE place to support health awareness efforts!
http://us.click.yahoo.com/OCfFmA/UOnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke