>   Brandy Korman: Serangan 11 September Jadi Inspirasi untuk Masuk Islam
>   Publikasi: 21/12/2004 10:11 WIB
>
>
>   eramuslim - Seorang wanita muda bermata biru dan mengenakan jilbab warna
merah terang nampak tekun mengikuti pembicaraan tentang Al-Quran di sebuah
perkumpulan warga Muslim, Islamic Society di Michiana. Wanita itu, terkadang
terlihat tersenyum dan mengangguk-anggukan kepalanya mendengarkan tiga orang
wanita lain yang bersamanya sedang berdiskusi tentang Al-Qur'an. Di
sela-sela kalimat bahasa Inggris yang mereka gunakan, terkadang terdengar
kata 'Insha Allah', yang artinya 'Jika Allah Mengizinkan.'
>
>   Wanita muda berkerudung merah itu bernama Brandy Korman. Namun tak lama
lagi, orang akan mengenalnya dengan nama Zahra Abaza. Korman yang baru
berusia 21 tahun itu, menggunakan nama Islam, karena memang ia baru saja
masuk Islam, pada musim semi yang lalu.
>
>   Kini Korman tidak lagi mengenakan setelan jeans dan sweaternya. Ia
mengganti pakaiannya itu dengan baju Muslimah berupa baju panjang dan tentu
saja jilbab yang kini dikenakannya. Korman bahkan berani memutuskan untuk
menjadi istri laki-laki asal Mesir, yang selama ini belum pernah dikenalnya.
Kehidupan yang dijalani Brandy Korman atau Zahra Abaza sekarang benar-benar
sebuah kehidupan baru dengan keimanannya yang baru.
>
>   Peristiwa serangan 11 September yang menggegerkan rakyat Amerika bahkan
dunia, menjadi titik awal kehidupan baru Korman. Saat itu, ia masih berusia
18 tahun dan seorang pemeluk agama Katolik yang taat. Peristiwa 11 September
itu mendorongnya pergi ke Penn State University, di sana ia mulai mencari
tahu tentang agama Islam dan kitab suci Al-quran Lewat mesin pencari google
di internet, Korman mengetik kata 'Islam' dan 'Quran' dan mulai mencari
informasi tentang dua kata itu.
>
>   "Saat itu, saya bukan hanya sekedar ingin tahu. Apa yang ada di kepala
saya, 'agama macam apa yang memerintahkan pemeluknya untuk membunuh orang,"
kata Korman saat ditanya asal-muasal ia ingin mengenal Islam.
>
>   Dari situs internet, Korman beralih ke perpustakaan dan membaca
buku-buku yang memberikan informasi tentang Islam. Korman pun mulai membaca
isi Al-Quran, 'Ribuan halaman saya baca,' katanya. Setelah membaca isinya,
anggapan Korman bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan orang untuk
membunuh, justru pudar. Korman mulai memahami Islam ajaran Islam yang
mengajarkan manusia untuk berserah diri pada Allah, yang melarang membunuh
orang yang tidak berdosa meski atas nama agama, ujar Korman.
>
>   "Ketika saya membaca isi Al-Quran, saya tidak menemukan hal-hal yang
tidak saya saya setujui seperti ketika saya membaca Injil," tambah Korman.
Misalnya soal prinsip Trinitas yang selama ini selalu menjadi pertanyaan
Korman.
>
>   Kegiatan Korman mencari informasi sebanyak-banyaknya soal Islam sempat
terhambat, karena kesibukan sekolahnya. Dalam seminggu, paling hanya
beberapa jam saja, Korman kembali menggali informasi tentang Islam lewat
internet. Apalagi setelah itu, Korman pindah bersama ibunya dari
Pennsylvania ke South Bend.
>
>   Di South Bend inilah, Korman kembali giat mempelajari Islam, tepatnya
sejak akhir Januari kemarin. Korman pun sering bertanya pada sejumlah teman
kuliahnya yang Muslim di Jurusan Bisnis, Universita Indiana, South Bend
(IUSB). Saat musim semi, Korman mengirimkan email pada teman kuliahnya Osama
Abaza, 24 tahun, asal Alexandria, Mesir dan menyatakan keinginannya untuk ke
masjid.
>
>   Korman pun mendatangi sebuah masjid milik komunitas Muslim, Islamic
Society of Michiana di South Bend yang terletak di 3310 Hepler St. Di
belakang mesjid, Korman berdiri mengamati warga Muslim, laki-laki dan
perempuan sholat, berdiri, ruku dan sujud. Karena sudah mengetahui tentang
Islam, Korman merasa nyaman berada di masjid, ia tidak melihat atau
mendengar ucapan-ucapan yang tidak enak atas keberadaannya di sana dari para
pengunjung masjid. Setelah itu, Korman pun rutin datang ke masjid setiap
seminggu sekali bersama Abaza dan ia menanyakan banyak hal tentang Islam
pada teman kuliahnya itu.
>
>   Abaza sendiri, sedang mempelajari kembali agamanya itu. Sebelum ia
meninggalkan Mesir menuju AS sekitar 4,5 tahun lalu, Abaza boleh dibilang
bukan seorang Muslim yang taat. Baru, pada saat tinggal di AS, Abaza kembali
sering ke masjid. "Saya merasa membutuhkan sesuatu di tengah-tengah
masyarakat yang terdiri dari berbagai etnis ini. Tidak perasaan lain yang
lebih baik, selain perasaan memiliki Tuhan," kata Abaza.
>
>   Sementara itu, Korman, setelah banyak mencari tahu soal Islam dan
berdiskusi dengan Abaza, sekitar 3 bulan setelah melakukan kunjungan ke
masjid, ia menyatakan masuk Islam di hadapan 2 saksi.
>
>   Awal Kehidupan Baru
>
>   Tak lama setelah Korman masuk Islam, Abaza mengundangnya makan siang di
restaurant Olive Garden. Saat itu Korman sama sekali tidak berfikir bahwa ia
sedang kencan, karena Abaza sudah menikah, meski dalam proses perceraian.
Namun sepanjang makan siang itu, pembicaraan Abaza sudah mengarah untuk
mengajaknya menikah. Dan itu terbukti keesokan harinya, Abaza melamarnya.
Korman hanya bisa tercengang dan terlihat sedikit takut, biar bagaimanapun
ia belum begitu mengenal Abaza.
>
>   Abaza mengatakan, lamarannya adalah hal yang sangat rasional. Dengan
menikah, ia bisa membantu Korman menjadi seorang Muslimah yang diinginkannya
sekaligus bisa menjadi pendamping hidupnya, jelas Abaza. Korman dan Abaza
pun akhirnya menyiapkan pernikahan hanya dalam waktu dua minggu. "Kami
menginginkan hal yang sama dan kami menuju ke arah yang sama," ujar Korman.
Korman merasa Abaza bisa membimbingnya menjadi Muslimah yang baik. Dia,
Abaza, kata Norman, juga punya tujuan hidup yang sama, punya anak,
membesarkan dan mendidiknya sebagai Muslim dan tinggal di luar AS.
>
>   Korman dan Abaza pun menikah dengan cara Islam, tepat satu minggu
setelah Korman masuk Islam. Mereka menyebut pernikahan mereka sebagai 'awal'
dari hubungan mereka. Mereka memang belum mendaftarkan perkawinan mereka
secara resmi berdasarkan undang-undang negara bagian AS. Rencananya mereka
akan mendaftarkannya segera ke Las Vegas, namun belum menentukan tanggalnya.
Korman dan Abaza kini tinggal di sebuah apartemen di Mishawaka.
>
>
>
>   Meski sudah menjadi muslimah, awalnya Korman masih takut mengenakan
jilbab ke sekolah atau ke tempat kuliahnya. Korman hanya mengenakannya kalau
pergi ke masjid. Tapi sekarang, Korman mengenakan jilbab ke manapun ia
pergi. Ia mengaku kadang merasa tidak nyaman melihat orang-orang memandang
ke arahnya. Ditanya apakah ia senang mengenakan jilbab, Korman hanya
menjawab,"Saya tidak tahu, tapi Al-Qur'an mengatakan sebagai Muslimah saya
seharusnya mengenakan jilbab."
>
>   "Jilbab memotivasi anda untuk menjauhi hal-hal yang seharusnya dijauhi,"
tambah Korman. Karena sudah mengenakan jilbab, Korman sekarang tidak bisa
sembarangan ngobrol dengan laki-laki atau pergi ke bar. "Aneh rasanya, pakai
jilbab tapi pergi ke bar," ujar Korman sambil tertawa.
>
>   Keputusan Korman masuk Islam, bukan tanpa hambatan. Korman harus
memberikan banyak penjelasan terutama pada keluarganya. "Ibu saya
menanyakan, bagaimana bisa saya masuk Islam karena saya bukan berasal dari
Timur Tengah," kisahnya sambil tersenyum.
>
>   Ceritanya lainnya, saat ia pergi ke toko kelontong, kasir di toko itu
melirik foto di kartu kredit lalu melihat penampilannya yang berjilbab.
Kasir itu bertanya, "Bagaimana nama anda bisa jadi Brandy?" Korman kini
sedang memproses pergantian nama depannya dari Brandy menjadi Zahra yang
dalam bahasa Arab artinya 'Bunga.'
>
>   Mengomentari soal agama Islam yang kini menjadi keyakinannya, Korman
mengatakan,"Buat saya Islam bukan hanya sekedar agama, tapi sudah menjadi
cara hidup saya. Saya harus mengubah gaya hidup saya, cara berpakaian saya."
>
>   Korman kini tidak lagi merayakan hari Thanksgiving, "Berat memang,
ketika keluarga saya menghubungi saya tapi saya tidak bisa berkumpul bersama
mereka. Bukan pesta Thanksgivingnya yang saya rindukan, tapi suasana
berkumpul bersama keluarga," ujar Korman.
>
>   Problem Klasik para Mualaf
>
>   Bagi para mualaf di manapun, perubahan gaya hidup setelah masuk Islam
masih menjadi persoalan klasik. Biar bagaimanapun, seorang mualaf butuh
waktu untuk beradaptasi mengikuti ajaran agama barunya dan meninggalkan
kebiasaan lamanya. Korman juga mengalaminya. Ia mengatakan, tetap akan
mengunjungi keluarganya yang kini sudah pindah ke Florida, hari Natal ini.
>
>   "Saya datang bukan untuk merayakan Natal, tapi untuk menjaga tali ikatan
kekeluargaan," kata Korman. Buat Korman, persoalannya bukan hanya harus
meninggalkan kebiasaan lamanya. Ia juga merasa perjalanan masih sangat
panjang untuk menjadi seorang Muslim. Untuk itu, setiap hari Kamis ia
belajar studi Al-Qur'an dan minta suaminya Abaza menggunakan bahasa Arab
sehari-hari sesering mungkin.
>
>   Korman tetap meyakini bahwa Islam tidak mengajarkan umatnya untuk
membunuh orang yang tidak berdosa. Di sisi lain, Korman juga menyatakan
ketidaksetujuannya dengan kebijakan pemerintah AS yang memborbardir orang di
seluruh dunia atas nama kebebasan dan demokrasi, tulis Korman dalam
emailnya. (ln/southbend tribune)
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>
>
> Kunjungilah www.swaramuslim.net untuk mengetahui berita-berita serta
artikel-artikel terbaru tentang Islam
>
> Untuk subscribe ke milis sabili kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]
> Untuk unsubscribe dari milis sabili kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]
>
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Does he tell you he loves you when he's hitting you?
Abuse. Narrated by Halle Berry.
http://us.click.yahoo.com/aFQ_rC/isnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke