http://www.jawapos.com/index.php?act=detail_radar&id=92510&c=1

Selasa, 31 Mei 2005 


Ketua STAIN Disidik Polisi


Ambon - Ketua STAIN Ambon Drs Mochammad Attamimi MAg, secara tegas balik 
mempertanyakan senjata-senjata hasil sweeping aparat keamanan di Gelanggang 
Olah Raga (GOR) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Ambon, beberapa waktu 
lalu. 

Dalam keterangan pers yang disampaikan kepada wartawan usai dimintai keterangan 
sebagai saksi di Mapolres, Senin kemarin, Ketua STAIN Ambon ini mengatakan, 
ketika dilakukan sweeping pertama sekitar Pukul 24.00 Wit, di kompleks STAIN 
Ambon pada Selasa 17 Mei lalu, tidak ditemukan senjata dan benda berbahaya 
lainnya. 

Namun, setelah dilakukan sweeping kedua pada Kamis 19 Mei pagi, barulah 
ditemukan beberapa senjata dan amunisi serta benda berbahaya lainnya. "Citra 
STAIN harus dibersihkan, karena pada sweeping awal tidak ditemukan senjata dan 
benda berbahaya lainnya, tapi kenapa pada sweeping kedua ditemukan senjata. 
Oleh karena itu pihak kepolisian harus menjelaskan agar STAIN tidak terlibat 
kasus ini," tegasnya.

Terkait dengan adanya salah satu mahasiswa yang terlibat dan kini masih 
menjalani penyidikan, setelah adanya kepastian hukum, maka yang bersangkutan 
oleh lembaga STAIN akan dikenakan sanksi sesuai dengan aturan yang ada di 
STAIN. 

Attamimi datang ke Mapolres Senin kemarin untuk memenuhi undangan pihak 
Kepolisian untuk diminta keterangan sebagai saksi dalam penemuan senjata di GOR 
STAIN Ambon. 

Dia memberikan keterangan sebagai saksi kepada Kasat Reskrim Polres Pulau Ambon 
dan Pp Lease AKP Jefry Dian Juniarta di ruang Rupattama. Attamimi memberikan 
keterangan kurang lebih enam jam dengan 15 pertanyaan. 

Meskipun demikian, Attamimi enggan menjelaskan apa saja yang dipertanyakan oleh 
penyidik kepada dirinya pada Senin kemarin. "Hasil atau kesimpulan tidak dapat 
saya jelaskan. Anda (wartawan, red.) dapat menanyakannya kepada penyidik 
kepolisian," tandasnya.

Soal penemuan senjata di GOR STAIN ini, telah dibantah ratusan mahasiswa yang 
melakukan aksi unjuk rasa pada Kamis 19 Mei lalu di Mapolres Ambon. Bahkan, 
dalam aksi unjuk rasa itu, mereka meminta ganti rugi atas kerusakan fasilitas, 
yakni ruangan base camp pecinta alam STAIN dan ruangan PMI yang dirusak ketika 
dilakukan sweeping tersebut. 

Selain itu, para pendemo juga mempertanyakan pada sweeping awal yang dilakukan, 
polisi tidak menemukan adanya senjata di lingkungan STAIN, tapi pada sweeping 
kedua polisi menemukan sejumlah senjata dan benda berbahaya lainnya. Karena 
temuan itu, para pendemo menilai hal itu merupakan rekayasa polisi, untuk 
menjatuhkan citra STAIN sebagai lembaga pendidikan. (jpnn)





[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Dying to be thin?
Anorexia. Narrated by Julianne Moore .
http://us.click.yahoo.com/FLQ_sC/gsnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke