Refleksi : Apa yang belum atau tidak dimanipulasi di Indonesia?


http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=110649



 Angka Pertumbuhan  Ekonomi Dimanipulasi 


Kamis, 2 Juni 2005
JAKARTA (Suara Karya): Para ekonom yang tergabung dalam Tim Indonesia Bangkit 
menilai klaim pemerintah tentang peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional 
sangat manipulatif. Ini terkait data Badan Pusat Statistik (BPS) yang ternyata 
tidak tercermin di masyarakat, dan karena itu diragukan akurasinya. Bahkan 
angka pertumbuhan BPS ini berbeda dengan versi Departemen Keuangan. 

Demikian disampaikan Tim Indonesia Bangkit yang terdiri dari Dradjad Wibowo, 
Hendri Saparini, M Fadhil Hassan, dan Ichsanuddin Noorsy kepada wartawan di 
Jakarta, Rabu kemarin. 

Data BPS menyatakan, pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I/2005 adalah 
6,35 persen (year on year). Itu menunjukkan bahwa kinerja ekonomi mengalami 
perbaikan. Padahal menurut hasil kajian Tim Indonesia Bangkit, selama 
pemerintahan Yudhoyono kinerja ekonomi justru mengalami pelambatan. 

Fadhil menyatakan, klaim perbaikan ekonomi itu manipulatif dan tidak 
berdasarkan kenyataan di masyarakat. "Bila memang pertumbuhan ekonomi 
meningkat, mengapa perbaikan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat justru turun. 
Ini terlihat dengan tidak adanya pertumbuhan konsumsi rumah tangga," ujar 
Fadhil. 

Menurut Fadhil, konsumsi rumah tangga merupakan salah satu sumber pertumbuhan 
utama ekonomi dengan kontribusi 60 persen. Tetapi konsumsi rumah tangga justru 
mengalami penurunan tajam dari tumbuh 5,05 persen pada kuartal III/2004 menjadi 
3,75 persen pada kuartal IV/2004. Bahkan pada kuartal I/2005 turun lagi menjadi 
3,22 persen. 

"Ini adalah kecerobohan pemerintah yang tidak pernah mendengar masukan-masukan 
para ahli ekonomi. Jika angka pertumbuhan ekonomi dibuat dengan cara amatiran 
seperti ini, bagaimana bisa diharapkan pasar mempercayai kebijakan pemerintah," 
tutur Fadhil. 

Kecerobohan itu sendiri terlihat jelas ketika pemerintah menyampaikan data 
pertumbuhan ekonomi berbeda dengan data BPS. "Ketika BPS menyampaikan angka 
pertumbuhan 6,35 persen, di saat bersamaan Departemen Keuangan memperkirakan 
pertumbuhan hanya sekitar 5,5 persen. Ini menunjukkan ketidakhati-hatian dalam 
perhitungan ekonomi," ujar Ichsanuddin Noorsy. (Yuliana) 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Ever feel sad or cry for no reason at all?
Depression. Narrated by Kate Hudson.
http://us.click.yahoo.com/LLQ_sC/esnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke