Salam,

Bung Nizami, dalam tulisan Anda ada baiknya jika dibedakan antara  
sunnah dan hadist :)

Rgds,

MHM

--- In [email protected], A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> "Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya;
> petunjuk bagi mereka yang bertaqwa" [Al Baqoroh:2]
> 
> "Ku tinggalkan 2 perkara, yang jika kamu berpegang
> pada keduanya niscaya kamu tidak akan tersesat. Yaitu
> Al Qur'an dan Sunnahku" [Hadits Nabi]
> 
> Masalahnya bukan otoriter atau tidak. Boleh dikritik
> atau tidak. Tapi apakah perkataan, tulisan, dan
> perbuatan kita sesuai dengan Al Qur'an dan Hadits.
> 
> Untuk apa kalau kita "tidak otoriter", bisa "dikritik"
> tapi tulisan kita selalu menyalahi Al Qur'an dan
> Hadits?
> 
> Kalau soal dunia yang tak ada petunjuknya di Al Qur'an
> dan Hadits, kita bisa bicara apa saja selama tidak
> bertentangan dengan yang dua itu. Tapi kalau
> menyangkut agama Islam, ya harus sesuai dengan aturan
> Allah (Al Qur'an) dan utusan-Nya (Hadits Nabi). Karena
> yang punya otoriter menentukan sesat/tidak adalah
> Allah (yang tertuang dalam Al Qur'an) dan NabiNya
> (yang tertuang dalam Hadits). Kita merujuk pada dua
> pedoman itu.
> Bukan manusia biasa macam Ulil dan teman2nya...:)
> 
> --- Ikranagara <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > Maaf, Bung Aris, kalau saya mendapat kesan Anda
> > tidak mengikuti apa 
> > yang dipostingkan penulis di forum milis JIL. Tapi
> > mungkin saya 
> > salah, karena saya hanya mengandalkan kepada apa
> > yang Anda tulis di 
> > sini saja--- maaf. 
> > 
> > Di forum diskusi dunia maya yang diselenggarakan
> > oleh JIL itu tidak 
> > ada sikap otoriter Ulil seperti yang Anda perkirakan
> > itu. Di sana 
> > Anda dan siapa saja ditantang untuk berdebat dengan
> > kritis. Itulah 
> > sebabnya saya ikut dalam milis itu. Banyak perbedaan
> > antara para 
> > penulis di milis itu, dan semuanya bebas
> > mengungkapkannya dengan 
> > kadar kekritisan masing-masing. Ulil bukan polisi
> > yang mengatur 
> > lalulintas percaturan pemikiran lain di luar yang
> > sudah dikenal 
> > dalam masalah Islam sebagai teks maupun Islam
> > sebagai prilaku budaya 
> > di dalam masyarakat.
> > 
> > Hanya orang-orang yang sudah karatan berpegang
> > kepada pemikiran daur 
> > ulang warisan dari orang tua atau guru ngajinya saja
> > yang tidak 
> > tahan menghadapi tulisan-tulisan kritis yang ada di
> > JIL. Misalnya 
> > saja yang terakhir dalam diskusi tentang buku Ibnu
> > Warraq dan juga 
> > Irshad Manji itu.
> > 
> > Saya sudah lama di forum itu, dan saya tetap punya
> > p3endirian yang 
> > banyak berbeda bukan hanya dengan penulis lainnya
> > saja bahkan dengan 
> > Ulil sekali pun. Berbeda pendapat dan pendirian di
> > forum JIL itu 
> > ditolerir, dengan catatan pandangan dan pendiriannya
> > itu boleh 
> > dikritisi oleh yang lain -- suatu tata cara
> > pergaulan intelektual 
> > yang matang dan dewasa. Kalau belum siap untuk
> > dewasa dan matang, 
> > memang forum itu meresahkan, apalagi yang tingkat
> > emosionalnya masih 
> > remaja.
> > 
> > Saya sarankan agar Anda ikut dalam forum itu agar
> > paling tidak tahu 
> > apa saja yang dibicarakan dan bagaimana jalannya
> > perdebatan di sana 
> > sehingga akan kelihatan bahwa Ulil bukanlah pemenang
> > satu-satunya 
> > kebenaran di sana. Ijtihad itu hak setiap manusia
> > Muslim. Dan Irshad 
> > Manji mengambil haknya itu sebagai seorang perempuan
> > yang punya 
> > pandangan feminisme, sehingga dia pun sampai kepada
> > kesimpulan fatwa-
> > free, artinya bebas dari kungkungan fatwa siapa pun,
> > sebab dia 
> > mencari jalannya sendiri di dalam ke-Islam-annya
> > lewat ijtihad itu. 
> > Otaknya encer dan tinggi mutunya, bahkan
> > dibandingkan banyak otak 
> > para penulis lelaki di banyak milis yang saya ikut,
> > selain memiliki 
> > keberanian. Ijtihad memerlukan keberanian dan
> > keenceran otak! Dan 
> > otak adalah karunia tertinggi yang diberikan Allah
> > kepada ciptaannya 
> > yang bernama manusia di bumi ini --- Alhamdulillah!
> > 
> > Ikra.-
> > 
> > 
> > 
> > 
> > --- In [email protected], aris solikhah
> > <[EMAIL PROTECTED]> 
> > wrote:
> > > Dear All
> > > Setuju dengan pendapat mas Samsul. Maaf bukan
> > maksud menggurui, 
> > namun patut juga untuk direnungkan. Kadang kita
> > nggak setuju dengan 
> > suatu organisasi dan ide-ide yang diusung dalam
> > kasus ini JIL dan 
> > tokohnya.  Namun disadari atau pun tidak kita telah
> > mengadopsi 
> > pemikiran dan ide-nya secara mentah-mentah. Satu hal
> > misalnya, 
> > dengan mengatakan jangan membawa penilaian agama
> > saat mengkritisi 
> > suatu atau segala hal. Itu adalah ciri khas
> > sekularisasi atau 
> > liberalisasi agama. Untuk kasus JIL tentu pemisahan
> > agama Islam 
> > dengan aturannya. 
> > >  
> > > Atau tanpa ba bi bu kita mengomentari sesuatu yang
> > kadang belum 
> > tahu pasti/yakin sebenarnya dalam hukum agama
> > bagaimana. Jadi mohon  
> > bersama-sama, kita  berhati-hati mengomentari
> > sesuatu. Apapun yang 
> > kita lakukan suatu saat akan dimintai pertanggung
> > jawabannya. Bisa 
> > jadi komentar kita yang mungkin keliru, kemudian
> > orang mengikutinya. 
> > Siapa tahu? Maka kita yang jadi promotor dalam
> > kekeliruan itu. 
> > Terima kasih.
> > >  
> > > Salam,
> > >  
> > > A. Solikhah
> > > 
> > > mohdsyissamsul <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > > orang kayak ulil nggak perlu ditanggapin apa yang
> > disampaikannya.
> > > tapi yang menjadi masalah nanti kalo pendengar dan
> > pembacanya 
> > malah 
> > > terpengaruh khususnya bagi kalangan awam yang
> > kurang memiliki 
> > basic 
> > > islam, mereka akan menerima dengan mudahnya karena
> > kelihatan 
> > seperti 
> > > masuk akal. 
> > > 
> > > --- In [email protected], "Ari Condro"
> > <[EMAIL PROTECTED]> 
> > wrote:
> > > > Judulnya rada provok yak ...  :))
> > > > Tapi dibaca aja dech bagian bagian selanjutnya.
> > > > 
> > > > salam,
> > > > Ari Condro
> > > > 
> > > > 
> > > > ----- Original Message ----- 
> > > > From: "assyaukanie" <[EMAIL PROTECTED]>
> > > > 
> > > > Ulil lagi dapat wahyu. Ide-ide brilian terus
> > muncul dari 
> > kepalanya. 
> > > > Sebagai seorang sahabat, saya cuma bisa
> > mengamininya. Qad ja'al 
> > haq 
> > > > wa zahaqal bathil......
> > > > 
> > > > Luthfi
> > > > -------
> > > > 
> > > > Mengapa Kita Perlu Meniru Barat?
> > > > Oleh Ulil Abshar-Abdalla
> > > > Kolom | 31/05/2005
> > > > 
> > > > Solusi yang harus ditempuh oleh umat Islam sudah
> > dicontohkan 
> > oleh 
> > > > Jepang, yaitu meniru Barat, menerapkan
> > rasionalisasi atas 
> > > kehidupan, 
> > > > dan memodernisir teknik; agama sebaiknya
> > ditempatkan 
> > > > dalam "sanctuary" yang namanya ruang privat.
> > Bahwa Barat harus 
> > > ditiru 
> > > > secara kritis itu sudah merupakan kebenaran
> > dalam dirinya 
> > > (truisme). 
> > > > Jepang pun meniru Barat dengan kritis pula.
> > > > 
> > > > Tantangan umat Islam sekarang ini persis seperti
> > yang dihadapi 
> > > Jepang 
> > > > pada abad 18 dulu. Ketika itu, intelektual
> > Jepang dihadapkan 
> > pada 
> > > > pilihan yang sulit: apakah menerima dan meniru
> > Barat atau tetap 
> > > > berpegang pada warisan Tokugawa yang menutup
> > diri total dari 
> > > pengaruh 
> > > > asing. Hashim Saleh pernah menulis mengenai hal
> > ini di harian Al 
> > > > Hayat. Jepang menempuh jalur "nekad" yang
> > ternyata benar: 
> > tirulah 
> > > > Barat. Sebagian besar intelektual Muslim selama
> > peralihan abad 
> > 20 
> > > > mengusulkan opsi serupa, "tirulah Barat, karena
> > di 
> === message truncated ===
> 
> 
> Bacalah artikel tentang Islam di:
> http://www.nizami.org
> 
> 
>               
> __________________________________ 
> Yahoo! Mail Mobile 
> Take Yahoo! Mail with you! Check email on your mobile phone. 
> http://mobile.yahoo.com/learn/mail




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
In low income neighborhoods, 84% do not own computers.
At Network for Good, help bridge the Digital Divide!
http://us.click.yahoo.com/HO7EnA/3MnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke