Jakarta Harus Memilih: Ada Partai-Partai Politik Bagi Aceh Atau 
Helsinki Gagal 

Pasca putaran keempat, menjadi jelas, pembicaraan perdamaian Aceh di 
Helsinki kini memasuki tahap kritis yang menentukan. Bill Clinton 
pernah memperingatkan lawan politiknya dengan kata-kata yang masyhur: 
It's the economy, stupid! Sekarang, Helsinki membawa pesan serupa 
bagi Jakarta: It's the political participation, stupid! Jakarta harus 
menentukan pilihan di tengah dilema: membuka peluang bagi partisipasi 
partai-partai politik lokal di Aceh, atau membuat proses Helsinki, 
gagal. Ulasan rekan Aboeprijadi Santoso dari Helsinki

Musibah tsunami akhirnya membawa ujian berat bagi Indonesia. Tidak 
hanya rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh yang harus sukses, tapi 
Jakarta juga harus membuka halaman politik baru bagi Aceh. Musibah 
yang memacu proses perdamaian Helsinki sejak Januari yang lalu itu, 
kini menghasilkan tantangan baru. Pada putaran kedua Helsinki, 
Februari lalu, pihak Gerakan Aceh Merdeka GAM tampil dengan 
terobosan: yaitu menanggalkan tuntutan kemerdekaan. Dengan demikian, 
perundingan dapat dipastikan tidak sia-sia dan dapat berjalan terus 
dan memang demikianlah kenyataannya.

Tapi sekarang, pada putaran keempat, tiba saatnya Jakarta harus 
membayar konsesi GAM itu, dengan konsesi pula. Tapi sejauh proses 
yang telah berjalan lima bulan ini, konsesi Jakarta belum juga 
tampak. Sofyan Djalil, anggota delegasi RI, mengatakan, "imbalannya, 
ya perdamaian itulah!" Sebaliknya, anggota delegasi GAM Nur Djuli 
mengelak, "tentang soal itu, kita lihat nantilah, kan perundingan 
masih berjalan," katanya. 

Pendekatan Ketua CMI Crisis Management Initiative, Martti Ahtisaari, 
yang menjadi penengah, bisa membuat proses ini menjadi dramatis. 
Soalnya, Ahtisaari memilih pendekatan "nothing is agreed until 
everything is agreed" artinya, tidak ada kesepakatan sebelum semua 
hal disepakati. Yang berarti "all or nothing," meraih persetujuan, 
atau sama sekali tidak.

Nah putaran kelima Juli mendatang akan memberi gambaran yang jelas. 
Ahtisaari akan menulis dokumen dasar yang akan dikirim sebelum kedua 
pihak datang untuk putaran terakhir itu, dan di situ RI dan GAM harus 
mematangkan dokumen tersebut menjadi suatu memorandum persetujuan. 
Kalau ini gagal, maka rekonstruksi pasca-tsunami dapat terancam dan 
konflik dapat berkepanjangan.

Banyak masalah memang telah dipahami sebagai titik-titik temu, 
terutama soal bagi hasil sumber ekonomi, cara menggelar pemerintahan 
daerah, amnesti dan reintegrasi anggota GAM dan soal monitoring. Ada 
juga soal soal yang belum mulus, seperti soal pengaturan keamanan, 
pilkada dan pemilu daerah. Tetapi, di antara soal-soal prinsipil yang 
tersisa, paling kunci, adalah soal partisipasi politik.

Jakarta mengira GAM ingin tampil sebagai partai politik di Aceh dan 
serta merta menampik kemungkinan itu. Khususnya DPR, mungkin juga 
kalangan mabes Cilangkap dan sebagian opini publik, berpendapat, 
membuka kemungkinan adanya partai-partai politik lokal sama saja 
dengan memacu potensi potensi primordial yang di masa orde baru 
disebut SARA, khususnya sentimen sentimen etnik dan kedaerahan, yang 
dikhawatirkan dapat mengancam negara kesatuan. 

Di lain pihak, ini menyangkut Aceh, daerah yang berjasa bagi 
kemerdekaan Indonesia tapi merasa terlampau lama dizalimi dan kini 
ingin mandiri. Selain itu, kalau Aceh sekarang mau berdamai di bawah 
NKRI, maka peluang pun harus diberikan asalkan meninggalkan cara-cara 
kekerasan. Dengan kata lain, ini menyangkut soal prinsip demokrasi 
yang universal. Di mana pun juga, demokrasi harus menyediakan wadah 
politik bagi aspirasi warganya. Tetapi karena partai partai yang ada 
harus mencakup skala nasional, yaitu hadir di 22 dari 30an propinsi, 
maka jelas partai-partai seperti Golkar, PDIP dll, tidak mungkin 
mewadahi aspirasi-aspirasi yang ada di Aceh. Jadi, keberadaan partai 
politik lokal menjadi soal prinsip bagi demokrasi Aceh. 

Yang menarik, penengah mantan presiden Finlandia Martti Ahtisaari 
tampak sangat memahami ini pula. Bahkan dia secara jelas menduga, 
kalau tidak ditemukan solusinya, soal ini bisa membuat proses 
Helsinki gagal.

Martti Ahtisaari: We have to find a way so that anyone who wants to 
participate in the political life will have a chance to do that. 
There are a lot of complications under the present legislation for 
that. We are trying to look for ways and means. I can't give you the 
answer how that may be solved. But I think there is an understanding 
that if we can't solve the issue, very candid with you, I don't think 
that we can have the settlement either, because if the only option 
would be to joint the existing political parties, that's not the real 
options.

At the same time, when one understands the basic philosophy of the 
Indonesian legislation to try to keep the enormously vast territory 
together with the present legislation, we'll have to see how that 
issue can be solved. But I think the principle is understood that it 
would be highly unlikely that we would have an agreement if the GAM 
couldn't participate like any other political groups under whatever 
name, not necessarily GAM, in the political process. I think if I 
recall correctly, the first elections are for the governor of Aceh 
and later there are going to be elections for local government as 
well. But that's definitely an issue that we need a solution.

Terjemahan: Kita harus menemukan jalan sehingga siapa saja yang ingin 
ikut serta dalam kehidupan politik akan memperoleh kesempatan. Untuk 
itu keadaannya sangat rumit dalam undang-undang sekarang. Kami 
berupaya mencari jalan dan cara. Saya tidak bisa menjawab bagaimana 
masalah ini akan dipecahkan. Tetapi saya kira ada pemahaman bahwa 
kalau kita tidak bisa memecahkan masalah ini, saya berterung terang 
ini, maka tidak akan ada penyelesaian juga, karena kalau satu-satunya 
pilihan hanya bergabung dalam partai politik yang ada, maka itu 
bukanlah pilihan yang sebenarnya. 

Pada saat yang sama, kalau seseorang paham falsafah hukum Indonesia 
yaitu berupaya mempersatukan negara yang begitu luas, maka harus 
dilihat bagaimana masalah ini bisa dipecahkan. Tetapi saya kira 
dasarnya dipahami bahwa akan sangat sulit dicapai persetujuan kalau 
GAM tidak bisa ikut dalam kelompok politik manapun juga, dengan nama 
apapun, tidak harus GAM dalam proses politik di Aceh. Kalau tidak 
salah pemilihan daerah pertama adalah pemilihan gubernur Aceh dan 
sesudah itu pemilhan pemerintah daerah. Jelas ini merupakan masalah 
yang harus diselesaikan.

Demikian penengah perundingan, Ketua CMI Martti Ahtisaari. 

Walhasil, kini jelas, CMI, GAM dan terutama Jakarta, harus kreatif 
dan imajinatif untuk menemukan cara yang tepat di tengah dilema 
antara demokrasi dan negara kesatuan. Artinya membuka peluang partai 
politik lokal tanpa mengancam kesatuan Indonesia. Ingat, politik 
adalah sebuah seni kreatif. Dan, seperti kata Clinton, soal Helsinki 
adalah "soal partisipasi politik, bego!"




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Does he tell you he loves you when he's hitting you?
Abuse. Narrated by Halle Berry.
http://us.click.yahoo.com/aFQ_rC/isnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke