Dear friends;

Apakah kebrutalan "oknum militer" seperti diungkapkan dalam berita
saya kutip di bawah ini akan bisa diproses secara hukum?

Pertanyaan ini muncul mengingat selama ini yang namanya "oknum
militer" (dari yang prajurit sampai Jendral Besar) itu masih
diperlakukan mempunyai impunitas di negeri kita yang mereka warisi
dari Zaman Orba-nya rezim militerisme Suharto (presiden yang mantan
jendral!) sebagai "oknum ABRI." Bahkan keturunannya pun konon punya
kekebalan trhadap hukum itu, bukan?

Kalau kebrutalan semacam itu dilakukan oleh "oknum polisi" saya
yakin itu pasti bisa diproses secara hukum. "Oknum polisi" tidak
lagi memiliki kekebalan hukum seperti ketika masih menjadi bagian
dari ABRI.

Sepengetahuan saya selama ini belum ada LSM yang memfungsikan
dirinya sebagai pengawas prilaku "oknum militer" maupun "oknum
polisi." Yang ada hanyalah kalangan pengacara yang melakukan protes
atau semacamnya setelah sebuah tindakan brutal dilakukan oleh oknum-
oknum yang punya impunitas alias punya kekebalan hukum itu.

Jadi, saya kira sudah waktunya untuk mendorong kalangan LSM
membentuk LSM yang mengawasi prilaku "oknum militer" di negeri kita,
baik yang berpangkat prajurit biasa maupun yang sudah punya pangkat
jendral termasuk "Jendral Besar" sekali pun.

Menurut UUD kita, semua warganegara sama derajatnya di depan hukum,
bukan? Atau pertanyaan saya ini hanyalah mimpi di siang bolong
karena yang saya bicarakan adalah negeri kita tercinta yang bernama
Indonesia dan akan berusia 60 tahun di bulan Agustus 2005? Ah, saya
masih optimis, meskipun mimpi indah ini mungkin baru akan tercapai
pada tahun .... 3000-an nanti!

Aduh biung...!


Ikra.-


dar:
mediacare 


May 18, 2005
Wartawan Republika dipukuli oknum berseragam 

Saya sempat kaget baca Koran Tempo edisi hari ini hal. C10 (Rabu, 18 Mei 2005) 
soal pemukulan wartawan Republika mas Priyantoro Oemar (PO). Pasalnya, pada 
kemarin siang ia berkirim email kepada saya dan rekan Hertasning yang 
memberikan klarifikasi plus pembelaan kenapa Pemred Republika memberi 
peringatan kepada mas Ade Armando soal tulisan Amina Wadud. Katanya, email 
tersebut juga di bcc ke mas Ade Armando. Lalu saya tanya via email: "Bolehlah 
penjelasan tersebut saya posting di milis?"

Ia menjawab: "Tak perlu." Alasannya,biar masalahnya tak berlarut-larut. Tak 
dinyana, sore harinya ia dipukuli oleh oknum berseragam yang mengenakan helm. 
Menurut Koran Tempo, PO dipukuli dua orang tentara di depan kantornya di 
JlWarung Buncit 37, Jaksel. kemarin sore. Pemukulan bertubi-tubi itu belum 
jelas latar belakangnya. "Ciri-ciri yang memukuli Priyantono berpakaian militer 
lengkap," ujar Rusdiansyah, teman sekantor korban.

Kondisi PO yang babak belur sempat tak sadarkan diri. Darah keluar darimulut 
dan hidung. Dia dilarikan ke RS Pusat Pertamina. Rusdiansyah mengaku berusaha 
melerai aksi pemukulan. Namun, ia diancam akan dibawa ke markasnya jika 
melawan. "Belum jelas kesalahan PO. Dia tak sadar," katanya.

Yang lebih mengagetkan lagi, di Republika halaman depan ditulis bahwa mas PO 
jadi linglung setelah dipukuli. Ia tak mengenali seorang rekannya yang 
mengantar ke rumah sakit. Ia juga tak ingat apa yang telah terjadi sebelumnya. 
Syukur Alhamdulillah, menurut dokter tak ada pendarahan di otak.

Di Harian Terbit sore ini, PWI menyayangkan kejadian itu dan menghimbau kepada 
pihak berwenang untuk diusut tuntas. 




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
In low income neighborhoods, 84% do not own computers.
At Network for Good, help bridge the Digital Divide!
http://us.click.yahoo.com/HO7EnA/3MnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke