In [email protected], ANDREAS MIHARDJA <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Memang apa yg dituils mas Danardono sebetulnya harus menjadi principle kehidupan diIndonesia. But who are we to force people to act this way. Kita bisa diganyang oleh semua aliran agama. > Kalau baju tidak serek sebetulnya silahkan pilih baju yg baru. Ini dinegara EU dan US/Can sudah sering kita jumpahkan dan karena itu jumping religion sudah kurang lebih umum. > > Jilbab mungkin ditulis didalam Al Qur'an, tetapi buku ini ini sejak abad ke 6 tidak pernah dirubah Waktu itu agama inipun belum disebar keseluruh dunia, dgn tempat2 yg bercuaca sangat berlainan dgn dinegara Arab. Untuk negara Arab jilbab ini; needed utk survive digurun pasir yg suhunya >40c waktu siang dan 10c waktu malam. Pakaian ini semacam airconditioning untuk badan dan memjaga agar kita jangan dehydrated atau kena pneumonia. Jikalau kaum mulah memaksakan pakaian ini dinegara Arab sebetulnya menurut saya tidak ada salahnya. Waktu saya harus masuk daerah gurun pasir pakaian saya juga berupa jilbab ini. [Ini tanpa ada pemaksaan dari siapapun, tetapi karena logic utk survive] > Tetapi kalau pakaian ini dipaksakan utk Indonesia dgn banyak hujan dan high humidity - pakaian ini malah menjadi burden of life - sebab kalau basah kita bisa sakit. Jilbab didaerah basah seperti Indonesia merupakan breeding station utk kuman2. ------------ Jadi saya hanya memberikan advice - just be practical and not be fanatically more religious dan the religious teachers in Arabia. > > Andreas
Salam, Di Indonesia sebenarnya jilbab banyak juga manfatnya lho :): melindungi dari panas karena Indonesia tidak selalu hujan dan basah. Melindungi dari terik karena tidak selalu Indonesia basah dan hujan. Jilbab tidak selalu dipakai setiap waktu dan tak pernah diganti- ganti atau tidak dicuci. Seorang muslim dituntut untuk menjaga kebersihan yang dinyatakan sebagian ajaran agamanya (Hadist) Jika permasalahannya adalah pemaksaan, saya pun juga tidak setuju. Proses awal beragama adalah tidak ada pemaksaan, di manapun. Beragama haruslah berasal dari kesadaran. Maka beragama yang dipaksakan tidak bisa dikatakan beragama. Prinsip ini juga saya dapatkan dalam Islam. So, di sinilah pentingnya belajar, menilai obyektif segala sesuatu (trmsk agama), dan menghayati. Meski tak cukup dari satu sisi, jika Anda ingin sedikit menelisik manfaat jilbab dari segi kesehatan, tahun 2004 lalu Kompas pernah menurunkan sebuah artikel menarik -semoga Anda belum membacanya-: JILBAB MENGURANGI RESIKO KANKER Saat ini, jilbab bukan lagi fenomena kelompok sosial tertentu, tetapi sudah menjadi fenomena seluruh lapisan masyarakat. Tidak sedikit jumlah artis, eksekutif, dan publik figur lainnya menggemari dan menggunakannya. Beruntunglah Anda yang sudah mengenakan jilbab (veil), kerudung bagi wanita muslim ini tak hanya menunjukkan kerendahan hati dan kesopanan, tetapi juga melindungi Anda dari penyakit mematikan. Jilbab yang dikenal dengan beberapa istilah, seperti chador (Iran), pardeh (India dan Pakistan), milayat (Libya), abaya (Irak), charshaf (Turki), hijab (Mesir, Sudan, dan Yaman), dapat memperkecil risiko pemakainya terkena kanker tenggorokan dan hidung. Alasannya, jilbab mampu menyaring sejumlah virus yang suka mampir ke saluran pernapasan bagian atas. Profesor Kamal Malaker asal Kanada, menyatakan wanita Arab Saudi - yang sebagian besar menutup wajahnya secara penuh- jarang sekali terserang virus epstein barr, yang menyebabkan kanker nasofaring. Bisa dikatakan jumlah penderita kanker jenis ini sangat rendah. "Jilbab melindungi wanita dari infeksi saluran pernapasan bagian atas, " tulis Saudi Gazette, Jum'at (19/3), mengutip pernyataan Malaker, "Di Arab Saudi, jumlah wanita penderita kanker nasofaring sangat rendah dibandingkan laki-laki," lanjut Malaker. "Kenyataan ini sungguh menarik, bagaimana pakaian adat yang begitu sederhana memiliki pengaruh begitu besar pada kehidupan manusia," ujar Malaker, kepala bidang onkologi radiasi Rumah Sakit King Abdul Azis. Kanker nasofaring merupakan kanker yang paling banyak diderita masyakarakat untuk jenis kanker Telinga Hidung Tenggorokan (THT) Kepala Leher (KL). Tingginya angka penderita kanker nasofaring terutama akibat kebera] daan virus epstein barr yang hampir ada pada 90 persen masyarakat di negara berkembang. Jika virus tersebut 'terbangun', maka dapat terjadi mutasi sel yang berujung pada kanker nasofaring. Nasofaring merupakan saluran yang terletak di belakang hidung, tepatnya di atas rongga mulut. Gejala awal dari kanker nasofaring tersebut antara lain gejala pada telinga yang ditandai dengan dengingan terus-menerus pada telinga. Di samping itu, sering disertai gejala pada hidung seperti pilek berkepanjangan yang disertai dengan darah, suara parau yang berkepanjangan, sering mimisan dan nyeri saat menelan. Kanker nasofaring merupakan penyakit kanker keempat yang paling banyak menyerang penderita kanker di Indonesia. (zrp/Reuters) Rgds, MHM --- > > > > RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > --- In [email protected], "Lina Dahlan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > Alhamdulilah masih bisa bersyukur ya Mbah ya? > > Makanya dunia ini menjadi Yes to Poligami and No to Poliandri..:- ) > > yaaa..kesini lagi kesini lagi seh! > > > > wassalam, > ---------------------- > > Lahh iya to mBak. Hidup ini gampang kok. kalo kita mau main basket, > masuklah team basket, ikuti peraturan main basket. kalau ada peraturan > yang tak berkenan dihati, lalu leih condong main volley, ya monggo, > masuk team volley, dan ikuti peraturan main volley. > > Jangan, gak setuju polygami, lalu Islam mau diubah menjadi agama yang > melarang polygami. Atau orang Katholik, yang pernah cerai, lalu mau > ubah peraturan, bahwa dalam Katholik boleh cerai. Kalau tak mengikuti > (atau mau mengikuti) ya tinggalkan agama yang tak berkenan, ikuti yang > lebih selaras dengan nurani. Jangan tetapi Katholik, tapi cerai (banyak > yang lakukan di Eropa dan US). > > Kalau Allah perintahkan semua Muslimah 24 jam pakai jilbab, ya > lakukanlah. Atau cari agama dimana Allah tak perintahkan jilbab.. > > Kalau orang islam percaya, Kitabnya adalah ditulis langsung oleh Allah, > ya monggolah. Non Islam, mungkin tersenyum senyum, tapi tak usah > mendebatnya. > > Salam tanpa repot > > Danardono > Gitu aja kok repot. > > > > > ********************************************************************* ****** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi- india.org > ********************************************************************* ****** > _____________________________________________________________________ _____ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > > > > --------------------------------- > Yahoo! Groups Links > > To visit your group on the web, go to: > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ > > To unsubscribe from this group, send an email to: > [EMAIL PROTECTED] > > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Has someone you know been affected by illness or disease? Network for Good is THE place to support health awareness efforts! http://us.click.yahoo.com/OCfFmA/UOnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

