bung Andew, mudah2an Anda bukan salah satu pemilik supermarket.. heheheee.. 
jadi membaca tulisan tentang "kecil tapi bermakna", perut jadi 'mules'...:))
yaaaaaaa.. paling tidak, [tulisan ini, bukan tulisan saya loh..:)] hasil pikir 
seseorang yg ingin memberikan sedikit pencerahan, bagaimana supaya 'aliran' 
duwit bisa nyampe ke tangan orang kecil, mungkin jumlahnya tak seberapa, 
menurut penglihatan bung Andrew, tapi bagi mereka itu bisa berarti jumlah yg 
banyak.. dan sangat diharapkan..:)
oh..ya.. di tempat saya tinggal, ada loh, penjual beras keliling..:) setiap 
hari lagi, mungkin bung Andrew tinggal di kawasan 'elite' jadi belum pernah 
melihat penjaja beras ini..:))
saya sendiri merasakan, kenapa ya, duwit yg beredar nampaknya susah sekali 
merambah ke daerah atau ke orang2 kecil??.. mungkin saja bung Andrew punya 
'ilmu' supaya ada pencerahan yg lebih baik, dari sekedar coretan "kecil tapi 
bermakna ini"??
terimakasih..
salam..

-----Original Message-----
From: Andrew Yuen [mailto:[EMAIL PROTECTED]

Itu kan berdasarkan kacamata kaum ekonomi kelas menengah mbak Listy..

1. Kalau beli majalah, jangan beli di dalam supermarket atau toko buku. 
> Tetapi usahakan untuk membelinya dari kios pinggir jalan ataupun di lampu 
> merah Sehingga uang keuntungan akan masuk ke orang kecil.


Jumlah keuntungan yang masuk ke kantong pemilik modal jauh lebih besar 
daripada yg diterima sang loper atau pedagang kios. Jadi balik lagi ke 
awal.. anda tidak menolong mereka.. krn sebenarnya anda lebih byk menolong 
sang pemilik modal.

2. Kalau beli sayur-sayuran, mungkin bisa beli di tukang sayur yang lewat di 
> rumah daripada beli di supermarket. Kebanyakan dari kita tidak ada di rumah 
> pada saat tukang sayur lewat, tetapi bisa juga kita titipkan dengan 
> pembantu/tetangga. Agak lebih repot sedikit, tetapi uangnya akan masuk ke 
> orang kecil.


Silahkan saja, akan tetapi kalau beras? masa anda harus nunggu pedagang 
beras keliling atau petani dari desa jajakan berasnya? wong beras aja kita 
masih impor.

3. Ada baiknya secara berkala, misalnya satu bulan sekali, kita panggil 
> tukang nasi goreng/ tukang sate yang lewat di depan rumah. Walaupun kita 
> tidak terlalu ingin makan nasi goreng atau sate, tetapi boleh lah 
> sekali-sekali membeli dagangan mereka.


beberapa diantara kaum pedagang ini tidak begitu memperhatikan faktor 
kesehatan, kebersihan.. so jika sampai terjadi korslet pada sistem 
pencernaan anda bagaimana dunk?? ke dukun ya? 

4. Sering kita berjalan-jalan dan mendapati beberapa orang berjualan kue, 
> misalnya kue pancong, kue ape, dsb. Beli. Untuk kita uangnya tidak seberapa, 
> tetapi untuk mereka akan sangat berguna. Tentu saja jangan keseringan, 
> karena nanti kita juga bosen.
> 
> 
> 5. Gue orang yang paling anti sama pembajakan, tetapi saat ini masalahnya 
> udah lebih jauh daripada sekedar prinsip-prinsip dasar. Gue mulai membeli 
> DVD/VCD bajakan, karena dengan itu uang yg gue keluarkan akan dapat membantu 
> si penjual. Cara buruk untuk membenarkan pembajakan, tetapi: orang-orang 
> kita sedang terpuruk dan ada agenda yg lebih penting untuk diselesaikan.

Kalau saya malah download saja... pake p2p.. gratis lagi.. :D


Intinya.. bukan bagaimana memberikan napas buatan kepada kaum lemah ini, 
tapi melakukan penyadaran kepada mereka bahwa "miskin dan lemah itu bukan 
takdir" ini yg paling sederhana dech.. 

kadang saya sering berpikir... keberadaan LSM di negeri ini sebenarnya 
menghambat pergerakan buruh dan bahkan memperlemah elan revolusioner kaum 
pekerja.. 

hehehehe... *lg error* perut agak mules abis makan nasgor di tepi jalan.. 
:*(

 




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Has someone you know been affected by illness or disease?
Network for Good is THE place to support health awareness efforts!
http://us.click.yahoo.com/OCfFmA/UOnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke