Santri dan Korupsi
Oleh Mario Gagho
Semua orang tahu korupsi adalah the mother of all
problems. Indonesia yg kaya menjadi miskin, terhina
harga dirinya, terhina TKI/TKW-nya di banyak negeri
orang, rendah imej diplomasinya di dunia luar karena
perekrutan diplomat yg asal pungut, rendah manajemen
dalam negerinya karena rekrutmen PNS yg tidak berdasar
kualitas dan komitmen, semakin panjang antri kalangan
kere karena korupsi tidak mendapat sangsi, terbahak
para koruptor kakap karena yg kelas teri yg terbiasa
jadi tumbal simbolik.
Dalam kondisi semacam itu, di mana peran kaum santri?
Definisi santri adalah figur keluaran pesantren,
keluaran IAIN (UIN), dan jurusan2 agama yg lain.
Banyak dari kalangan ini memasuki dunia PNS terutama
bisa ditemui di Depag. Depag seperti kita tahu adalah
departemen terkorup di Indonesia. Artinya, para santri
yg ada di depag juga terlibat korupsi. Kalangan santri
yg memasuki dunia politik dan menjadi DPR atau tokoh
partai juga tidak dikenal sebagai tokoh yg bersih
korupsi.
Suara santri dalam pemberantasan KKN hampir tidak
terdengar, suara lirihpun bahkan tak ada. Yg kencang
adalah wacana keislaman. Antara yg hendak meniru Barat
dg yg anti-Barat, antara yg sakralisasi Quran dg yg
profanisasi; antara yg sekularisasi dan yg islamisasi.
Dalam dunia real, ketokohan santri dalam pemberantasan
korupsi dan HAM juga tidak terdengar. Baharuddin Lopa,
Munir adalah figur tinggi anti korupsi dan pembelaan
HAM keduanya bukan berbackground santri. Dalam dunia
politik, partai dan politisi yg dikenal bersih juga
tidak berasal dari dunia santri (baca, pesantren dan
IAIN).
Pertanyaannya, apakah memang kalangan santri
"ditakdirkan" (baca, hanya memposisikan diri) sebagai
figur pelopor wacana? Dan kenapa ketika kalangan ini
tampil di dunia nyata (di parpol dan parlemen) mereka
tidak menyuarakan apa2: at best mereka pasif terhadap
korupsi, at worst mereka terlibat menikmati korupsi.
Apa yg menyebabkan kaum santri tidak punya gigi dalam
pemberantasan korupsi: dalam wacana maupun dalam dunia
nyata? Sebuah renungan untuk kita2 semua yg
berbackground santri.***
Mario Gagho
Agra University
www.ppi-india.org
---------
A WINNER works harder than a loser and has more time.
A LOSER is always "too busy" to do what is necessary.
__________________________________
Discover Yahoo!
Get on-the-go sports scores, stock quotes, news and more. Check it out!
http://discover.yahoo.com/mobile.html
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/