http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=200564&kat_id=23
Selasa, 07 Juni 2005 15:28:00
26 Santri Korban Tsunami Aceh ke Jepang
Banda Aceh-RoL -- Sebanyak 26 santri pondok pesantren (ponpes) Al-Falah,
Kabupaten Aceh Besar, anak korban musibah gempa dan tsunami di Provinsi
Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), akan berangkat ke Jepang untuk mengikuti "kemah
musim panas" di negara matahari terbit itu.
Direktur pelaksanan Yayasan Abu Lam Ue, Suraiya Kamaruzzaman, kepada /Antara/
di Banda Aceh, Selasa, mengatakan keberangkatan santri anak yatim korban gempa
dan tsunami Aceh itu untuk memenuhi undangan sebuah organisasi kemanusiaan,
Ashinaga, Jepang.
Dijelaskan, ke-26 santri anak korban bencana alam (13 laki-laki dan 13
perempuan) itu akan bertolak ke Jepang sekitar awal Agustus 2005. "Dalam
undangan disebutkan, selama sepekan mereka berada di Jepang, puluhan santri
anak yatim Aceh itu akan berkumpul bersama-sama dengan anak-anak korban bencana
alam dari negara-negara yang terkena dampak tsunami pada 26 Desember 2004,"
katanya.
Sebanyak 26 santri anak yatim korban bencana alam gempa dan tsunami juga akan
melakukan kegiatan antara lain konperensi tentang masa depan anak."Umur santri
yang orang tuanya sudah meninggal dalam gempa dan tsunami yang kita kirim ke
Jepang itu berkisar antara 12 hingga 18 tahun," tambahnya.
Ashinaga adalah sebuah organisasi non Pemerintah yang bermarkas di Jepang yang
lahir 1969. LSM itu memiliki program untuk membantu anak-anak yatim korban
bencana alam, perang dan konflik di berbagai negara."Dalam konperensi
organisasi Ashinaga ke-6 yang telah berlangsung pada Januari 2005 itu,
anak-anak di Jepang menggalang dana untuk mengundang anak yatim dari sejumlah
negara yang terkena bencana alam gempa dan tsunami," katanya.
Setelah dana tersebut terkumpul, mereka berkeinginan untuk mengundang anak-anak
korban gempa dan tsunami untuk berkunjung ke Jepang.Dia menjelaskan,
kemungkinan dalam pertemuan nanti, para anak-anak yatim dari berbagai negara
itu ikut membahas dan berbagi cerita tentang tsunami di daerahnya
masing-masing.
Katanya, minat anak-anak korban gempa dan tsunami untuk berangkat ke Jepang itu
cukup tinggi, namun karena kuota yang diberikan terbatas maka dilakukan
seleksi."Mereka kita seleksi hingga pengisian biodatanya. Yang kita
berangkatkan ke Jepang itu memang dipilih secara teliti termasuk mereka yang
memiliki kemampuan berpidato dalam bahasa Inggris," demikian Suraiya. ant/pur
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/