Jawaban atas pertanyaan bung partogi, mengapa
islam sekarang tidak hebat lagi, bisa sangat
kompleks.
Yang relatif lebih mudah untuk dijawab adalah
sejak kapan islam tidak 'hebat' lagi ...
Pendapat saya sangat mirip dengan yang
dikemukakan bung ambon. Pusat peradaban islam
kala itu (antara tahun 800 - 1100 an) ada
di 2 kota:
| => kota Bagdad (di bawah pemerintahan dinasti
| Abasiyah: Al-Makmun, Harun Ar-Rasyid dsb.)
|
| => kota Cordoba, spanyol (awalnya didirikan
| oleh keturunan Dinasti Umayyah yang
| melarikan diri ke Eropa pada saat
| pergantian kekuasaan Dinasti Umayyah ->
| Abasiyah)
Nah, pada masa invasi bangsa Mongol dari timur
hingga ke Eropa, Bagdad termasuk yang di 'lindas'
kotanya dihancur-leburkan, ada masakre, ada
plundering, khalifah nya di hukum mati; dan yang
paling di sayangkan: perpustakaan Bagdad yang
memuat dokumentasi pengetahuan dibakar.
Sementara itu di Spanyol, sejak tahun 1000-an,
terjadi proses perpecahan yang melemahkan
pemerintahan islam. Pada saat yang hampir
bersamaan, Paus (Urban III?) menyerukan bangsa-2
Eropa untuk merebut kembali the 'christian's lands'
yang ada dalam kekuasaan Muslim, dengan 2 agenda
utama:
| (1) merebut kembali Jerusalem (perang salib)
| (2) membebaskan spanyol (perang reconquista)
perang salib akhirnya dimenanngkan bangsa muslim,
sedang pada perang reconquista dimenangkan oleh
bangsa spanyol.
perang reconquista berlangsung jauh lebih lama
(lebih bertahap) di bandingkan perang Salib, lebih
dari 4 abad. Klimaksnya terjadi pada masa pemerintahan
ratu Isabella (ratu Castilla) dan raja Ferdinand
(raja Aragon) yang kemudian bersatu (melalui ikatan
pernikahan) melawan pasukan muslim. Pihak muslim
semakin terdesak, hingga akhirnya hanya menguasai
kota Granada (ibukota propinsi Andalusia saat ini),
dan itu pun akhirnya tumbang tepat pada tahun 1492.
( opini saya, tentu saja hak bangsa spanyol untuk
membebaskan tanah airnya. Tapi yang saya sesalkan
adalah ikut dibakarnya perpustakaan cordoba yang
memuat informasi ilmu pengetahuan, juga tindakan-2
berlebihan lainnnya).
Bersamaan dengan euphora kemenangan spanyol inilah,
muncul tokoh bernama Columbus. Columbus mengajukan
proposal proyek ekspedisi pelayaran untuk menemukan
jalan lain ke "India". Pada saat diajukan kepada
pangeran Heinrich (bangsawan portugis yang biasanya
gandrung dengan dunia maritim), proposal tsb. di tolak.
Tetapi ketika diajukan kepada ratu Isabella, proposal
tsb. serta merta diterima.
In my mind, it was not 100% a 'coincidence' that
the American continent was discovered by the European
in 1542 at the same year that islam was 'driven' from
europe.
| ***
Memang, secara 'geopolitik' kekalahan pihak islam tsb.
dalam waktu singkat 'terkompensasi' dengan tumbang
dan jatuhnya Konstantinopel ke tangan bangsa Turki
(1457).
Berdirinya dinasti Turki Utsmani/Ottoman memang
melanjutkan the 'power' of Islam lebih dari empat
ratus tahun kemudian, hingga selesainya perang dunia I
(runtuhnya Ottoman empire). Tetapi dari posisi
intelektual, dinasti Ottoman nampaknya tidak mewarisi
tradisi intelektual bani Abasiyah di Bagdad dan
emirat Cordoba di spanyol. Ottoman terlalu terfokus
dengan ekspedisi militer dan pengembangan administrasi
pemerintahan. Sementara itu, dunia intelektual eropa
sejak abad 15 sudah mengalami 'pencerahan': penemuan
'the world', dan pengembangan sains. Kendati sempat
menjadi 'super power' secara militer, sejak abad 16
Ottoman sebenarnya sudah mulai kewalahan, tidak bisa
lagi mengimbangi perkembangan teknologi militer eropa
( kapal perang dan persenjataan, to name a few).
Puncak ekspansi Ottoman di Eropa adalah ketika pasukannya
hampir bisa mencapai gerbang kota Wina (Austria).
Titik balik kekalahan Ottoman adalah pada saat perang
di laut yang dikenal sebagai * battle of Lepanto *
seperti kutipan di bawah ini:
| ============================================================
| Lepanto, battle of , Oct. 7, 1571, naval battle between
| the Christians and Ottomans fought at the mouth of the
| Gulf of Patras, off Lepanto, Greece. The fleet of the
| Holy League commanded by John of Austria (d. 1578) opposed
| the Ottoman fleet under Ulu� Ali Pasha.
|
| The allied fleet (about 200 galleys, not counting smaller
| ships) consisted mainly of Spanish, Venetian, and papal
| ships and of vessels sent by a number of Italian states.
| It carried approximately 30,000 fighting men and was about
| evenly matched with the Ottoman fleet. The battle ended
| with the virtual destruction of the Ottoman navy (except
| 40 galleys, with which Ulu� Ali escaped).
| Approximately 15,000 Turks were slain or captured,
| some 10,000 Christian galley slaves were liberated,
| and much booty was taken. The victors, however, lost
| over 7,000 men. Among the allied wounded was Cervantes,
| who lost the use of his left arm.
|
| Lepanto was the first major Ottoman defeat by the
| Christian powers, and it ended the myth of Ottoman
| naval invincibility. It did not, however, affect
| Ottoman supremacy on the land, and a new Turkish
| fleet was speedily built by Sokollu, grand vizier
| of Selim II.
|
| Nevertheless, the battle was decisive in the sense
| that an Ottoman victory probably would have made
| the Ottoman Empire supreme in the Mediterranean.
kemunduran Ottoman dibarengi dengan meningkatnya
imperialisme eropa di 'dunia baru', termasuk bangsa-
bangsa muslim. Ottoman sempat membantu kesultanan
Aceh (jaman Iskandar Muda) memerangi Portugis di
Malaka; a.l. dalam memperebutkan jalur perdagangan
/monopoli rempah-rempah melalui laut (it was in the
16/17th century).
awal tahun 1800 an, Napoleon memulai ekspedisi di
Mesir, dengan terlebih dahulu mengalahkan posisi
Ottoman di sana. Ini menandai awal imperialisme
eropa di timur tengah.
==========================================( ihm)==========
"Ambon" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
------------------------
>
> Penguasaan sesuatu peradaban terhadap peradaban
> lain di masa silam biasanya melalui peperangan.
> Dalam peperangan itu ada yang kalah ada yang menang.
> Tidak selalu yang kuat dan perkasa sekalipun
> pakai kitab agama ditangan akan selalu menang
>
> ----- Original Message -----
>
> From: "partogi samosir" <[EMAIL PROTECTED]>
> ---------------------------------------------
>
> > Mengapa Islam kehilangan kehebatannya, sehingga
> > sekarang tidak menjadi pusat peradaban? mohon
> > pencerahan togi
> >
> > tony picasso <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > --------------------------------------
> > When Islam had its golden age (from Cordoba to
> > Samarkand), the west was primitive and backward.
> > Back then the Islamic world was the center of the
> > civilization.
> >
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/