Du du du du.... lucu juga nih. Pemulung bawa mayat anaknya akibat
privatisasi? 
My goodness. Kalau mau ngedumel aja memang bisa sih kemana2.. demam
berdarah karena privatisasi, busung lapar karena kapitalisme, ketabrak
metromini karena liberalisasi, dst...

Come on, kalo ngeliat masalah pakailah framework yang tepat, jadi yang
dikritik juga mau mendengar. Masalah pemulung ini adalah masalah
kemiskinan, urbanisasi dan cara pemerintah juga masyarakat dalam
menangani orang miskin. Saya baca, ada yang namanya kartu gakin
(keluarga miskin), ada premi askes buat orang miskin shg tidak boleh
ditolak oleh RS. Mengapa ini tidak jalan dikasus ini? 
Bisa macam2 penyebabnya:

1. Kelalaian petugas Puskesmas, RS dan polisi. Mengapa SOP blom jalan?
(atau blom ada)?
2. Si bapak sendiri tidak tahu bahwa dia bisa minta keringanan biaya
berobat anaknya atau pengurusan jenazah. Kenapa bisa? Mungkin karena
dia pendatang di jkt, gelandangan, shg tidak terdata? Ada bbrp
kemungkinan disini. Teman saya cerita, kalau keluarganya didatangi
buat didata apakah termasuk kel yg berhak mendapat kartu gakin ini.
3. Uang bantuan itu harusnya ada tetapi "hilang".
4. dsb.. lebih baik wartawan juga mencari tahu. Terlalu jauh kalau
bilang karena privatisasi (PLN? padahal PLN blom lagi diprivatisasi).

Bukan saya pembela privatisasi atau ekonomi neoliberal (tahukah anda
bahwa neoliberal tidak sama dg liberal?), tetapi komentar yang penuh 
  kemarahan tidak akan membantu sama sekali.
Daripada ngedumel disini, mending masyarakat beri tekanan ke pihak
penguasa (Menko Kesra, Gubernur, Walikota, DPRD, dsb) menanyakan
mengapa hal ini bisa terjadi dan apa langkah antisipasinya.
Hayo rapatkan barisan.

salam,
fau
 

--- In [email protected], A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Dengan tarif sekarang saja, ada ibu bunuh diri di
> Cengkareng gara2 diancam listrik di rumahnya akan
> diputus gara2 pembayaran oleh petugas PLN. Kemudian di
> Majalaya (/Majalengka?), PLN akan bekerjasama dengan
> Kejaksaan menagih sekitar 2000 keluarga yang
> menunggak.
> 
> Jika benar TDL akan dinaikan, akan lebih banyak
> keluarga yang menderita serta banyak perusahaan yang
> akan tutup. Pengangguran akan bertambah.
> 
> Kenaikan TDL mungkin diharuskan, agar PLN bisa untung
> dan menarik bagi para investor. Apakah ini adalah
> kebijakan para ekonom neoliberal di pemerintahan SBY
> yang selalu mengusung isyu privatisasi?





***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke