Dear friends;

Saya menemukan laporan tentang pemulung saya kutip di bawah ini di situs 
Poskota Online. 

Inikah sumber berita atau berita aselinya yang membuat pembacanya mengucurkan 
mata itu? 

Kalau benar, maka kita harus kasih jabat tangan selamat dan hormat kepada 
poskota, koran yang selama ini diplengosi oleh banyak pembaca yang merasa 
dirinya "intelek." Ternyata koran ini punya kepakaan tinggi terhadap 
penderitaan rakyat bawah seperti pemulung di dalam berita sederhana yang hebat 
ini. 

Di Poskota berita ini bukan hanya ditampilkan sebagai berita pinggiran, 
melainkan dipajang sebagai Berita Headline di situs tersebut! Silahkan buka: 
http://www.poskota.co.id/poskota/headline_contents.asp?id=5295


Ikra.-


dari Poskota Online:

PEMULUNG NAIK KRL BAWA MAYAT ANAK DIAMANKAN POLISI  
  
 
- TEBET - Seorang pemulung panik karena tidak punya uang sewa ambulans untuk 
mengubur jenazah anak perempuannya yang meninggal karena muntaber. Ia nekat 
membopong mayat balitanya untuk 
dimakamkan di Bogor dengan menumpang KRL di Stasiun Tebet Jakarta Selatan, 
pemulung itu diamankan ke kantor polisi, Minggu siang. 

Kisah mengharukan ini menimpa Supriono,38, bapak dua anak. Putri bungsunya yang 
meninggal dunia pada Minggu pagi (5/6) bernama Nur Khoirun Nisa, berusia 3 
tahun 2bulan. Melihat anak kesayangannya meninggal, pria yang biasa mencari 
barang bekas di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, menjadi sedih. Supriono pun 
nekat membawa jenazah putrinya untuk dimakamkan didekat rumah temannya di 
Bogor, tetapi menyewa ambulans atau mobil untuk membawa mereka ke Bogor, juga 
butuh biaya yang tidak sedikit. 

Bersama Nurizki Saleh,6, anak pertamanya, ia memutuskan pergi ke stasiun KA 
Tebet dengan tujuan Bogor. Tubuh kaku Nur Khoirun Nisa yang memakai kaos 
bergambar Dora diselimuti lalu digendong pakai kain. Di Stasiun Tebet, calon 
penumpang yang saat itu sedang menunggu kedatangan kereta api tidak menaruh 
rasa curiga terhadap Supriono. Heboh pun muncul saat seorang pedagang teh botol 
yang hendak naik kereta api secara tak sengaja melihat wajah Nur Khoirin Nisa 
dibalik gendongan kain. 

Anak bapak sakit kok ditutupin pakai kain, kata penjual teh botol. Dengan 
polosnya, Supriono mengaku kalau anaknya sudah meninggal. Mendengar jawaban 
itu, pedagang teh botol kaget dan ia langsung berteriak mayat, ada orang 
membawa mayat, dalam waktu singkat, puluhan calon penumpang di Stasiun KA Tebet 
pun geger. 

Seorang warga menghubungi Polsek Tebet, Supriono yang merasa dirinya tidak 
bersalah akhirnya dimintai keterangan di Polsek Tebet. kepada petugas, duda 
yang megaku mendapat penghasilan Rp.10.000 per hari dari usahanya memungut 
barang bekas itu berterus terang bahwa anaknya meninggal karena muntah berak. 
Tapi saya tidak punya uang untuk menguburnya. Jenazah anak saya mau dimakamkan 
di Bogor, kata Supriono. 

Dijumpai di RSCM, pria in menambahkan, kedua anaknya itu merupakan buah 
pernikahan dengan Turiyem. Karena tidak kuat hidup miskin, Turiyem mengajukan 
cerai. Anak-anak ikut sama Supriono. Takdir rupanya berkehendak lain, putri 
pertamanya meninggal akibat sakit. 

 



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke