mbak Ida,
Memang rada males ngarepin pemerintah ngurusin hal 
begini. 'Depsos'nya tidur kali.

Seperti kasusnya pak Supriyono yang membawa mayat anaknya naik KA, 
mungkin sebaiknya kita lebih 'mendekatkan diri' kepada pemulung-
pemulung or orang miskin lainnya (termasuk miskin informasi). Maksud 
saya sih, mungkin saja orang2 spt pak Supriyono ini gak tau kalau 
sebetulnya dia dapat pergi ke Masjid dan minta bantuan ke Mesjid 
untuk mengurus pemakaman anaknya. Nah tugas kita menyambungkan tali 
silaturahmi para pemulung dan mesjid. Biar para pemulung juga rajin 
dateng ke mesjid. Jadikan mesjid menjadi tempat pendidikan dan 
kegiatan sosial. Begitu juga bila pak Supriyono itu beragama 
Kristen, dia bisa ke gereja.

wassalam,
--- In [email protected], "Ida Z.A" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Menurut Alaydrus (komisi E DPRD DKI Jakarta) subsidi bagi 
pemakaman 
> warga miskin mencapai Rp150.000. subsidi untuk pemakaman warga 
tidak 
> mampu itu telah dialokasikan sejak tahun 2004 dan berlanjut hingga 
> tahun ini. 
> Dengan perhitungan satu wilayah diperkirakan 100 orang meninggal 
> dunia sehingga dalam satu hari ada 500 orang meninggal dunia. 
> 
> Dengan alokasi Rp150.000 perorang berarti setidaknya setiap hari 
> Pemprov DKI mengucurkan dana Rp75 juta untuk subsisi pemakaman 
orang 
> tidak mampu atau Rp2,7 miliar pertahun. 
> 
> namun dikhawatirkan subsidi itu menguap karena tidak jelasnya 
kucuran 
> dana tersebut kepada masyarakat. Alaydrus mengatakan Perlu adanya 
> kepastian dari Kantor Pelayanan Pemakaman (KPP) kriteria orang 
miskin 
> karena setiap unit punya kriteria sendiri-sendiri. Terbukti 
> masyarakat tidak mampu masih mengeluh dan mengaku tetap membayar 
> retribusi. Lalu kemana dana itu? 
> 
> satu hari sudah disediakan subsidi untuk 500 orang. Padahal jumlah 
> orang yang meninggal di Jakarta tidak bisa dipastikan. Bahkan 
setiap 
> harinya diperkirakan tidak mungkin mencapai 500 orang. yang pasti 
> pemerintah DKI khususnya belum dapat lagi laporan kucuran subsidi 
> tersebut. Padahal pencatatan tersebut penting untuk perhitungan 
APBD. 
> dan harus mempertanggung jawabkan subsidi tersebut.





***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke